Breaking News
Time: 5:51
Ekbis

Sinergi PLN Jatim - Kodam V/Brawijaya

Jombang, Expostnews.com - Dusun Kedung Dendeng, Desa Jipurapah, Kecamatan Plandaan, Kabupaten Jombang, kini tak lagi gulita. Pasalnya, daerah dengan kondisi ekstrem di wilayah Kabupaten Jombang itu telah mendapat penerangan dengan tenaga listrik berdaya, 20 kV/220 V dari PT Perusahaan Listrik Negara (Persero)/PLN Distribusi Jawa Timur.

"Hari ini, Senin, tanggal 11 Desember 2017, resmi kami operasikan jaringan distribusi tenaga listrik 20 kV/220V," yakin Dwi Kusnanto, General Manager (GM) PLN Distribusi Jawa Timur di lokasi peresmian, Dusun Kedung Dendeng, Desa Jipurapah, Kecamatan Plandaan, Kabupaten Jombang, Senin (11/12/2017).

Diharapkan, suksesnya sinergi PLN Jatim dengan Kodam V/Brawijaya untuk menerangi Desa Jipurapah itu mampu memberi manfaat lebih untuk masyarakat setempat. Peresmian yang ditandai dengan menghidupkan Mini Circuit Breaker (MCB) dan pengisian pulsa listrik di salah satu rumah pelanggan di desa tersebut akan turut meningkatkan taraf kehidupan ekonomi masyarakat.

"Semoga usaha serta ikhtiar PLN dan TNI ini mendukung kelistrikan di Desa Jipurapah dan membawa kebaikan yang dapat dimanfaatkan dengan baik oleh masyarakat," harap Dwi di acara yang juga dihadiri General Manager (GM) PLN Transmisi Jawa Timur Bali, Sumaryadi, Panglima Kodam V/ Brawijaya yang diwakili Kasdam V Brawijaya, Brigjend TNI Widodo dan Bupati Jombang, Nyono Suharli Wihandoko.

Sebagaimana diungkapkan, PLN akan terus berupaya keras melistriki daerah-daerah terpencil dan terisolir, seperti di Desa Jipurapah yang dikenal dengan daerah yang memiliki medan berat. Namun, Dwi meyakini, keberhasilan PLN Distribusi Jawa Timur untuk melistriki daerah-daerah yang terpelosok dan terisolir itu, bukan saja berdampak pada peningkatan Rasio Elektrifikasi di Provinsi Jawa Timur.

"Melainkan yang lebih penting lagi ketersediaan listrik ini akan membawa perubahan yang mendasar pada kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat. Intinya, hal ini akan menjadi wujud nyata dari listrik yang berkeadilan dan benar-benar bisa dirasakan semua masyarakat," harap Dwi.

Pada kesempatan yang dihadiri Camat Plandaan, tokoh agama, tokoh masyarakat Kecamatan Plandaan, PLN Jatim juga menyerahkan bantuan sebesar Rp 110 juta. Bantuan dari program bina lingkungan tersebut ditujukan untuk perbaikan MCK, tandon air dan lampu penerangan umum serta sarana dan prasarana ibadah.

Sekadar tahu, untuk mencapai Desa Jipurapah bukan perkara mudah. Menurut Deputi Manajer Komunikasi dan Bina Lingkungan, Pinto Raharjo, saat perjalanan harus menaiki jalan setapak dengan kemiringan yang lumayan membuat jantung berdebar.

"Melalui ruas jalan yang sempit, bebatuan dan menanjak," ujar Pinto.

Apalagi, saat musim penghujan seperti ini. Kata Pinto, medan terasa lebih sulit karena tanah yang dilalui becek dan liat di sepanjang sisi kiri dan kanan jalan hingga membutuhkan perjalanan 1jam menggunakan sepeda motor. Menghadapi kondisi geografis yang sulit tersebut, tidak menyurutkan tekat dan semangat PLN untuk menarik jaringan listrik ke desa yang dihuni oleh total 205 pelanggan, yang terinci dari Dusun Kedung Dendeng sebanyak 147 pelanggan dan di Dusun Rampah Ombo tercatat 58 pelanggan.

"PLN memasang Jaringan Tegangan Menengah (JTM) sepanjang 9.990 kms, Jaringan Tegangan Rendah (JTR) sepanjang 3.852 Kms dan 3 trafo dengan kapasitas masing -masing 250 kVA," urainya. (ms/sa/hum)

Mojokerto, Expostnews.com - Jaringan gas (jargas) rumah tangga sebanyak 5000 sambungan rumah (RS) di Kota Mojokerto telah tuntas dibangun PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk (PGN). Selanjutnya, gas akan dialirkan ke sambungan pipa rumah tangga di 4 kelurahan Kota Mojokerto pada awal tahun 2018.

