Breaking News
Time: 5:14

Filipina Order Ekspor 4 Ribu Meter Kubik Bioetanol PTPN X

Wednesday, 02 July 2014 20:35
Dirut PTPN X Subiyono (kiri) dan jajaran direksi memberangkatkan ekspor perdana bioetanol ke Filipina, Rabu (2/7/2014) Dirut PTPN X Subiyono (kiri) dan jajaran direksi memberangkatkan ekspor perdana bioetanol ke Filipina, Rabu (2/7/2014)

Mojokerto, Expostnews.com – PT Perkebunan Nusantara (PTPN) X saat ini terus menjajaki kerjasama ekspor dengan sejumlah pihak di luar negeri. Penjajakan perdagangan luar negeri ini untuk pemanfaatan bioetanol.

“Kami sudah jajaki ke Korea Selatan, Taiwan dan Belanda. Dan untuk hari ini, kami ekspor perdana ke Filipina,” kata Direktur Utama (Dirut) PTPN X, Subiyono, Rabu (2/7/2014).

Ekspor perdana bioetanol ke Filipina ini, lanjut Subiyono, dilakukan PT energi Agro Nusantara (Enero) selaku anak usaha PTPN X. Dikatakan, Enero dalam ekspor bioetanol ke Filipina ini mendapat order awal 4.000 meter kubik bioetanol. “Komoditas energi nabati ini akan di ekspor ke negara tujuan dalam dua tahap pengiriman. Harapan kami, ekspor perdana ini menjadi pemula dari upaya kami memacu kinerja pabrik bioetanol pada masa mendatang,” tukas Subiyono saat melepas ekspor perdana bioetanol ke Filipina di Mojokerto siang tadi.

Dikatakan, Filipina merupakan pasar yang prospektif yang sedang gencar mencanangkan mandatory blending BBM E 10 alias kewajiban pencampuran 10% bioetanol dalam bahan bakar kendaraan. Peluang memasok pasar Filipina ini makin besar setelah Thailand mengurangi ekspor bioetanolnya untuk lebih digunakan di dalam negeri. “Ini akibat peningkatan mandatory blending dari E10 menjadi E20 atau kewajiban pencampuran 20 persen bioetanol di Thailand. Makanya, untuk memasok keperluan itu, Filipina mengimpor bioetanol,” jelasnya.

Subiyono menambahkan, ekspor ini menjadi bukti kualitas produk bioetanol yang dihasilkan PTPN X berstandar ekspor. Pabrik bioetanol PTPN X menghasilkan bioetanol fuel grade dengan tingkat kemurnian minimal 99,5% dan sangat ramah lingkungan dengan angka oktan yang tinggi yaitu RON (Research Octane Number) 120.

“Dalam ekspor ini juga disepakati adanya inspektor independen yang akan mengecek kualitas bioetanol kami. Sehingga menjadi bukti bahwa produk bioetanol kami memang berkualitas dan punya daya saing tinggi. Tapi sayangnya dalam negeri tidak mendukung,” kritiknya ulang.

Sekadar informasi, bioetanol yang diproduksi anak usaha PTPN X ini dihasilkan dari pabrik seluas 6,5 hektar yang ada di Mojokerto, Jawa Timur. Pabrik tersebut mempunyai desain kapasitas produksi sebesar 30.000 kiloliter/tahun yang dihasilkan dari pengolahan samping industri gula atau tetes tebu (molasses).

Sedangkan, bahan baku yang dibutuhkan oleh pabrik yang dikelola PT Energi Agro Nusantara (Enero) itu adalah 120.000 ton molasses. Tetes tebu ini diambil dari 11 pabrik gula (PG) milik PTPN X. “Total investasinya Rp 467,79 miliar, dengan skema pendanaan terdiri atas hibah NEDO Jepang Rp 154 miliar dan dana PTPN X Rp 313,79 miliar,” urai Subiyono.

Ia berharap, ke depan permintaan bioetanol akan semakin meningkat seiring besarnya kebutuhan bahan bakar nabati untuk energi. Bioetanol yang digunakan sebagai campuran bahan bakar kendaraan akan menjadi primadona seiring makin menipisnya cadangan bahan bakar berbasis minyak bumi. “Kecenderungan menurunnya kemampuan lifting (realisasi produksi) minyak bumi Indonesia dan meningkatnya tingkat konsumsi bahan bakar merupakan alasan yang kuat untuk mengembangkan potensi bahan bakar nabati,” ingat Ketua Ikatan Ahli Gula Indonesia (Ikagi) ini.

Selain itu, lanjut Subiyono, bahan bakar nabati (BBN) atau biofuel, termasuk di dalamnya adalah bioetanol dari tetes tebu berperan penting untuk menciptakan ketahanan dan kedaulatan energi. Kami mendorong bahan bakar nabati mendapat porsi yang lebih besar dalam pemanfaatan energi nasional,” ujarnya. (esp1)


Editor : Syarif Ab

Rate this item
(0 votes)
Read 907 times