Breaking News
Time: 6:39

Kuartal I, Produksi Gas PHE Catatkan Kenaikan 2 Persen

Friday, 25 May 2018 21:32

Jakarta, Expostnews.com – Produksi gas yang dihasilkan anak usaha PT Pertamina (Persero) di sektor hulu, PT Pertamina Hulu Energi (PHE) naik 2% sepanjang Januari-Maret 2018. Melonjaknya produksi gas di kuartal pertama tersebut, PHE mematok target di bulan Maret dengan besaran 767,8 MMSCFD, atau realisasinya 1,2% lebih tinggi.

“Ya, sepanjang Januari-Maret produksi gas kami mencapai 777 juta kaki kubik per hari (MMSCFD) atau naik 2 persen dibanding periode yang sama 2017 sebesar 765 MMSCFD,” ungkap R. Gunung Sardjono Hadi, Direktur Utama PHE, Jumat (25/5/2018).

Untuk produksi minyak, kata Gunung, sapaannya, pada tiga bulan pertama 2018, PHE mampu mencatatkan 63,037 barrel oil per day (BOPD). Capaian ini tidak jauh beda dibanding periode yang sama 2017, sebesar 62,623 BOPD. “Kini, pada 2018, PHE menargetkan produksi minyak bulan Maret sebesar 65,243 BOPD, sehingga produksi Maret 2018 tercatat 96,6% dari target,” tutur Gunung.

Menurutnya, PHE akan mempercepat monetisasi cadangan PHE dengan penerapan strategi klasterisasi sumber cadangan. Strategi ini, lanjutnya, bisa digunakan di wilayah kerja yang memiliki cadangan gas tidak terlalu besar, namun bisa segera dimonetisasi. “Dengan klasterisasi, PHE tidak lagi berpikir hanya menunggu pembeli gas, tapi berinovasi bagaimana menciptakan pasar. Karena, meski memiliki cadangan besar akan percuma jika tidak ada penyerap gas,” ingat Gunung.

Artinya, PHE tidak lagi tergantung pasar, melainkan menciptakan pasar melalui konsep monetisasi gas tersebut dengan klaster. “Jadi kami juga harus berpikir, bagaimana bisa masuk ke midstream,” tambahnya.

Ia mencontohkan pengembangan gas di Senoro. Gas Senoro tidak akan pernah dimonetisasi andai kata tidak terbangun fasilitas kilang serta regasifikasi DSLNG yang bekerja sama dengan beberapa perusahaan. Untuk itu PHE lebih membuka diri dalam menjalin kerja sama dengan perusahaan lain.

“Itu salah satu contoh untuk pengembangan lain. Kami mencoba mencari, menciptakan pasar baru. Jadi kami tidak duduk manis menunggu datang pembeli,” ujar Gunung.

Sementara, Ekariza, Direktur Operasi dan Produksi PHE mengatakan, realisasi produksi gas PHE sangat tergantung dari penyerapan di pasar. Apabila, penyerapan pasar besar, maka PHE bisa meningkatkan produksi gasnya.

“Produksi gas kuartal I lebih tinggi karena ada peningkatan penyerapan. Kontribusi produksi terbesar berasal dari Tomori. Selain Tomori, kontribusi produksi gas PHE berasal dari blok Offshore North West Java (ONWJ), Jambi Merang dan West Madura Offshore (WMO),” tukas Ekariza. (sa/ms/hum)

Rate this item
(1 Vote)
Read 47 times



 

 

                          

      FACEBOOK       TWITTER         GPLUS