"Masing-masing di Kelurahan Mentikan, Kauman, Kelurahan Miji, Prajurit Kulon, dan Kelurahan Surodinawan. Untuk sumber gasnya, berasal dari Lapangan Gas Husky yang dioperatori CNOOC dengan volume 0,2 mmscfd," jelas Timbul Duffy, Kamis (7/12/2017).

Selaku Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) pembangunan jargas Mojokerto, Timbul mengungkapkan, pemasangan jaringan gas yang tersebar di 4 kelurahan itu telah menghabiskan dana APBN dari Kementerian ESDM 2017 senilai Rp 52,6 miliar. Pembangunan jargas ini, kata Timbul, merupakan penugasan Kementerian Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) melalui Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi kepada PGN.

"Sesuai surat Kepmen ESDM Nomor 8086 K/12/MEM/2016 tanggal 29 Desember 2016 tentang Penugasan Kepada PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk untuk Melaksanakan Penyediaan dan Pendistribusian Gas Bumi Melalui Jaringan Distribusi Gas Bumi Untuk Rumah Tangga Tahun Anggaran 2017," ungkapnya.

Selain itu, PGN sebagai salah satu pelaksana tugas pemerintah dalam pembangunan Jargas Rumah Tangga, terus berupaya memperluas jangkauan jargas (City Gas) untuk pemanfaatan gas bumi. Diharapkan, dengan selesainya proyek jargas rumah tangga di Mojokerto itu, secara bertahap akan memudahkan masyarakat menikmati energi gas bumi yang bersih, lebih hemat, serta lebih ramah lingkungan.

"Pemanfaatan gas bumi ini akan terus diperluas pengembangan wilayah jangkauannya di Jawa Timur," ingat Timbul dihadapan wartawan Jatim saat Media Gathering Jatim 2017 yang berlangsung, 7-8 Desember 2017 di Jogjakarta.

Lebih jauh diungkapkan, Kota Mojokerto sempat pernah mendapat aliran gas dalam Program PGN Sayang Ibu dengan sambungan sebanyak 723 rumah di Kelurahan Wates dan di Perumahan Griya Permata Ijen, dengan pemakaian rata-rata 11.000 m3 setiap bulannnya. Bahkan, di tahun-tahun sebelumnya, PGN juga mengelola 27.700 sambungan jargas yang sudah dibangun di rumah-rumah dan rumah susun di Kota Surabaya.

"Saat ini adalah momentum bagi perluasan pemanfaatan gas bumi bagi kota-kota lain di sekitar Surabaya, salah satunya adalah Kota Mojokerto. Jadi, pengaliran gas bumi di Kota Mojokerto ini, sebenarnya bukan hal baru," katanya.

Sementara, mengacu data pada Kementerian ESDM, sejak tahun 2009 sampai 2016 telah terlaksana pembangunan jargas rumah tangga dengan total jumlah sambungan sebanyak 185.991 SR yang tersebar di 26 kabupaten/kota di 14 provinsi di Indonesia. Untuk wilayah Jawa Timur, PGN telah melayani 48.159 pelanggan rumah tangga, 209 pelanggan komersial, dan 475 pelanggan industri.

Secara nasional, PGN telah menyelesaikan pembangunan pipa gas bumi sepanjang lebih dari 7.270 km. Gas bumi yang terdistribusi melalui infrastruktur jaringan pipa tersebut telah memasok lebih dari 1.658 industri besar dan pembangkit listrik, 1.930 pelanggan komersial, SPBG di 10 titik, dan 204.000 pelanggan rumah tangga yang tersebar di 19 kabupaten/kota di 12 provinsi di seluruh Indonesia. (sa/ms/hum)

100% Saham Pertagas Dialihkan

Jakarta, Expostnews.com – Konsolidasi pengelolaan gas bumi di perusahaan negara, kian mendekati kenyataan. PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk/PGN, selaku perseroan pelat merah berkomitmen mendukung pemerintah, dalam hal ini Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) merealisasikan pembentukan holding perusahaan BUMN energi.

“Karena, kami sangat yakin, holding BUMN ini merupakan upaya konsolidasi dalam pengelolaan gas bumi, yang pada akhirnya memberi banyak manfaat bagi negara dan masyarakat luas,” yakin Sekretaris Perusahaan PGN, Rachmat Hutama, Rabu (6/12/2017).

Menurutnya, semangat pembentukan holding migas ini untuk mencegah dualisme pengelolaan hilir gas bumi domestik. Dibentuknya holding migas ini, lanjut Hutama, adalah mutlak dan menjadi bagian dari cara menghindari duplikasi pengelolaan hilir gas bumi.

“Saat ini, Pertamina memiliki anak usaha, PT Pertagas yang bergerak di bidang usaha gas bumi. Dengan adanya holding ini, Pertagas akan melebur ke PGN, lalu PGN menjadi anak usaha dari PT Pertamina,” ulas Hutama.

