Breaking News
Time: 3:32

Holcim Incar Tiga Negara Tujuan Ekspor

Friday, 01 July 2016 21:47
Ilustrasi Ilustrasi

Jakarta, Expostnews.com - Tiga negara tujuan ekspor pasar semen mulai dibidik PT Holcim Indonesia, Tbk untuk perluasan produknya. Bahkan, tahun ini Holcim berniat meningkatkan ekspor semennya hingga dua kali lipat dari sebelumnya.

“Ya. Saat ini, kami mengincar negara-negara tujuan ekspor yang baru seperti Bangladesh, Srilanka dan Afrika Selatan untuk perluasan market produk. Sebelumnya, produk kami sudah masuk ke Australia,” aku Direktur Penjualan PT Holcim Indonesia Tbk, Dion Sumedi dikonfirmasi terkait kondisi kekinian pasar semen nasional, Jumat (1/7/2016).

Menurutnya, niatan ekspor tersebut dikarenakan kondisi pasar semen di Indonesia masih belum stabil. Ia menyebut, kondisi pasar semen di Indonesia saat ini mengalami over suplay yang sangat signifikan, dengan demand sebesar 64-65 juta metric ton (mt). “Sementara, kapasitas terpasang dari industri semen tanah air hanya mencapai 100 juta ton,” tuturnya.

Meski di negara-negara tersebut peluang pasar terbilang menjanjikan, namun Holcim tak bermain sendiri. Dion menungkapkan, produsen semen dari negara lainnya seperti Vietnam dan China juga memperbesar ekspornya.

“Karena di dua negara itu juga mengalami kelebihan pasokan semen. Apalagi harga semen dari kedua negara itu jauh lebih murah. Ini tentu menjadi tantangan bagi kami,” ujarnya.

Sebelumnya, pada tahun 2014, ekspor Holcim tercatat mencapai 159 mt dan tahun 2015 mampu meningkat hingga menjadi 458 mt. Sedangkan, hingga kuwartal I/2016, ekspor Holcim sudah mencapai 132 mt. “Kami perkirakan, secara keseluruhan di tahun ini ekspor Holcim bisa menembus hingga dua kali lipat dibandingkan pencapaian tahun lalu,” ujarnya.

Namun demikian, Dion mengaku, Holcim tidak akan melepas pasar dalam negeri, kendati saat ini tengah serius menggarap pasar ekspor. Apalagi, setelah selesainya proses akuisisi PT Lafarge Cement Indonesia pada bulan Februari 2016 semakin memperluas kehadiran Holcim Indonesia di wilayah Sumatera.

“Kami berharap, rencana pemerintah di bidang infrastruktur segera terealisasi tepat waktu di tahun ini. Karena, pertumbuhan infrastruktur serta pembangunan kawasan perumahan untuk mencapai target pertumbuhan ekonomi sangat penting. Agar Indonesia lebih siap dan mampu bersaing menghadapi MEA (Masyarakat Ekonomi ASEAN, red),” papar Dion.

Bagaimana dengan Jawa Timur? Dion menjelaskan, dalam kondisi perekonomian yang masih melambat ini, Holcim mampu meningkatkan pelayanan kepada pelanggan sehingga mencapai pangsa pasar sebesar 10%. Kunci sukses Holcim adalah pelaksanaan program loyalitas toko bangunan yang disebut Jelajah Holcim.

“Termasuk, pengaplikasian teknologi berbasis internet untuk wiraniaga di lapangan, yang tentunya memungkinkan mereka lebih mengerti situasi pasar dan keinginan pelanggan secara tepat dan akurat,” urainya.

Dijelaskan, secara keseluruhan, kebutuhan semen di area Jatim meningkat 9% hingga Mei 2016. Holcim, lanjut Dion, juga bermitra dengan lebih dari 3.500 toko bangunan yang tersebar di berbagai tempat di Jawa Timur dengan pasokan antara 35.000 sampai 50.000 ton/bulan.

“Agar kami dapat menopang ketersediaan semen, untuk memenuhi permintaan pasar dan meningkatnya pembangunan di Jatim,” paparnya. (sa/mas/esp9)

Rate this item
(0 votes)
Read 197 times