Breaking News
Time: 11:03

Gunakan Gas Bumi PGN, Pabrik Infus Pasuruan Efisien 30 Persen

Sunday, 13 May 2018 21:27
Gas In PGN ke PT Emjebe Pharma Pasuruan Gas In PGN ke PT Emjebe Pharma Pasuruan

Kian Agresif di Kuartal II

Pasuruan, Expostnews.com – Penambahan jumlah pelanggan dalam penyaluran gas bumi ke industri terus dilakukan PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN). Kali ini, perusahaan pelat merah pengelola dan pendistribusi gas bumi ini turut mendorong kemandirian pabrik infus, PT Emjebe Pharma di Pasuruan, Jawa Timur dengan menggunakan gas bumi dalam operasionalnya.

“Selain meningkatkan kinerja keuangan perusahaan, gas in (penyaluran gas bumi, red) ke PT Emjebe Pharma itu, juga untuk memberikan efisiensi penggunaan bahan bakar dalam pengoperasian pabrik dengan menggunakan gas bumi,” tutur Sekretaris Perusahaan PGN Rachmat Hutama, Minggu (13/5/2018).

Menurutnya, penghematan penggunaan gas bumi sebagai sumber energi, PT Emjebe Pharma bisa menghemat biaya produksi hingga 30%, dibanding masih menggunakan compressed natural gas (CNG) sebagai sebagai sumber energi. Apalagi, harga gas bumi yang disalurkan PGN, sejak Kamis (3/5/2018) itu jauh lebih murah dengan mematok harga Rp 5.800 per kubik. “Kami berharap penyaluran gas ke industri farmasi di Pasuruan ini dapat mendorong kemandirian industri lokal,” yakin Rachmat.

Sekadar tahu, berdasarkan kontrak jual beli gas yang ditandatangani kedua belah pihak, PGN memasok 350 - 1.780 MMBTU atau setara maksimal 50.000 meter kubik (m3) gas bumi ke pabrik Emjebe yang memroduksi berbagai jenis infus seperti RL, NS, D5 , dan D5NS. Namun ke depannya, pabrik infus lokal pertama di Indonesia yang berada di Jalan Raya Babatan Km. 4, Desa Bakalan, Kecamatan Purwosari, Kabupaten Pasuruan itu bisa menggandakan kontrak pembelian gas dari PGN.

“Karena saat ini tengah mendaftarkan beberapa produk farmasi terbarunya ke instansi terkait. Antara lain C-Urea Breath Test Kit, HSA Albumin, Heparin Bovine, Amino Acid, dan Ampoules,” kata Rachmat.

Sementara, penyaluran gas bumi ke Emjebe di bulan Mei ini, menambah deret panjang daftar pelanggan baru PGN di kuartal II 2018. Sebelumnya, awal April 2018, PGN telah mengumumkan gas in ke pabrik suku cadang mobil, PT Hiruta Kogyo Indonesia, dan produsen aluminium, PT Alexindo yang keduanya berlokasi di Karawang.

Kmeudian, di pertengahan bulan yang sama, PGN juga telah memasok gas untuk pabrik PT Serba Gurih Indonesia, produsen permen jahe legendaris yang produknya disebar dari Pasuruan ke berbagai negara di dunia. Lagi, pelanggan PGN terus bertambah setelah memasok gas bumi ke Pembangkit Listrik Muara Karang pada, 1 Mei 2018 lalu. Pembangkit di bawah pengelolaan anak usaha PT PLN (Persero), PT Pembangkit Jawa Bali Unit Pembangkitan Muara Karang tersebut menggunakan gas bumi PGN dengan total volume 50 MMSCFD selama 1 tahun. “Ini untuk menghidupkan 1.700 MW listrik yang akan disalurkan ke pelanggannya,” jelas Rachmat.

Pada hari yang sama, perusahaan gas yang dipimpin Jobi Triananda Hasjim ini juga memasok gas sekitar 15.101 m3 per bulan ke CV Cipta Rasa Nusantara. Produsen bolu Meranti asal Medan tersebut diperkirakan bisa menghemat biaya produksi sebesar 47%, dengan mengganti sumber energi dari gas LPG ke gas bumi yang lebih murah.

“Sampai akhir kuartal I 2018, PGN tercatat mengelola jaringan infrastruktur pipa gas sepanjang 7.453 km,” papar Rachmat.

Dari infrastruktur tersebut, PGN menyalurkan 1.505 MMSCFD gas bumi ke 196.221 pelanggan dari berbagai segmen, seperti pelanggan industri manufaktur dan pembangkit listrik, pelanggan komersial (hotel, restoran, rumah sakit) dan Usaha Kecil Menengah (UKM), serta pelanggan rumah tangga yang tersebar di Sumatera Utara, Kepulauan Riau, Riau, Sumatera Selatan, Lampung, DKI Jakarta, Jawa Barat, Banten, Jawa Tengah, Jawa Timur, Kalimantan Utara dan Sorong Papua. (ms/sa)

Rate this item
(1 Vote)
Read 28 times



 

 

                          

      FACEBOOK       TWITTER         GPLUS