Lebih jauh dijelaskan, PGN melihat penyatuan Pertagas ke PGN itu, akan menjadikan satu entitas yang solid dalam mendukung pengelolaan energi nasional. Selain dapat mempercepat pembangunan infrastruktur gas yang terintegrasi, penyatuan ini dapat mencapai distribusi gas yang lebih merata. “Hal ini mutlak harus dilakukan untuk mencapai tujuan holding,” ingatnya.

Pernyataan Hutama ini merujuk skema yang pernah disampaikan Kementerian BUMN dalam berbagai kesempatan. Menurut skema tersebut, saham seri B milik negara di PGN yang mencapai 57% akan dialihkan ke Pertamina. “Lalu, 100 persen saham Pertagas akan dialihkan ke PGN,” ungkap Hutama.

Meski demikian, sebagai perusahaan milik negara sekaligus perusahaan publik yang tunduk terhadap peraturan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan juga harus bertanggung jawab kepada pemegang saham minoritas, PGN tetap menunggu proses yang kini masih dibahas pemerintah. “Yang kami lakukan saat ini, tetap menunggu arahan dan terus berkoordinasi dengan Kementerian BUMN, terkait rencana PGN ke depan,” pungkasnya.

Sekadar mengingat, Kementerian BUMN berencana membentuk holding BUMN energi. Saat ini, BUMN energi di Indonesia adalah PT Pertamina (Persero) dan PGN, selaku perusahaan negara yang konsisten dalam pengelolaan dan pendistribusian gas bumi ke masyarakat.

“Proyeksinya, Kementerian BUMN menunjuk PT Pertamina sebagai induk holding migas,” katanya. (hum/sa/ms)

Jakarta, Expostnews.com – Sebuah organisasi penelitian investasi Australia yang mengkhususkan diri dalam memberikan penilaian dan data di semua kelas aset utama, SQM Research Pty Ltd menyebut, tahun depan merupakan tahun pertumbuhan hunian di Sydney, Australia. Diramalkan, harga rata-rata hunian di Sydney akan meningkat 4-8% di tahun 2018.

“Makanya, saya tidak setuju, jika prediksi pertumbuhan hunian di Sydney pada tahun 2018, datar-datar saja. Saya sangat percaya, tahun depan, tingkat hunian di Sydney tumbuh pesat,” papar Direktur SQM Research, Louis Christopher, Senin (4/12/2017).

Namun, kata Christopher, perlu adanya dukungan dari perbankan agar hunian di Sydney meningkat tajam di tahun 2018. Christopher yang dinobatkan sebagai ‘peramal paling akurat di Asutralia’ mengatakan, perbankan harus menurunkankan jumlah pinjaman para investornya hingga tidak lebih dari 10% dari total pinjaman per tahun.

“Seperti halnya saat bank membuka buku pinjaman mereka pada 2016,” ingat ‘peramal’ yang mampu dengan tepat memprediksi mekanisme harga di masa lalu tersebut.

Menurutnya, pada tahun 2016 lalu itu pasar mulai berakselerasi. Christopher meyakini, saat situasi bank-bank berada di bawah ambang batas tersebut, perlu adanya posisi untuk membuka kembali buku pinjaman di tahun 2018. “Saya yakin, pasar akan mulai naik lagi,” yakinnya.

Christopher yang dianggap dapat melihat secara pararel kesamaan hubungan situasi saat ini dengan akhir tahun 2015 itu menuturkan, berdasar laporan moneter terbaru dari Bank Sentral pada 10 November 2017 mengantisipasi pertumbuhan ekonomi, ternyata hanya mencapai 3,25%. Ketika para ahli telah dengan salah menyatakan bahwa booming property di Sydney telah berakhir, Christopher tetap meyakini, pertumbuhan hunian di Sydney tahun 2018 akan mengalami kenaikan signifikan.

“Sehingga, mendorong ekspektasi kenaikan suku bunga baru akan terjadi pada akhir 2019,” jelasnya.

Sementara, pendiri McGrath Estate Agents, John McGrath, juga mengantisipasi, pasar normal yang baik di tahun 2018. Menurutnya, The Manhattan Effect, merupakan orang saat ini ingin tinggal lebih dekat dengan tengah kota. “Itu kuncinya,” singkat McGrath.

McGrath juga mengantisipasi, kawasan pelabuhan dan pinggiran pantai untuk memiliki performa yang cukup baik. Katanya, lokasi yang berada di dekat jalur air akan terus mengungguli pasar. “Manfaat nyata lainnya bagi pembeli di tahun 2018 adalah kebijakan suku bunga rendah yang sangat mungkin terus berlanjut,” urainya.

Terpisah, CEO Crown Group, Iwan Sunito mengatakan, prakiraan untuk 2018 menunjukkan betapa solidnya pasar properti Sydney di kawasan Asia. Dijelaskan, para pembeli dan investor dari luar negeri, khususnya dari Asia, selalu melihat Australia, terutama Sydney sebagai surga untuk investasi di wilayah tersebut.

