Breaking News
Time: 5:45

Investasikan Rp 2,6 Triliun, TPS Target Mei 2017 Seluruh Crane Bertenaga Listrik

Thursday, 02 February 2017 23:08
Tiga CC TPS bertenaga listrik yang baru saja didatangkan dari Finlandia Tiga CC TPS bertenaga listrik yang baru saja didatangkan dari Finlandia

Tiga CC Baru Dukung Elektrifikasi

Surabaya, Expostnews.com – PT Terminal Petikemas Surabaya (TPS) tak ingin setengah hati dalam hal pelayanan dan kemampuan peralatan untuk kenyamanan pelanggan/pengguna jasa. Anak usaha PT Pelabuhan Indonesia III (Persero)/Pelindo III dibidang pelayanan bongkar muat dan penumpukan peti kemas ini pun mengucurkan investasi besar-besaran hingga tahun 2020 dengan target seluruh peralatan bisa terelektrifikasi pada Mei 2017.

“Kami sediakan investasi untuk mengembangkan kualitas pelayanan dan peralatan di TPS mulai 2015-2020 yang nilainya mencapai USD200 juta,” aku William Khoury, Vice President PT TPS, Kamis (2/2/2017).

Nilai investasi yang diestimasi setara Rp 2,6 triliun (1:13.000) tersebut, kata William, dimaksimalkan untuk mendukung 3 proyek strategi PT TPS tahun 2017. Ketiga strategi yang digadang itu masing-masing, elektrifikasi terhadap instalasi 3 unit Container Crane (CC), implementasi penerapan e-billing/e-payment dan mengelektrifikasi seluruh CC yang dimiliki PT TPS.

“Tiga CC yang baru kami datangkan ini investasinya mencapai USD30 juta. Sedangkan, untuk elektrifikasi, kami mengucurkan investasi senilai USD8 juta. Tujuan investasi ini, untuk meningkatkan daya dan kemampuan serta kapasitas yang sebelumnya 1,8 juta bisa menjadi 2,2 juta TEUs per hari,” sambung Muchammad Solech, Public Relations PT TPS mendampingi William Khoury saat paparan dalam jumpa pers di ruang Java lantai 2 gedung administrasi PT TPS.

Hanya saja, elektrifikasi CC yang diklaim mampu mengurangi cost bahan bakar hingga 50% itu, ungkap Solech, masih menempatkan 3 CC baru buatan Finlandia ini pada posisi unloading selama 4 hari. Setelah proses testing dan commissioning, tiga CC baru bertenaga listrik itu bisa dioperasikan secara penuh, sekitar Maret 2017. “Target kami, seluruh CC yang kami miliki bertenaga listrik,” jelasnya.

Solech menuturkan, melalui strategi pengembangan tersebut, saat ini PT TPS sedang mengubah seluruh CC menjadi lebih bertenaga dengan menggunakan daya listrik (eletrifikasi). Namun diakui, sejak September 2016 lalu, PT TPS telah melakukan elektrifikasi terhadap 5 unit CC dari 12 CC yang terpasang di dermaga terminal internasional, dari tenaga diesel ke energi listrik.

“Jadi, Mei 2017, semua CC di TPS terelektrifikasi, termasuk 3 unit CC baru kami ini yang memang sudah bertenaga listrik,” urai lekaki berperawakan subur ini.

Mengapa harus elektrifikasi? Menurutnya, selain ramah lingkungan, CC yang menggunakan tenaga listrik memiliki banyak keuntungan dibanding menggunakan penggerak diesel. Alasannya, jam operasional semakin meningkat, karena waktu pemeliharaan kian berkurang, termasuk tidak membutuhkan banyak perawatan daripada CC dengan tenaga diesel.

“Umumnya, crane di Tanjung Perak jangkauannya 13-14 row, tapi dengan crane baru ini pelayanan bisa ditingkatkan menjadi 16 row dengan kapal berkapasitas hingga 35.000 TEUs. Selain itu, dalam satu jamnya, satu unit CC bisa membongkar 25 kontainer,” ulasnya.

Sementara, Dothy, President Director PT TPS memaparkan, arus peti kemas ekspor impor selama tahun 2016 di PT TPS secara total naik 1,6% dari tahun 2015. Capaian tersebut tercatat dari arus peti kemas internasional yang mencapai 1,241,225 TEUs, atau meningkat 2,3% dibanding tahun lalu pada periode yang sama. “Untuk peti kemas domestik sebanyak 156,203 TEUs, atau sedikit menurun 4 persen dari tahun lalu. Kami terus melakukan perbaikan di berbagai aspek pelayanan, seperti layanan pengurusan dokumen, serta customer service yang sekarang kami buka 24 jam penuh setiap harinya,” tuturnya. (sa/ms/hum)

Rate this item
(1 Vote)
Read 125 times