Breaking News
Time: 5:00

PLN Jatim Petakan Target 12% Pemakaian Listrik Tahun 2018

Tuesday, 13 March 2018 21:37
Deputi Manager Komunikasi dan Bina Lingkungan PT PLN Distribusi Jatim, Pinto Raharjo Deputi Manager Komunikasi dan Bina Lingkungan PT PLN Distribusi Jatim, Pinto Raharjo

Surabaya, Expostnews.com – PT Perusahaan Listrik Negara (Persero)/PLN Distribusi Jawa Timur telah memetakan setiap sisi sebagai bagian dari langkah strategis untuk memenuhi target penjualan sebesar 12% di tahun 2018. Melalui strategi pasar yang dikembangkan tersebut, diyakini target akumulasi dari sejumlah indikator pemakaian listrik mampu menumbuhkan capaian target hingga akhir tahun ini.

“Kami sudah memetakan, agar target pertumbuhan pelanggan dan penjualan dalam pemakaian listrik di Jawa Timur bisa tercapai maksimal di angka 12 persen tahun ini,” jelas Deputi Manager Komunikasi dan Bina Lingkungan PT PLN Distribusi Jatim, Pinto Raharjo, Selasa (13/3/2018).

Namun, Pinto menjelaskan, target persentase tersebut merupakan angka gabungan dari jumlah pertumbuhan pelanggan dan penjualan. Kombinasi pertumbuhan persentase penjualan dan pelanggan ini akan di manajemen secara maksimal dengan sejumlah strategi untuk menuju capaian target di tahun 2018.

“Seperti halnya, pelanggan kelas besar, seperti bisnis dan industri, akan terpenuhi sesuai dengan target. Karena, dari pemenuhan 12 persen itu, bisa mungkin dari pertumbuhan pelanggan, atau penjualan. Sehingga, pada akhirnya ketemu angka 12 persen,” jelas Pinto.

Menyoal pemetaan dari langkah strategi mencapai bilangan tersebut, Pinto yang ditemui di ruangannya mengungkapkan, ada beberapa produk unggulan yang dikenalkan di masyarakat pengguna. Ia menyebut, PLN Distribusi Jatim tetap menggelorakan pemasaran melalui launching biaya penyambungan mencicil untuk pelanggan 450 sampai 197 KvA atau 450 VA sampai 197.000 VA.

“Kami juga akan bundling dengan beberapa produsen listrik supaya menarik para peminat calon pelanggan untuk segera pasang baru. Atau, bagi pemasang baru akan mendapatkan voucher sebesar Rp100.000 dari salah satu perusahaan elektronik, dengan syarat dan ketentuan berlaku,” ulasnya.

Selain itu, lanjut Pinto, PLN Distribusi Jatim akan meluncurkan program layanan Premium yang dikhususkan untuk kawasan perumahan dan perumahan kawasan elit. Metode ini, kata Pinto, menggunakan dua jalur, agar meningkatkan pelayanan dan jumlah pelanggan yang menyesuaikan tarif listriknya. “Sehingga, nantinya tarif yang dikenakan menyesuaikan dengan tarif premium tersebut,” papar Pinto.

Bukan hanya itu. PLN Distribusi Jatim juga memetakan program lainnya dengan meluncurkan SLO. Program sertifikat laik operasi ini mampu mendorong percepatan pengisian listrik sebagai daya.

“Seperti fast charging. Misalkan, kalau ngecas mobil listrik itu perlu 3 jam, tapi dengan produk baru yang merupakan kerja sama dengan dengan salah satu universitas di Surabaya itu, ngecas mobil listrik cukup setengah jam. Ngecas HP cukup 2 menit,” katanya.

Menukil sumber lainnya, target 12% tersebut disepakati, sekaligus memaksimalkan pasokan listrik di Jatim yang hingga kini masih surplus sebesar 1.700 MW. Saat ini kapasitas terpasang pembangkit di wilayah PLN Distribusi Jatim mencapai 9.000 MW, dengan kebutuhan beban puncak harian di Jatim sekitar 5.200 MW.

“Kami yakin, target 12 persen tahun ini bisa tercapai, seiring dengan penggunaan perangkat berenergi listrik yang terus meningkat. Kami juga terus menggenjot sosialisasi pemakaian listrik di seluruh unit area PLN di Jatim,” tukasnya. (sa/ms)

Rate this item
(1 Vote)
Read 52 times



 

 

                          

      FACEBOOK       TWITTER         GPLUS