“Kenaikan harga sebesar 4 – 8 persen yang diperkirakan pada tahun 2018, menjadi bukti sahih bahwa pasar properti di Sydney masih kuat,” paparnya mengomentari prediksi hunian tahun 2018.

Iwan juga mengakui, saat mencapai pertumbuhan harga tertinggi adalah di tahun 2015. Namun, ingat Iwan, yang terpenting adalah pasar terus merespons secara positif setiap tahunnya. “Juga kebijakan dari Australian Reverse Bank dengan bunga rendahnya yang memberi kita keyakinan terhadap pasar,” jelas Iwan. (sa/hum/bag)

Surabaya, Expostnews.com – Gas Elpiji/LPG (Liquefied Petroleum Gas) kemasan tabung ukuran 4,5 kg yang diprakarsai PT Sierra Nusa Gas, dipastikan tahun 2018 mulai dipasarkan ke pasaran umum. Gas tabung yang dibanderol Rp 25.500/tabung tersebut bakal menjadi alternatif konsumen pengguna gas Elpiji kemasan tabung.

“Untuk saat ini, kami masih sebatas soft launching, tapi tahun 2018 atau pada triwulan pertama tahun depan, atau awal Januari 2018, gas Elpiji tabung produksi kami ini bisa dinikmati masyarakat secara meluas,” tutur Firman Suryadi, Dirut PT East Continent Gas Indonesia (ECGI) Holding, Kamis (30/11/2017).

Dikatakan, gas Elpiji tabung kemasan 4,5 kg yang segera dijual bebas dipasaran ini sudah melalui uji coba secara mendalam dari sisi keamanan dan keselamatan penggunaannya. Firman meyakinkan, dengan serangkaian tes tersebut akan menjamin masyarakat atau konsumen bisa menikmati gas tabung berkualitas. “Sebelumnya, sudah dilakukan uji coba api, ketahanan angin dan juga kualitas warna api yang tetap membiru, termausk tes fisik dari tabung kemasannya,” jamin Firman.

Sementara, Maldi Al Jufri, Corporate Communication PT Vivo Energy Indonesia, perusahaan holding dibawah bendera PT ECGI tersebut mengatakan, Jawa Timur dibidik menjadi titik pertama untuk pengenalan gas Elpji tabung kemasan 4,5 kg. Selanjutnya, gas tabung berwarna oranye itu dipasarkan meluas di Jawa Tengah, Jawa Barat, DKI Jakarta dan Bali.

“Ada tiga kemasan yang kami tawarkan untuk konsumen selain gas tabung ukuran 4,5 kg. Masing-masing ukuran 8 kg, 15 kg dan 60 kg,” tutur Maldi.

Terkait mekanisme di pasaran, Maldi menjelaskan, pada awalnya tabung gas tersebut dibagikan gratis kepada masyarakat. Namun, pemberian cuma-cuma itu tidak semua diperuntukkan pada masyarakat. “Mekanismenya di pasaran nanti diatur perusahaan. Tapi, kalau mereka (masyarakat, red) tergolong mampu, masak harus dapat gratis?” katanya.

Disinggung target penjualan, Maldi mengaku, belum terlalu fokus pada target merebut pasar. Namun, perusahaan akan terlebih dahulu membangunan infastruktur untuk memenuhi pasokan gas tabung.

“Jadi, untuk sementara ini kami fokus ke pemenuhan infrastruktur. Setelah itu, baru ngomong target,” jelas Maldi.

Sebelumnya, Wakil Gubernur Jawa Timur (Wagub Jatim), Saifullah Yusuf yang hadir dalam soft launching gas Elpiji tabung 4,5 kg NusaGaz berharap, masyarakat turut menyukseskan produk baru yang diklaim murah, bagus dan aman tersebut. Menurutnya, apabila masyarakat merasa senang dan minat dengan gas tabung Elpiji produksi swasta ini, akan mengurangi subsidi pemerintah.

“Ini merupakan inovasi mengurangi subsidi. Kalau betul-betul ditawarkan dengan harga murah dengan kualitas bagus, maka akan ada manfaatnya bagi masyarakat,” tutur Gus Ipul, sapaan Wagub Jatim. (sa/ir/ms)

Siapkan 43 Hektar di Desa Tanjung

Sumenep, Expostnews.com – Melimpahnya potensi gas di Desa Tanjung, Kecamatan Saronggi, Kabupaten Sumenep, Madura semakin menguatkan niat PT Perusahaan Listrik Negara (Persero)/PLN Unit Induk Pembangunan Jawa Bagian Timur dan Bali (UIP JBTB) II merealisasikan berdirinya pembangkit listrik bertenaga gas uap. Rancananya, bangunan pembangkit listrik tenaga gas dan uap (PLTGU) ini untuk memaksimalkan pasokan listrik di Madura, khususnya Sumenep.

