Breaking News
Time: 2:34

PGN Alirkan 24.000 Jargas Rumah Tangga Surabaya

Monday, 16 January 2017 23:22
Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Dirjen Migas), Kementerian ESDM, IGN Wiratmaja Puja saat menyaksikan langsung aktivitas ibu rumah tangga yang telah mendapat penyaluran gas dari 24.000 rumah tangga di Surabaya, Senin (16/1/2017) Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Dirjen Migas), Kementerian ESDM, IGN Wiratmaja Puja saat menyaksikan langsung aktivitas ibu rumah tangga yang telah mendapat penyaluran gas dari 24.000 rumah tangga di Surabaya, Senin (16/1/2017)

Surabaya, Expostnews.com – Mendorong pemanfaatan energi bersih melalui konversi LPG ke gas bumi, pemerintah akan menambah jaringan gas bumi di berbagai daerah melalui pendanaan ABPN tiap tahunnya. Targetnya, pemerintah akan menambah lebih dari 59.000 sambungan gas rumah tangga di tahun 2017.

“Seperti yang saat ini kami lakukan dengan menyalurkan gas bumi ke 24 ribu rumah tangga di Surabaya,” jelas Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Dirjen Migas), Kementerian ESDM, IGN Wiratmaja Puja di Surabaya, Senin (16/1/2017).

Dijelaskan, secara bertahap, pengaliran gas bumi melalui jaringan pipa yang dibangun PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk/PGN ini dilaksanakan mulai dari wilayah Surabaya Timur. Awalnya, pelaksanaan gas in di Surabaya Timur tersebut dilairkan gas bumi ke sebanyak 99 sambungan di rusun Penjaringan Sari 3 dan 25 titik di Pandugo 1 dan 2.

“Total pipa yang dibangun untuk mengalirkan gas bumi ke 24.000 rumah tangga di Surabaya ini mencapai lebih dari 196 kilometer. Sebarannya mulai Surabaya Timur, Tengah dan Selatan. Proyek sambungan 24.000 gas rumah tangga ini dibiayai APBN senilai Rp 221 miliar,” ulas Wiratmaja.

Pemanfaatan gas bumi melalui pembangunan jargas untuk rumah tangga ini, lanjut Wiratmaja, merupakan program berkelanjutan dari Kementerian ESDM. Menurutnya, program tersebut sebagai bentuk konsistensi pemerintah dalam penyediaan energi bersih, murah dan terjangkau untuk masyarakat.

“Nggak perlu khawatir. Ibu-ibu kalau ingin masak jam berapapun, gasnya selalu siap sedia, dan nggak akan habis. Mengalir terus 24 jam. Harganya juga jauh lebih hemat dibanding pakai LPG. Selain hemat, dan tidak akan habis, penggunaan gas bumi ini aman dan bersih,” urainya.

Wiratmaja juga mengungkapkan, selain Surabaya, jaringan gas bumi ini juga dibangun pemerintah di beberapa daerah. Gas yang selalu siap digunakan masyarakat tersebut, salah satunya Batam dan Tarakan. “Di Batam sudah mengalir gas bumi secara bertahap. Ada 4 ribu rumah tangga yang dialiri. Untuk hari ini di Surabaya dan menyusul di Tarakan,” ungkap Wiratmaja.

Sementara, Area Head PGN Surabaya, Misbachul Munir menambahkan, PGN mendapatkan penugasan dari pemerintah pada tahun 2015 untuk mengelola jaringan gas bumi ke 43.337 rumah tangga di 11 kabupaten/kota di Indonesia. PGN juga mendapatkan tugas dari pemerintah pada tahun 2016 untuk membangun sambungan jaringan gas bumi untuk 49.000 rumah tangga, di Tarakan, Surabaya, dan Batam.

“Di tahun ini, PGN kembali mendapat tugas membangun dan mengoperasikan 26 ribu sambungan gas rumah tangga. Penugasan ini berdasarkan Keputusan Menteri Energi dan SUmber Daya Mineral (Kepmen) No 8086 K/12/MEM/2016. Penugasan 26.000 sambungan itu tersebar di Bandar Lampung, Musi Banyuasin dan Mojokerto,” paparnya.

Khusus di Jawa Timur, kata Misbachul, PGN telah menyalurkan ke lebih dari 26.699 pelanggan industri, rumah tangga, usaha komersil hingga UMKM. Rinciannya, Surabaya dan Gresik sebanyak 19.334 pelanggan, Sidoarjo sebanyak 6.889 pelanggan, dan Pasuruan 476 pelanggan.

“Untuk tahun 2015, PGN ditugasi Kementerian ESDM untuk melakukan pembangunan dan pengoperasian sebanyak 24.000 sambungan gas rumah tangga di Surabaya ini melalui Keputusan Menteri ESDM No 4823.K/12/MEM/2015,” ingat Mizbachul. (sa/ms)

Rate this item
(1 Vote)
Read 150 times



 

 

                          

      FACEBOOK       TWITTER         GPLUS