Breaking News
Time: 5:49

10 Industri Jatim Nusra Kontrak Jual Beli Listrik PLN Berdaya 129 MVA

Thursday, 23 November 2017 10:00
MoU PT PLN Jawa, Bali, Nusa Tenggara dengan 10 pelanggan industri potensial di Jawa Timur, NTB dan NTT untuk kerja sama dan jual beli listrik (foto: bisniskini.com) MoU PT PLN Jawa, Bali, Nusa Tenggara dengan 10 pelanggan industri potensial di Jawa Timur, NTB dan NTT untuk kerja sama dan jual beli listrik (foto: bisniskini.com)

Surabaya, Expostnews.com – Surat Perjanjian Jual Beli Tenaga Listrik (SPJBTL) antara PT Perusahaan Listrik Negara (Persero)/PLN Regional Jawa Bagian Timur, Bali, dan Nusa Tenggara (JTBN) telah ditandatangani. Komitmen kerja sama melalui kontrak jual beli listrik sebesar 129 Mega Volt Ampere (MVA) itu dilakukan PLN dengan 10 pelanggan bisnis dan industri di Jawa Timur dan Nusa Tenggara (Nusra/NTT/NTB).

“Untuk PLN Distribusi Jawa Timur, kami melakukan penandatanganan komitmen kerja sama dan SPJBTL dengan total daya yang akan disambung mencapai 107,4 MVA,” ungkap Deputi Manager Komunikasi dan Bina Lingkungan PT PLN Distribusi Jatim, Pinto Raharjo, Kamis (23/11/2017).

Dikatakan, langkah strategis ini diwujudkan, guna mendukung iklim investasi di wilayah Jawa Timur, khususnya dan Nusa Tenggara. Menurutnya, di Jawa Timur, jalinan kerja sama dan SPJBTL tersebut dijalin dengan lima pelanggan industri potensial di beberapa kawasan industri.

“Seperti di Kawasan Industri Probolinggo, PT Wilmar Nabati Indonesia dan PT Aplus Pasific yang berlokasi di Gresik, serta PT Meta Adhya Tirta Umbulan dan PT Megah yang ada di Pasuruan,” urai Pinto.

Menurutnya, dukungan PLN Distribusi jawa Timur ini untuk melayani kebutuhan investor ataupun pebisnis yang menanamkan usahanya di Jawa Timur. Sekaligus, sinergi PLN dengan industri tersebut untuk menumbuhkan perekenomian di Jawa Timur. “Untuk PLN Wilayah NTT dan NTB juga melakukan hal serupa seperti di Jawa Timur,” katanya dikonfirmasi.

Informasi yang diperoleh menyebut, PLN Wilayah NTB menandatangani kerja sama dan SPJBTL dengan 4 pelanggan potensial di sektor tambak, kesehatan, dan pendidikan. Sektor-sektor tersebut adalah Rumah Sakit Umum Kota Mataram dan Politeknik Pariwisata Lombok di Kota Mataram, PT Rhaee Royal Vannanei yang berlokasi di Sumbawa, dan UD Sulindo Persada di Bima dengan penyaluran daya sebesar 1,7 MVA.

Bagaimana dengan NTT? PLN Wilayah NTT hanya melakukan penandatangan SPJBTL dengan satu perusahaan, yaitu PT Gulf Mangan. Industri yang bergerak dibidang smelter ini berencana melakukan pemasangan baru dengan besaran daya 20 MVA. “Program 35.000 MW mulai dirasakan hasilnya,” sambung Direktur Bisnis Regional PT PLN Jawa, Bali, Nusa Tenggara, Djoko. R. Abumanan terpisah.

Dijelaskan, kerja sama dan SPJBTL tersebut, menandakan jaringan kelistrikan yang dikelola PLN telah mampu diserap secara meluas, khususnya pelanggan bisnis dan industri. Harapannya, komitmen ini dapat berkesinambungan dan berdampak positif bagi pertumbuhan ekonomi di masyarakat.

“Saat ini ketersediaan daya listrik, khususnya di Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara dalam kondisi surplus,” yakinnya.

Dari kondisi surplus tersebut, tercatat di Jawa Timur memiliki cadangan daya sebesar 2.063 Megawatt (MW), dengan beban puncak sebesar 5.197 MW. Sedangkan di Bali ada cadangan daya sebesar 512 MW, dengan beban puncak mencapai 773 MW. Begitu juga di NTB yang memiliki cadangan daya sebesar 74,01 MW, dengan beban puncak 351,48 MW. Untuk NTT, cadangan daya yang dimiliki sudah 36,95 MW, dengan beban puncak sebesar 152,57 MW.

“Ketersediaan listrik ini juga diharapkan dapat mendorong munculnya industri dan usaha-usaha baru di daerah dan tanah air yang nantinya akan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ingatnya. (sa/ms/bis)

Rate this item
(0 votes)
Read 32 times



 

 

                          

      FACEBOOK       TWITTER         GPLUS