“Energi listrik yang dihasilkan dari PLTGU yang kami bangun ini nantinya mencapai 400 Mega Watt. Daya listrik ini sudah melebihi kecukupan dari kebutuhan listrik pelanggan di Sumenep yang selama ini dipasok dari Gardu Induk Kenjeran Surabaya,” cetus Deputi Manajer Perencanaan PLN UIP JBTB II, Kasirun, Rabu (29/11/2017).

Menurutnya, pembangunan PLTGU tersebut bukan otomatis memutus aliran listrik di Madura yang selama ini dipasok dari Gardu Induk (GI) Kenjeran sebesar 150 Kilo Volt Amphere (KVA) atau 285 Mega Watt (MW). Sebab dengan adanya PLTGU di Sumenep yang dipastikan menghasilkan energi 400 MW itu, diperkirakan ada kelebihan listrik yang bisa didistribusi balik ke Surabaya.

“Karena saat ini beban puncak di Madura sekitar 185 MW dengan pertumbuhan 7,2 persen per tahun. Artinya, di tahun 2022 nanti, diperkirakan beban puncak Madura mencapai 278 MW atau mendekati batas maksimum. Nah, kelebihan energi PLTGU itu bisa dimaksimalkan untuk ‘diekspor’ ke Surabaya,” jelas Kasirun.

Dengan adanya proyek bernilai investasi sekitar Rp 4,5 triliun itu, Kasirun meyakini, Kabupaten Sumenep dan Madura pada umumnya tidak lagi kesulitan mendapat pasokan listrik andal. Apalagi, Sumenep yang sebelumnya hanya mendapat aliran dari listrik GI Kenjeran yang sudah terserap hingga 130 KV di Pamekasan, tidak lagi menikmati listrik sisa.

“Kami perkirakan pembangunan PLTGU yang dimulai tahun 2019 bisa selesai tahun 2021 dan bisa dioperasikan tahun 2022. Untuk lahannya sudah kami sediakan seluas 43 hektar di Desa Tanjung, Kecamatan Saronggi, Sumenep,” tutur Kasirun didampingi Ketua Corporate Social Responsibility (CSR) PLN UIP JBTB II, M Guritno Prakosa saat mengenalkan lebih dekat PLTGU Sumenep kepada pers, Selasa (28/11/2017).

Lebih jauh diungkapkan, saat ini rasio elektrifikasi di Madura baru sebesar 70%, dan di Sumenep hanya tercatat 55% yang terbilang jauh dibanding daerah lainnya. Jika tidak dibangun PLTGU, diyakini tahun 2022, PLN tidak bisa memenuhi kebutuhan energi yang hanya mengandalkan pasokan saat ini.

“Sehingga adanya PLTGU, diharapkan Madura sudah tidak butuh suplai listrik dari Jawa. Tapi, kami dari PLN UIP JBTB II tetap mempertahankan jaringan kabel bawah jembatan Suramadu yang ada saat ini untuk dikombinasikan dengan PLTGU Sumenep,” paparnya.

Menyoal dana Rp 4,5 triliun, Kasirun mengungkapkan, selain biaya pembangunan, anggaran tersebut juga dimaksimalkan untuk pembebasan lahan. Ia menyebut, dana sebanyak itu berdasar dari beberapa skema proposal pinjaman luar negeri dan pinjaman dari bank-bank BUMN.

“Selanjutnya, proyek PLTGU ini akan dilelang. Kami akan memberikan spesifikasi pengerjaannya, dan pemenang lelang yang akan mengaplikasikannya. Begitu juga dengan teknologinya, disesuaikan dengan pemenang lelang. Bisa dari Jepang, Korea atau lainnya,” ulasnya.

Disisi lain, Kasirun mengatakan, masyarakat sekitar sangat mendukung proyek yang telah lama direncanakan pembangunannya tersebut. Bahkan, pemerintah setempat turut mempercepat izin-izin yang dibutuhkan untuk pembangunan PLTGU Sumenep.

“Kami berharap dengan adanya PLTGU di Sumenep, semakin mendukung perkembangan pembangunan dan perekonomian masyarakat setempat, termasuk memancing masuknya investor ke Madura karena listriknya sudah andal,” tambah Soni, sapaan akrab M Guritno Prakosa. (sa/ndg/ms)

Surabaya, Expostnews.com – Surat Perjanjian Jual Beli Tenaga Listrik (SPJBTL) antara PT Perusahaan Listrik Negara (Persero)/PLN Regional Jawa Bagian Timur, Bali, dan Nusa Tenggara (JTBN) telah ditandatangani. Komitmen kerja sama melalui kontrak jual beli listrik sebesar 129 Mega Volt Ampere (MVA) itu dilakukan PLN dengan 10 pelanggan bisnis dan industri di Jawa Timur dan Nusa Tenggara (Nusra/NTT/NTB).

