Breaking News
Time: 2:30
Displaying items by tag: suplai

Surabaya, Expostnews.com - Keandalan suplai listrik yang dikelola PT Perusahaan Listrik Negara (Perser)/PLN, diyakini mampu meningkatkan kinerja ekonomi di Provinsi Jawa Timur. Komitmen PLN ini seiring dengan direalisasikannya pembangunan jaringan tegangan ekstra tinggi, menengah dan tegangan ekstra rendah di Jawa Timur.

“Jaringan ekstra tinggi yang kami bangun berdaya 500 KV hingga tegangan menengah 20 KV dan tegangan rendah 220 V atau 380 V,” cetus Kepala Divisi Pengembangan Regional Jawa Bagian Timur dan Bali PT PLN (Persero), Paranai Suhasfan, Rabu (21/12/2016).

Karenanya, kata Paranai, saat ini PLN tengah berkonsentrasi membangun Gardu Induk (GI) dan jaringan listrik untuk meningkatkan keandalan suplai listriknya di Jatim. Ia menyebut, untuk pembangunan jaringan tegangan ekstra tinggi 500 KV dari Grati Pasuruan hingga GI Surabaya Selatan di Wonorejo Surabaya.

“Proyek ini memang sempat tertunda 18 tahun. Tapi, begitu direalisasikan tahun ini, kami pasang target pembangunannya selesai tahun 2019,” yakin Paranai usai acara Multi Stakeholder Forum yang digelar oleh PT PLN Persero Regional Jawa bagian Timur dan Bali yang berlangsung di Surabaya, Selasa (20/12/2016).

Disisi lain, Paranai menjelaskan, suplai listrik untuk wilayah Jatim dari PLN, saat ini relatif sangat besar. Bahkan, sampai dengan Oktober 2016, daya suplai listrik yang cukup besar tersebut mampu menyuplai tiga provinsi lain di luar Jawa Timur.

“Suplai listrik di Jawa Timur ini mencapai 9.000 MW, dengan beban puncak di Jatim hanya dikisaran 5.263 Mega Watt (MW). Saking berlebihnya, suplai listrik di Jawa Timur itu sampai disalurkan ke Jawa Tengah dan Jawa Barat yang mencapai sekitar 1.364 MW, termasuk ke Bali sekitar 300 MW,” urai Paranai.

Sementara, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah ( Bappeda) Jatim, Fatah Yasin mengatakan, PLN harus merespon tingginya kebutuhan listrik Jatim yang cukup besar tersebut. Fatah mengungkapkan, daerah segi tiga emas yang meliputi Tuban, Bojonegoro dan Lomongan serta daerah sepanjang Pantai Utara, merupakan daerah di Jatim yang butuh respon suplai listrik PLN. “Karena pembangunan industri akan sangat besar disana. Karena dukungan suplai listrik menjadi fakror utama dalam pertumbuhan industri dan ekonomi daerah. Jadi, kalau bisa PLN juga melihat rencana tata ruang provinsi Jatim,” harap Fatah.

Ia juga meyakini, dukungan sistem kelistrikan PLN, akan semakin meningkatkan dan memperbaiki kinerja Pemprov Jatim. Sebab, hingga akhir 2016 kinerja ekonomi di Jatim bisa mencapai 5,6%. “Tahun depan, kami proyeksikan kinerja ekonomi Pemprov Jatim bisa naik lagi hingga di level 5,7 persen sampai 6 persen,” paparnya. (sa/ms/dz)

Harga Baru, Pertamina Jatim Jamin Suplai BBM Aman

Wednesday, 19 November 2014 10:35 Published in Energi

Surabaya, Exspost.com - PT Pertamina Marketing Operation Region (MOR) V Jatim memastikan, stok bahan bakar minyak (BBM) jenis Premium (bensin) dan Solar di Jatim aman. Namun demikian, Pertamina MOR V Jatim sempat kualahan setelah penyaluran harian dalam tiga minggu terakhir meningkat.

"Memang terjadi peningkatan konsumsi harian BBM bersubsidi di MOR V dalam tiga minggu terakhir. Tapi, kami pastikan stok BBM di Jatim aman meski pemerintah telah menetapkan penyesuaian harga," yakin Asisstant Manager External Relations Pertamina MOR V Jatim, Heppy Wulansari, Rabu (19/11/2014).

