Breaking News
Time: 5:46

Bea Cukai Perak Bebaskan Bea Masuk Impor Produk China

Saturday, 05 November 2016 11:21
Petugas Bea dan Cukai Tanjung Perak sedang memberikan penjelasan kepada delegasi Xiamen Customs tentang proses ekspor impor barang di Tanjung Perak (bcperak.ne) Petugas Bea dan Cukai Tanjung Perak sedang memberikan penjelasan kepada delegasi Xiamen Customs tentang proses ekspor impor barang di Tanjung Perak (bcperak.ne)

Surabaya, Expostnews.com – Unsur bea masuk kepabeanan untuk barang impor di pintu pelabuhan, kini tak lagi berlaku di Indonesia, termasuk di Tanjung Perak. Bahkan, pembebasan bea masuk barang asing tersebut diberlakukan untuk semua produk terdaftar yang didatangkan dari luar negeri.

“Ya. Termasuk, barang dari China juga kami bebaskan bea masuk. Karena, sekarang sudah tidak dipungut lagi bea masuk produk impor. Cukup melampirkan formulir E, atau menunjukkan dokumen Form E,” aku Efrizal, Kepala Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai Tipe Madya Pabean (KPPBC TMP) Tanjung Perak Surabaya terkait penerapan bebas masuk barang impor di Indonesia dan Tanjung Perak, Sabtu (5/11/2016).

Menurutnya, pemberlakuan tanpa bayar untuk masuknya barang impor tersebut, sudah terjalin melalui perjanjian perdagangan bebas dengan sejumlah negara di Asean dan China. Jalinan kesepakatan antar negara yang tertuang dalam Free Trade Agreement (FTA) itu juga berlaku bagi produk Indonesia yang di ekspor ke negara lain.

“Barang apa saja, tidak hanya dari China, kami bebaskan bea masuknya. Karena, ekspor kita juga dibebaskan di negara tujuan. Ini merupakan hubungan timbal balik,” ujar Efrizal dikonfirmasi.

Namun, Efrizal mengingatkan, gratis bea masuk importasi tersebut tidak serta-merta memberikan kebebasan seluas-luasnya kepada produk yang dihasilkan dari proses perdagangan internasional tersebut. Ia mengaku, sesuai kesepakatan, Bea Cukai Tanjung Perak hanya membebaskan bea masuk kepada barang yang terdaftar.

“Hanya produk tertentu yang sudah ada dalam daftar. Jadi, barang impor dari China pun bebas masuk tanpa biaya, asalkan, barang yang dimaksud ada dalam daftar dan memenuhi 40 persen konten lokal negara asal,” ingat Efrizal usai menyambut kedatangan delegasi Xiamen Customs (Dirjen Bea Cukai China) ke KPPBC TMP (Bea Cukai) Tanjung Perak, Rabu (26/10/2016) lalu.

Sementara, Delegasi Xiamen Customs yang sebelumnya mengunjungi Kantor Wilayah DJBC Jatim I di Juanda Sidoarjo, juga menyempatkan kunjungannya ke PT Terminal Petikemas Surabaya (TPS) untuk melihat salah satu tempat penimbunan sementara di daerah pengawasan KPPBC TMP Tanjung Perak. Selain itu, delegasi Xiamen Customs yang dipimpin Mr. Bing Huabing tersebut melanjutkan kunjungan ke pabrik rokok Sampoerna untuk melihat proses pembuatan rokok dan mengunjungi museum Sampoerna.

“Kami menjelaskan, kondisi kantor Bea dan Cukai Tanjung Perak, jumlah pegawai, fasilitas yang diberikan dan prosedur ekspor impor di Indonesia. Kami berharap, penjelasan yang kami sampaikan ke Delegasi Xiamen Customs bisa memahami prosedur ekspor impor di Indonesia,” pungkas Efrizal.

Sekadar tahu, wilayah pengawasan Kanwil DJBC Jatim I meliputi Surabaya, Sidoarjo, Bojonegoro, Madura, Pasuruan dan Gresik. Selain sebagai penyumbang cukai terbesar saat ini, wilayah Kanwil DJBC Jawa Timur I juga memiliki lingkup kepabeanan yang lengkap, dengan keberadaan pelabuhan dan bandara terbesar di Indonesia, serta tempat penimbunan berikat. (sa/ms)

Rate this item
(2 votes)
Read 282 times