Breaking News
Time: 5:44

PLN UIP JBTB II Realisasikan PLTGU 400 MW Sumenep

Wednesday, 29 November 2017 23:37
Ketua Corporate Social Responsibility (CSR) PLN UIP JBTB II, M Guritno Prakosa, Deputi Manajer Perencanaan PLN UIP JBTB II, Kasirun (tengah) didampingi Kapokja Wartawan PLN Disjatim, M Ali Topan memaparkan rencana proyek PLTGU di Sumenep, Selasa (28/11/2017) Ketua Corporate Social Responsibility (CSR) PLN UIP JBTB II, M Guritno Prakosa, Deputi Manajer Perencanaan PLN UIP JBTB II, Kasirun (tengah) didampingi Kapokja Wartawan PLN Disjatim, M Ali Topan memaparkan rencana proyek PLTGU di Sumenep, Selasa (28/11/2017)

Siapkan 43 Hektar di Desa Tanjung

Sumenep, Expostnews.com – Melimpahnya potensi gas di Desa Tanjung, Kecamatan Saronggi, Kabupaten Sumenep, Madura semakin menguatkan niat PT Perusahaan Listrik Negara (Persero)/PLN Unit Induk Pembangunan Jawa Bagian Timur dan Bali (UIP JBTB) II merealisasikan berdirinya pembangkit listrik bertenaga gas uap. Rancananya, bangunan pembangkit listrik tenaga gas dan uap (PLTGU) ini untuk memaksimalkan pasokan listrik di Madura, khususnya Sumenep.

“Energi listrik yang dihasilkan dari PLTGU yang kami bangun ini nantinya mencapai 400 Mega Watt. Daya listrik ini sudah melebihi kecukupan dari kebutuhan listrik pelanggan di Sumenep yang selama ini dipasok dari Gardu Induk Kenjeran Surabaya,” cetus Deputi Manajer Perencanaan PLN UIP JBTB II, Kasirun, Rabu (29/11/2017).

Menurutnya, pembangunan PLTGU tersebut bukan otomatis memutus aliran listrik di Madura yang selama ini dipasok dari Gardu Induk (GI) Kenjeran sebesar 150 Kilo Volt Amphere (KVA) atau 285 Mega Watt (MW). Sebab dengan adanya PLTGU di Sumenep yang dipastikan menghasilkan energi 400 MW itu, diperkirakan ada kelebihan listrik yang bisa didistribusi balik ke Surabaya.

“Karena saat ini beban puncak di Madura sekitar 185 MW dengan pertumbuhan 7,2 persen per tahun. Artinya, di tahun 2022 nanti, diperkirakan beban puncak Madura mencapai 278 MW atau mendekati batas maksimum. Nah, kelebihan energi PLTGU itu bisa dimaksimalkan untuk ‘diekspor’ ke Surabaya,” jelas Kasirun.

Dengan adanya proyek bernilai investasi sekitar Rp 4,5 triliun itu, Kasirun meyakini, Kabupaten Sumenep dan Madura pada umumnya tidak lagi kesulitan mendapat pasokan listrik andal. Apalagi, Sumenep yang sebelumnya hanya mendapat aliran dari listrik GI Kenjeran yang sudah terserap hingga 130 KV di Pamekasan, tidak lagi menikmati listrik sisa.

“Kami perkirakan pembangunan PLTGU yang dimulai tahun 2019 bisa selesai tahun 2021 dan bisa dioperasikan tahun 2022. Untuk lahannya sudah kami sediakan seluas 43 hektar di Desa Tanjung, Kecamatan Saronggi, Sumenep,” tutur Kasirun didampingi Ketua Corporate Social Responsibility (CSR) PLN UIP JBTB II, M Guritno Prakosa saat mengenalkan lebih dekat PLTGU Sumenep kepada pers, Selasa (28/11/2017).

Lebih jauh diungkapkan, saat ini rasio elektrifikasi di Madura baru sebesar 70%, dan di Sumenep hanya tercatat 55% yang terbilang jauh dibanding daerah lainnya. Jika tidak dibangun PLTGU, diyakini tahun 2022, PLN tidak bisa memenuhi kebutuhan energi yang hanya mengandalkan pasokan saat ini.

“Sehingga adanya PLTGU, diharapkan Madura sudah tidak butuh suplai listrik dari Jawa. Tapi, kami dari PLN UIP JBTB II tetap mempertahankan jaringan kabel bawah jembatan Suramadu yang ada saat ini untuk dikombinasikan dengan PLTGU Sumenep,” paparnya.

Menyoal dana Rp 4,5 triliun, Kasirun mengungkapkan, selain biaya pembangunan, anggaran tersebut juga dimaksimalkan untuk pembebasan lahan. Ia menyebut, dana sebanyak itu berdasar dari beberapa skema proposal pinjaman luar negeri dan pinjaman dari bank-bank BUMN.

“Selanjutnya, proyek PLTGU ini akan dilelang. Kami akan memberikan spesifikasi pengerjaannya, dan pemenang lelang yang akan mengaplikasikannya. Begitu juga dengan teknologinya, disesuaikan dengan pemenang lelang. Bisa dari Jepang, Korea atau lainnya,” ulasnya.

Disisi lain, Kasirun mengatakan, masyarakat sekitar sangat mendukung proyek yang telah lama direncanakan pembangunannya tersebut. Bahkan, pemerintah setempat turut mempercepat izin-izin yang dibutuhkan untuk pembangunan PLTGU Sumenep.

“Kami berharap dengan adanya PLTGU di Sumenep, semakin mendukung perkembangan pembangunan dan perekonomian masyarakat setempat, termasuk memancing masuknya investor ke Madura karena listriknya sudah andal,” tambah Soni, sapaan akrab M Guritno Prakosa. (sa/ndg/ms)

Rate this item
(1 Vote)
Read 33 times



 

 

                          

      FACEBOOK       TWITTER         GPLUS