Sementara, berdasarkan pantuan, peningkatan konsumsi penyaluran harian BBM bersubsidi dalam tiga minggu terakhir di area MOR V naik 8% untuk BBM subsidi jenis Premium. Hal serupa juga terjadi pada BBM subsidi jenis Solar yang ikut meningkat konsumsi penyaluran hariannya mencapai 22%/hari.

"Ya, memang ada peningkatan harian. Seperti Premium dari semula 15.511 KL per hari menjadi hampir 16.967 KL per hari. Demikian juga dengan Solar dari 7.245 KL per hari menjadi sekitar 8.803 KL per hari," jelas Heppy.

Ia mengakui, pengumuman kenaikan harga yang dilakukan pemerintah waktunya relatif singkat. Ujungnya, lonjakan konsumsi menjelang pemberlakukan harga baru naik drastis. "Untungnya, kami kondisi itu dapat diantisipasi dengan baik," akunya.

Diungkapkan, tren kenaikan tersebut sama seperti setahun sebelumnya. Menurutnya, permintaan konsumsi BBM subsidi di masyarakat pada 2013 lalu itu meningkat tajam. "Tidak jauh beda dengan tahun lalu, saat menjelang pengumuman kebijakan penyesuaian harga BBM bersubsidi," ulas Heppy.

Namun ia meyakini, pasca pemberlakuan harga baru, biasanya konsumsi BBM akan mengalami penurunan. Meski demikian, pihaknya tetap waspada untuk terus menginstruksikan ke seluruh Stasiun Pengisian Bahan bakar Umum (SPBU) menjaga stok BBM di level aman.

"Untuk SPBU yang stoknya kritis karena adanya rush menjelang kenaikan harga, kami minta segera melakukan penebusan BBM," pinta perempuan berambut panjang lurus ini.

Selain memonitor ketersediaan stok BBM subsidi, Pertamina MOR V Jatim juga memastikan stok BBM non subsidi seperti Pertamax dan Pertamia Dex dalam kondisi cukup. "Ini untuk antisipasi adanya peralihan konsumen, mengingat disparitas harga yang semakin kecil antara BBM subsidi dan non subsidi," ujar Heppy. (esp1)


Editor : Syarif Ab

Bayar Tunai, Trading Puspa Agro Alokasikan Rp 20 Miliar

Monday, 27 October 2014 21:42 Published in Agribis

Surabaya, Exspost.com - Melalui Divisi Trading, PT Puspa Agro sebagai badan hukum pasar induk Jawa Timur ini telah mengalokasikan Rp 20 miliar. Anggaran tahun 2015 itu akan dimaksimalkan untuk membayar tunai produk pertanian dan peternakan yang disuplai ke Puspa Agro.

“Ini untuk memperpendek mata rantai tengkulak. Sehingga, petani atau peternak mendapat nilai lebih dari proses trading yang sudah kami mulai sejak Februari 2014,” kata Direktur PT Puspa Agro, Abdullah Muchibudin, Senin (27/10/2014).

Menurutnya, selain memangkas mahalnya distribusi produk pertanian dan peternakan, sistem dan proses pembayaran juga dilakukan secara tunai. Sebab, selama ini, petani atau peternak tidak pernah menerima pembayaran tunai jika menjual produknya melalui tengkulak.

“Singkatnya, begitu barang atau komoditas kami terima dari petani/peternak, kami akan bayarkan tunai sesuai harga kesepakatan. Dengan begitu, produk pertanian dan peternakan yang dijual akan memiliki nilai ekonomis mencapai 2,5 persen dan bisa bersaing dengan produk impor,” ingat lelaki yang akrab disapa Udin ini.

Bahkan, kata Udin, Divisi Trading Puspa Agro akan membayar lebih mahal dari harga yang biasa ditawarkan tengkulak ke petani atau peternak. Semangatnya, dengan Divisi Trading ini, bisa menekan mahalnya produk pertanian dan peternakan ketika sampai ke end user. “Ya. Produk petani dan peternak tidak akan sia-sia, dan konsumen bisa menikmati dengan harga yang lebih terjangkau dan bersaing,” paparnya.

Dicontohkan, komoditas semangka yang selama ini dijual petani ke tengkulak hanya dihargai Rp 2300/kg. Namun, Puspa Agro berani mematok pembelian semangka petani senilai Rp 4.500/kg. “Dan kami menjual ke end user sebesar Rp 5.304/kg. Artinya, nilai tambah petani sebesar 29 persen, sedangkan kami mendapat untung sekitar 2,5 persen,” jelas lelaki berkacamata ini.

