Breaking News
Time: 11:03

PGN Salurkan Gas Bumi 50 MMSCFD ke Pembangkit Listrik Muara Karang

Tuesday, 08 May 2018 18:51
Setelah melakukan serangkaian pemeriksaan keselamatan sesuai dengan standar Migas Nasional, pekerja membuka katup (valve) utama pengaliran gas bumi dari jaringan distribusi menuju fasilitas pengukuran (metering) PGN di Pembangkit Listrik Muara Karang Setelah melakukan serangkaian pemeriksaan keselamatan sesuai dengan standar Migas Nasional, pekerja membuka katup (valve) utama pengaliran gas bumi dari jaringan distribusi menuju fasilitas pengukuran (metering) PGN di Pembangkit Listrik Muara Karang

Jakarta, Expostnews.com – Tren munculnya penurunan pemanfaatan gas bumi, tak membuat surut PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN), melainkan semakin terpicu semangat untuk selalu siap menyalurkan gas buminya. Terbukti, awal Mei 2018 lalu, PGN mulai memasok kebutuhan gas bumi ke pembangkit listrik Muara Karang yang dikelola PT Pembangkit Jawa Bali Unit Pembangkitan Muara Karang (PT PJB UP Muara Karang).

“Sejak Minggu pagi, Tim PGN sudah memulai persiapan gas-in atau penyaluran gas perdana sampai ke kompresor PLN. Nah, pada, Selasa paginya atau tanggal 1 Mei 2018, kompresor PLN siap running,” tukas Sekretaris Perusahaan PGN, Rachmat Hutama di Jakarta, Selasa (8/5/2018).

Dikatakan, pada penyaluran gas bumi tersebut, PJB UP Muara Karang, PGN dan PLN telah menandatangani kontrak jual beli gas, Februari 2018, dengan jangka waktu kerjasama penyaluran selama 1 tahun. Selama masa kontrak yang disepakati itu, PGN memasok gas bumi sebesar 50 MMSCFD.

“Kapasitas terpasang pembangkit PJB UP Muara Karang, saat ini sebesar ± 1.700 MW (Blok 1, 2 dan PLTU 4-5). Rencananya, Blok 3 sebesar 500 MW yang diperkirakan beroperasi pada tahun 2020. Sehingga, total kapasitas terpasang di PJB UP Muara Karang nantinya bakal mencapai 2.200 MW,” ungkap Rachmat.

Menurutnya, pasokan gas untuk PJB UP Muara Karang didapatkan dari penyaluran gas Nusantara Regas dengan rata-rata volume 100-150 BBTUD, dan Pertamina Hulu Energi (PHE) dengan rata-rata volume 30-60 BBTUD. “Dengan masuknya penyaluran gas PGN untuk PJB UP Muara Karang, diharapkan lebih memberikan keandalan pasokan energi bahan bakar pembangkit di PJB UP Muara Karang,” tukas Rachmat.

Dijelaskan, secara sistem kelistrikan, baik IP UPJP Tanjung Priok maupun PJB UP Muara Karang, memasok kebutuhan listrik pada grid 150 KV untuk wilayah Jakarta dan sebagian Tangerang. Selanjutnya diturunkan ke sistem kelistrikan untuk industri dan rumah tangga.

“Yang pasti, PGN siap memenuhi peningkatan kebutuhan pasokan gas untuk pembangkit listrik di tengah meningkatnya harga batu bara,” yakin Rachmat.

Seperti diketahui, harga batubara terus meningkat dalam beberapa bulan terakhir. Hal ini seiring dengan tingginya permintaan dari negara-negara Asia, seperti China, India, serta Vietnam.

“Naiknya harga batu bara ini menjadi peluang bagi PGN, untuk mengambil pasar dari perusahaan pembangkitan listrik yang ingin beralih ke bahan bakar gas bumi. Apalagi, gas bumi ini lebih murah dan lebih bersih untuk lingkungan,” kata Rachmat.

Sekadar informasi, saat ini PGN sudah memasok gas untuk kebutuhan bahan bakar pembangkitan listrik, seperti Unit Pembangkitan dan Jasa Pembangkitan (UPJP) Tanjung Priok milik Indonesia Power. Penyaluran gas PGN ke UPJP Tanjung Priok ini, sudah dimulai awal tahun 2010, dan selanjutnya telah diperpanjang dalam beberapa periode kontrak.

Secara nasional, PGN telah mencatatkan penyaluran gas bumi sebesar 1.505 MMSCFD. Gas bumi yang tersebar disalurkan kepada 196.221 pelanggan dari berbagai segmen, seperti industri manufaktur serta pembangkit listrik, komersial (hotel, restoran, rumah sakit) dan Usaha Kecil Menengah (UKM), termasuk rumah tangga di Sumatera Utara, Kepulauan Riau, Riau, Sumatera Selatan, Lampung, DKI Jakarta, Jawa Barat, Banten, Jawa Tengah, Jawa Timur, Kalimantan Utara dan Sorong Papua.

PGN merupakan satu-satunya badan usaha yang menyalurkan gas bumi ke berbagai segmen pelanggan, mulai dari rumah tangga, UKM, hotel, mal, restoran, rumah sakit, industri, pembangkit listrik dan transportasi. Kini, PGN telah memiliki dan mengoperasikan pipa gas bumi sepanjang 7.453 km atau setara 80 persen pipa gas bumi hilir nasional. (sa/irf/ms)

Rate this item
(1 Vote)
Read 21 times



 

 

                          

      FACEBOOK       TWITTER         GPLUS