“Untuk PLN Distribusi Jawa Timur, kami melakukan penandatanganan komitmen kerja sama dan SPJBTL dengan total daya yang akan disambung mencapai 107,4 MVA,” ungkap Deputi Manager Komunikasi dan Bina Lingkungan PT PLN Distribusi Jatim, Pinto Raharjo, Kamis (23/11/2017).

Dikatakan, langkah strategis ini diwujudkan, guna mendukung iklim investasi di wilayah Jawa Timur, khususnya dan Nusa Tenggara. Menurutnya, di Jawa Timur, jalinan kerja sama dan SPJBTL tersebut dijalin dengan lima pelanggan industri potensial di beberapa kawasan industri.

“Seperti di Kawasan Industri Probolinggo, PT Wilmar Nabati Indonesia dan PT Aplus Pasific yang berlokasi di Gresik, serta PT Meta Adhya Tirta Umbulan dan PT Megah yang ada di Pasuruan,” urai Pinto.

Menurutnya, dukungan PLN Distribusi jawa Timur ini untuk melayani kebutuhan investor ataupun pebisnis yang menanamkan usahanya di Jawa Timur. Sekaligus, sinergi PLN dengan industri tersebut untuk menumbuhkan perekenomian di Jawa Timur. “Untuk PLN Wilayah NTT dan NTB juga melakukan hal serupa seperti di Jawa Timur,” katanya dikonfirmasi.

Informasi yang diperoleh menyebut, PLN Wilayah NTB menandatangani kerja sama dan SPJBTL dengan 4 pelanggan potensial di sektor tambak, kesehatan, dan pendidikan. Sektor-sektor tersebut adalah Rumah Sakit Umum Kota Mataram dan Politeknik Pariwisata Lombok di Kota Mataram, PT Rhaee Royal Vannanei yang berlokasi di Sumbawa, dan UD Sulindo Persada di Bima dengan penyaluran daya sebesar 1,7 MVA.

Bagaimana dengan NTT? PLN Wilayah NTT hanya melakukan penandatangan SPJBTL dengan satu perusahaan, yaitu PT Gulf Mangan. Industri yang bergerak dibidang smelter ini berencana melakukan pemasangan baru dengan besaran daya 20 MVA. “Program 35.000 MW mulai dirasakan hasilnya,” sambung Direktur Bisnis Regional PT PLN Jawa, Bali, Nusa Tenggara, Djoko. R. Abumanan terpisah.

Dijelaskan, kerja sama dan SPJBTL tersebut, menandakan jaringan kelistrikan yang dikelola PLN telah mampu diserap secara meluas, khususnya pelanggan bisnis dan industri. Harapannya, komitmen ini dapat berkesinambungan dan berdampak positif bagi pertumbuhan ekonomi di masyarakat.

“Saat ini ketersediaan daya listrik, khususnya di Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara dalam kondisi surplus,” yakinnya.

Dari kondisi surplus tersebut, tercatat di Jawa Timur memiliki cadangan daya sebesar 2.063 Megawatt (MW), dengan beban puncak sebesar 5.197 MW. Sedangkan di Bali ada cadangan daya sebesar 512 MW, dengan beban puncak mencapai 773 MW. Begitu juga di NTB yang memiliki cadangan daya sebesar 74,01 MW, dengan beban puncak 351,48 MW. Untuk NTT, cadangan daya yang dimiliki sudah 36,95 MW, dengan beban puncak sebesar 152,57 MW.

“Ketersediaan listrik ini juga diharapkan dapat mendorong munculnya industri dan usaha-usaha baru di daerah dan tanah air yang nantinya akan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ingatnya. (sa/ms/bis)

Surabaya, Expostnews.com – Penciptaan kemakmuran bagi masyarakat tak lepas dari peran penerangan, dalam hal ini penyaluran jaringan listrik pelanggan di perumahan. Namun demikian, hal tersebut perlu keandalan sistem jaringan listrik yang terdistribusi di perumahan, khususnya yang dibangun pengembang.

“Kami telah menjalin sinergi dengan Real Estate Indonesia, dalam hal ini REI Jatim,” ungkap Pinto Raharjo, Deputi Komunikasi dan Bina Lingkungan PT PLN Distribusi Jatim, Selasa (22/11/2017).

Menurutnya, sinergitas penyaluran listrik berkualitas antara PLN dan REI Jatim itu telah tertuang dalam penandatanganan kesepakatan/Memorandum of Understanding (MoU). Selain itu, kerja sama yang dijalin dengan REI Jatim tersebut merupakan bagian dari penetrasi PLN untuk memberikan pelayanan terbaik bagi pelanggan di perumahan yang dikembangkan anggota REI Jatim.

