Breaking News
Time: 5:00

PGN ‘Initial Gas In’ Gas Bumi ke JIIPE Manyar Gresik

Thursday, 08 March 2018 22:33
Penyaluran gas bumi PGN ke PT BKMS Manyar Gresik selaku pengelola JIIPE Penyaluran gas bumi PGN ke PT BKMS Manyar Gresik selaku pengelola JIIPE

Gresik, Expostnews.com - Penyaluran gas bumi perdana atau ‘initial gas in’ ke PT Berkah Kawasan Manyar Sejahtera (BKMS) telah dilakukan PT Perusahaan Gas Negara (PGN) Tbk. Sesuai rencana, perluasan infrastruktur dan jangkauan untuk pengaliran gas bumi ke pengelola kawasan Java Integrated industrial and Port Estate atau JIIPE di Manyar Gresik ini dilaksanakan, Selasa (6/3/2018), pukul 12.15 WIB.

“Tapi, suplai tahap awal dari gas yang dibutuhkan BKMS digunakan untuk mengoperasikan power plant dan menyuplai tenan industri kimia yang sudah beroperasi, yaitu PT Clariant Indonesia,” kata Sales Area Head PGN Area Surabaya Misbachul Munir dikonfirmasi, Kamis (8/3/2018).

Namun, Munir memastikan, konsumsi selanjutnya akan terus meningkat seiring dengan kian banyaknya industri yang masuk dan beroperasi di kawasan Industri terintegrasi yang dibangun anak usaha PT Pelindo III, PT Berlian Jasa Terminal Indonesia (BJTI) bersama PT AKR Corporindo Tbk. tersebut. Menurutnya, ketersediaan gas bumi untuk industri harus tetap dijaga, apalagi dalam kondisi perekonomi Indonesia yang saat ini mulai bergeliat usai dihempas krisis ekonomi global dalam beberapa tahun terakhir.

“Untuk itu, PGN secara maksimal akan terus bekerja, memperluas jangkauan infrastruktur gas dan penyaluran gas bumi agar pertumbuhan ekonomi semakin meningkat,” tutur Munir.

Sebagai catatan, total pelanggan gas bumi PGN untuk industri di area Surabaya-Gresik mencapai 169 pelanggan dengan pelanggan komersial mencapai 183 pelanggan. Sementara, pelanggan Rumah Tangga (RT) berjumlah sekitar 41.815 pelanggan.

“Sedangkan, secara nasional, pelanggan industri gas bumi PGN hampir mencapai 1.800 industri,” urai Munir.

Terpisah, Department Head, Manager Power Plant and Utility PT BKMS, Mahendra Singh mengungkapkan, suplai gas bumi untuk BKMS sangat penting. Selain untuk mengoperasikan power plant dengan kapasitas terpasang 3 X 7,6 MW, juga untuk menyuplai tenan industri yang dalam proses produksinya membutuhkan gas bumi.

“Di BKMS, saat ini ada dua industri yang sudah beroperasi, antara lain, pabrik kimia PT Clariant Indonesia, dan pabrik garam PT Unicahem Candi Indonesia,” cetus Mahendra.

Namun, ia mengingatkan, pabrik yang membutuhkan gas untuk proses produksinya, masih PT Clariant. Diyakini, November 2018, akan ada lagi industri seperti PT Nippon Indosari Corporindo Tbk. atau Sari Roti.yang menggunakan gas dalam proses produksinya.

“Ada sekitar empat perusahaan lagi yang bakal beroperasi di tahun ini,” ungkapnya.

Pertama, perusahaan pupuk PT Hextar Fertilizer Indonesia yang rencananya beroperasi pada Mei 2018, dan perusahaan beton serta kontruksi PT Adhimix Precast Indonesia yang beroperasi sekitar Juli 2018 hingga September 2018.

“Lalu, pada November juga ada dua industri lagi, masing-masing, PT Nippon Indosari Corporindo Tbk. atau Sari Roti dan PT CML,” urai Mahendra.

Ia berharap, pembangunan BKMS di Manyar, Gresik mampu memacu pertumbuhan ekonomi lokal. Mengingat, proyek tersebut bisa menyerap sekitar 100 ribu tenaga kerja. “Dengan catatan, jika telah beroperasi penuh,” ingatnya.

Sekadar tahu, JIIPE yang dikelola BKMS tersebut digadang pemerintah menjadi proyek percontohan di seluruh Indonesia sebagai kawasan industri generasi ke tiga. Mega proyek senilai Rp 50 triliun yang berada di luasan lahan sekitar 3.000 hektar dan dikonsep sebagai kawasan industri mandiri itu, dijadwalkan, Jumat (9/3/2018), diresmikan langsung Presiden Joko Widodo.

“JIIPE ini merupakan kawasan industri yang mampu mengintegrasikan antara kawasan pemukiman, kawasan industri serta pelabuhan,” paparnya. (ms/sa/irf)

Rate this item
(1 Vote)
Read 86 times



 

 

                          

      FACEBOOK       TWITTER         GPLUS