Breaking News
Time: 6:39

PGN-Pertagas Finalisasi Integrasi Holding BUMN Migas

Monday, 21 May 2018 21:12
PTH Direktur Utama PT Pertamina Gas Indra Setyawati (kiri), Direktur PIMR PT Pertamina (Persero) Gigih Prakoso (tengah), Direktur Utama PT Perusahaan Gas Negara Tbk Jobi Triananda Hasjim (kanan) berfoto bersama saat Konferensi Pers Holding Migas PGN - Pertagas di Kantor Kementerian BUMN RI, Jakarta, Senin (21/5/2018) PTH Direktur Utama PT Pertamina Gas Indra Setyawati (kiri), Direktur PIMR PT Pertamina (Persero) Gigih Prakoso (tengah), Direktur Utama PT Perusahaan Gas Negara Tbk Jobi Triananda Hasjim (kanan) berfoto bersama saat Konferensi Pers Holding Migas PGN - Pertagas di Kantor Kementerian BUMN RI, Jakarta, Senin (21/5/2018)

Jamin 100% Pertahankan Karyawan

Jakarta, Expostnews.com – Dua perusahaan besar pengelola energi milik pemerintah, PT Pertamina Gas (Pertagas) di bawah ‘bendera’ PT Pertamina (Persero) dan PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN), mencapai sepakat dalam holding Badan Usaha Milik Negara Minyak dan Gas (BUMN Migas). Praktis, integrasi keduanya akan menghasilkan pengelolaan infrastruktur gas yang terhubung dari Indonesia bagian Barat (Arun) hingga Indonesia bagian Timur (Papua) dalam satu perusahaan.

“Perkembangan terkini dari proses pembentukan holding BUMN Migas, yakni Pertamina dan PGN tengah melakukan finalisasi mekanisme integrasi yang paling baik bagi kedua perusahaan,” ungkap Deputi Bidang Pertambangan dan Industri Strategis Kementerian BUMN, Fajar Harry Sampurno, Senin (21/5/2018).

Menurutnya, integrasi pengelolaan bisnis gas ini dilakukan, guna mendorong perekonomian dan ketahanan energi secara nasional. Diharapkan, setelah proses integrasi ini selesai, PT Pertamina (Persero) sebagai holding BUMN Migas dapat memberi wewenang, sekaligus mengarahkan subholding gas menjadi ujung tombak bisnis gas di Indonesia.

“Sebagai perusahaan terbuka (Tbk), PGN nanti akan menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) dengan agenda persetujuan pemegang saham atas transaksi material terkait dengan integrasi tersebut,” jelasnya.

Dikatakan, ada lima hal yang nantinya bisa diharapkan dari holding BUMN Migas hasil integrasi dua perusahaan pelat merah bidang energi tersebut. Pertama, menciptakan efisiensi dalam rantai bisnis gas bumi. “Sehingga, tercipta harga gas yang lebih terjangkau kepada konsumen,” kata Fajar.

Kedua, meningkatkan kapasitas dan volume pengelolaan gas bumi nasional, dan meningkatkan kinerja keuangan holding BUMN Migas, serta meningkatkan peran holding migas dalam memperkuat infrastruktur migas di Indonesia. “Yang ke 5 adalah, penghematan biaya investasi dengan tidak terjadinya lagi duplikasi pembangunan infrastruktur antara PGN dan Pertagas,” tuturnya.

Menyinggung dampak integrasi dalam satu pengelolaan holding bagi karyawan? Fajar mengatakan, perubahan status PGN yang kini menjadi anak usaha Pertamina, maupun Pertagas tidak akan merugikan para karyawan yang bekerja di kedua perusahaan tersebut. Mengutip Buku Putih Pembentukan Holding BUMN Migas, Fajar menegaskan, tidak ada pengurangan jumlah karyawan di setiap perusahaan.

"Pembentukan holding BUMN Migas tetap mempertahankan 100 persen pekerja yang ada saat ini, dan juga tidak ada perubahan kompensasi maupun benefit bagi karyawan,” jaminnya.

Selain itu, para karyawan PGN dan Pertagas juga tetap memperoleh kesempatan yang sama dalam program pengembangan pekerja. “Termasuk hak dan kewajiban pekerja sebagaimana diatur dalam Perjanjian Kerja Bersama (PKB),” yakinnya. (sa/ms/hum)

Rate this item
(1 Vote)
Read 42 times



 

 

                          

      FACEBOOK       TWITTER         GPLUS