“Kami berharap, MoU ini semakin mempererat sinergi antara PLN dan REI, untuk menciptakan pembangunan real estate dan perumahan, serta meningkatkan kemakmuran masyarakat,” ulas Pinto.

Diungkapkan, kesepakatan yang tertulis dalam kontrak kerjasama tersebut berisi tentang integrasi pelayanan dan percepatan penyambungan listrik real estate di Jawa Timur. Ia berharap, dengan terlaksananya MoU ini, mampu medorong pertumbuhan ekonomi. “Terutama dari sektor real estate di seluruh Jawa Timur,” ujar Pinto.

Bahkan, lanjut Pinto, penandatanganan MOU yang dilakukan langsung General Manager (GM) PLN Distribusi Jatim, Dwi Kusnanto dengan Ketua DPD REI Jatim, Danny Wahid itu menandai langkah awal dari perwujudan komitmen untuk saling bersinergi dalam pemenuhan kebutuhan daya listrik. “Baik saat ini, maupun dimasa mendatang,” singkatnya.

Terpisah, Ketua DPD REI Jatim, Denny Wahid meyakini, PLN sebagai perusahaan BUMN penyedia jaringan listrik mampu menjawab kebutuhan energi listrik bagi pertumbuhan sektor properti, khususnya real estate. Untuk itu, Denny juga mendorong anggotanya agar menggunakan daya listrik dari PLN. “Percayakan pada PLN dalam distribusi listrik untuk pengembangan bisnis hingga masa yang akan datang,” pintanya. (sa/al/bis)

Surabaya, Expostnews.com – Pasokan listrik di Jawa Timur, khususnya menjelang perayaan Natal 2017 dan Tahun Baru 2018 dijamin tetap lancar dan aman. Hanya saja, PT Perusahaan Listrik Negara (Persero)/PLN tidak bisa menjamin, apabila sewaktu-waktu terjadi pemadaman listrik ditengah berlangsungnya perayaan tahunan tersebut.

“Itu (pemadaman, red) yang tidak bisa kami jamin. Kalau untuk pasokan listrik menjelang Natal dan Tahun Baru, tidak ada masalah dan aman,” aku Manajer Komunikasi, Hukum dan Administrasi PT PLN Distribusi Jatim G. Wisnu Yulianto, Senin (20/11/2017).

Menurutnya, masalah pemadaman memang tidak bisa diprediksi waktunya. Alasannya, kegiatan pemadaman lebih dikarenakan faktor alam yang mengharuskan PLN melakukan tindakan pemadaman. “Faktor alam itu bisa terjadi sewaktu-waktu dan mengakibatkan kerusakan pada jaringan listrik,” tutur Wisnu.

Ia mengatakan, kondisi cuaca seperti musim penghujan yang sudah memasuki bulan-bulan ini sangat memengaruhi peralatan kelistrikan. Jika hal ini tidak segera ditanggulangi dengan melakukan pemadaman, akan berakibat lebih fatal pada rusaknya jaringan. “Tapi, kami tetap melakukan pengawasan ketat pada gardu induk listrik di wilayah Jatim,” ujarnya.

Wisnu juga berjanji, untuk menjaga stabilisasi pasokan listrik dan terkendalinya sistem jaringan, PLN Distribusi Jatim akan menerjunkan petugas. Sesuai Standard Operational Prosedure (SOP), petugas tersebut disebar diberbagai wilayah di Jawa Timur dan akan mengawasi selama 24 jam nonstop.

“Agar pasokan listrik di Jawa Timur, apalagi saat Natal dan Tahun Baru tetap aman dan terkendali. Bila ada sesuatu yang menghambat, bisa segera tertangani dengan cepat. Harapan kami, jelang Natal dan Tahun Baru, pasokan listrik bisa terkendali sehingga bisa dinikmati masyarakat saat merayakan Natal dan Tahun Baru,” paparnya.

Bagaimana dengan daya pembangkitan di Jatim? Wisnu mengatakan, saat ini sudah mencapai 8.670 MegaWatt (MW). Sedangkan, beban puncak pelanggan tertinggi pernah mencapai 5.560 MW. “Tapi, rata-rata beban puncak di Jatim berkisar 5.200 MW,” tuturnya.

Disisi lain, Wisnu juga menjelaskan, PLN Distribusi Jatim menargetkan rasio elektrifikasi tahun 2017 bisa mencapai 92%. Ini tercatat, dari bulan Januari-September 2017, rasio yang telah tercapai sekitar 91,7%, dengan jumlah pelanggan listrik di wilayah Jatim mencapai 10.780.000 pelanggan. “Akhir tahun ini, kami target bisa tercapai 11.000 pelanggan,” yakinnya. (al/sa/ms)

Sumenep, Expostnews.com – Pembangkit listrik bermesin diesel di Pulau Gili Iyang, Kecamatan Dungkek, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur telah terpasang dan sudah dioperasikan. Pembangkit yang mampu melistriki 3000 pelanggan di dua desa, Desa Bancamara dan Desa Banraas itu berkapasitas 3 x 500 kilo Watt dengan investasi mencapai Rp 12,95 miliar.

“Investasi sebesar itu untuk membangun jaringan listrik, 6 buah Gardu Distribusi dengan kapasitas masing-masing 600 kilo Volt Ampere (kVA) dan PLTD berkapasitas 3×500 kW,” jelas General Manager (GM) PT Perusahaan Listrik Negara (Persero)/PLN Distribusi Jatim, Dwi Kusnanto, Senin (20/11/2017).

Dwi mengatakan, pembangunan kelistrikan di Kecamatan Dungkek itu tidak hanya berada di satu titik, melainkan berlokasi di beberapa titik. Lokasi tersebut antara lain di Desa Bancamara berada di Dusun Malengngen, Bancamara Barat, Bancamara Timur, Lembana, Baneteng Laok. “Sedangkan di Desa Banraas ada di Dusun Asem, Ra’as Barat, Ra’as Timur, serta Bungkok,” urainya.

Dwi mengungkapkan, PLN masih memiliki target untuk menerangi Kabupaten Sumenep yang masih memiliki elektrifikasi 87,65%. Ia meyakinkan, tahun 2018, PLN akan melistriki 14 desa yang tersebar di Pulau Sepanjang, Raas dan Kangean. “Kemudian, di tahun 2019, diperkirakan Pulau Tonduk, Pulau Gua Gua, Paleyat, Masakambing, Saubi, Sakala, Pagerungan Kecil dan Sabunten akan terlistriki dan mewujudkan Sumenep 100 persen terang,” tukas Dwi.

Sebelumnya, proses pemasangan dan pendirian pembangkit listrik di Pulau Gili Iyang, Sumenep memiliki tantangan tersendiri. Di pulau yang sejak 2015 lalu dicanangkan sebagai objek wisata kesehatan dengan kadar oksigen tertinggi di dunia yakni 21,5% dibanding rata-rata kadar oksigen sebesar 20% itu, tim dari PLN Distribusi Jatim harus berjibaku dengan alam.

Saat peresmian, Dwi sempat mengisahkan, suka duka memasang pembangkit listrik di pulau terdepan di Jawa Timur ini, dengan menempuh perjalanan sekitar 4 jam dari Surabaya menuju Pamekasan, dan diteruskan ke Sumenep yang membutuhkan waktu tidak kurang dari 1,5 jam melewati jalur darat. “Lalu, kami menyeberang ke Gili Iyang menggunakan transportasi kapal penumpang selama 45 menit hingga 1 jam. Akses menuju lokasi pendirian tiang pun tak mulus. Untuk mendaratkan mesin trafo, PLN mesti memutar otak. Ini karena kondisi alam dan laut di sekitar pulau yang tidak memungkinkan kapal merapat dengan stabil,” ulas Dwi.

Beruntung, kata Dwi, masyarakat setempat bersama dengan PLN berjibaku membuat daratan dari karung-karung yang berisi pasir. Setelah dirasa cukup tinggi, barulah mesin dapat didaratkan dengan bantuan forklift dari kapal ke daratan. “Segala kesulitan dan tantangan ini hilang, ketika tiang beton dan trafo berdiri sampai terpasangnya jaringan hingga kwh meter ke rumah-rumah penduduk,” katanya.

Sementara, Wakil Bupati (Wabup) Sumenep, Ahmad Fauzi mengaku, peresmian penempatan pembangkit listrik di Pulau Gili Iyang tersebut menjadi hari paling bersejarah. Ia berharap, listrik yang kini bisa dinikmati masyarakat Gili Iyang membawa keberkahan dan manfaat.

“Semoga, dapat semakin mengembangkan potensi pariwisata di Pulau Gili Iyang. InsyaAllah, kehidupan warga serta perekonomian di Pulau Gili Iyang semakin meningkat menjadi lebih baik,”ujarnya.

Sekadar tahu, bertepatan dengan peresmian pembangkit bermesin diesel di Pulau Gili Iyang, PLN berkesempatan memberikan bantuan dalam program bina lingkungan melalui ‘PLN Peduli’ sebesar Rp 110 juta. Bantuan tersebut, untuk peningkatan kapasitas air bersih melalui pembangunan tandon air serta pembangunan masjid di dua desa.

“Sampai dengan Oktober 2017, PLN telah menyalurkan bantuan CSR sebesar Rp 1.063.770.351 untuk pembangunan sarana prasarana, program Rumah Kreatif BUMN, Tandon air serta rumah ibadah untuk Kabupaten Sumenep,” tambah Pinto Raharjo, Deputi Manager Komunikasi dan Bina Lingkungan PT PLN (Persero) Distribusi Jatim. (sa/ms/ro)

Page 1 of 40