Sementara, divisi baru bentukan Puspa Agro ini telah menjalin kerjasama dengan sejumlah perusahaan besar seperti Carefour, Indocater, Invivo dan Indokom. Dalam perkembangannya, produk petani dan peternak yang sebelumnya dibeli Puspa Agro itu disuplai ke perusahaan tersebut sesuai dengan permintaan. “Dengan Carefour misalkan, Puspa Agro telah menyuplai sayur, buah, telur dan ayam hingga 168 ton dari periode Februari-Agustus 2014,” catat Udin.

Udin juga menyebut, pasokan ikan laut dan tambak juga telah mendapat kerjasama distribusi ke Indocater. Di perusahaan catering tersebut, Puspa Agro mampu menyuplai kebutuhan permintaan sebesar 14,3 ton atau setara dengan Rp 1,8 miliar pada September-Oktober 2014. “Puspa Agro juga memasok semangka, melon dan jeruk, masing-masing untuk dua perusahaan sebanyak 4 ton pada periode yang sama,” tuturnya.

Dua perusahaan yang telah menggunakan Puspa Agro memasok kebutuhan melalui Divisi Tradingnya itu, memancing perusahaan lain untuk melakukan kerjasama serupa. Menurut Udin, kerjasama tersebut mulai dijalin dengan PT Invivo untuk memasok produk jagung yang berasal dari gabungan kelompok tani (gapoktan) Gresik. “Besaran suplainya mencapai kisaran 600-800 ton selama tiga bulan. Demikian juga dengan PT Indokom, Puspa Agro memasok kopi dari gapoktan Jember sebanyak 364 ton atau setara dengan Rp 7 miliar,” ungkapnya.

Udin mengelak, jika selama kurun berjalan ini, Divisi Trading sempat mengalami kesulitan pasokan dari petani/peternak karena kendala musim. Justru, pasokan kebutuhan dari petani dan peternak ke Puspa Agro tidak menyusut akibat hambatan proses distribusi.

“Tidak. Kami tidak mengalami kesulitan untuk mendapatkan produk hortikultura di Jawa Timur. Jujur saja, semua pasokan kebutuhan itu, kami ambil dari Jatim. Meski musim kemarau, pasokan kebutuhan yang disuplai petani tidak menurun,” tepisnya.

Hal ini tampaknya linier dengan catatan Badan Pusat Statistik (BPS) Jatim. Data indeks harga yang diterima petani naik sebesar 1,05% dari 117,76 di bulan Agustus menjadi 118,99 pada September 2014. “Kenaikan harga yang dibayar petani memang lebih rendah, sekitar 0,35 persen dari 112,60 di bulan Agustus menjadi 113,00 pada September 2014,” tutur M. Sairi Hasbullah, Kepala BPS Jatim terpisah. (esp15)


Editor : Syarif Ab

Dalih Rugi, Hari Ini Pertamina Naikkan Harga Elpiji 12 Kg

Wednesday, 10 September 2014 19:33 Published in Energi

Harga Konsumen Bisa Variatif, Banyuwangi Tertinggi

Surabaya, Exspost.com – Kebijakan PT Pertamina (Persero) menaikkan harga Elpiji 12 kg mulai hari ini, Rabu (10/9/2014) berimbas ke Jawa Timur. Harga jual Elpiji 12 kg di agen-agen Elpiji Pertamina di wilayah Jawa Timur naik dari Rp 89.300/tabung – Rp 92.800/tabung menjadi Rp 110.800 – Rp 114.200/tabung.

Bisa jadi, harga tersebut ikut terkerek naik saat menyentuh pengguna. Bahkan, naiknya harga Elpiji 12 kg atas dalih kerugian Pertamina akibat tingginya harga Elpiji di pasar internasional serta melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dollar AS itu dipastikan bervariasi di tingkat konsumen.

“Untuk harga di konsumen bisa bervariasi. Ini karena disesuaikan dengan jarak suplai point,” jelas Assistant Manager External Marketing Operation Region (MOR) V Jatim, Heppy Wulansari, Rabu (10/9/2014).

Heppy mencontohkan, di wilayah Banyuwangi, harga Elpiji 12 kg ditingkat konsumen bisa paling tinggi dibanding daerah lainnya. Sebab, jarak suplai point pemasok Elpiji 12 kg relatif jauh dari kabupaten di ujung paling timur pulau Jawa tersebut. “Sedangkan, harga Elpiji 12 kg di Surabaya dan sekitarnya masih berada dikisaran terendah,” cetus Heppy.

Mengantisipasi peralihan konsumen Elpiji 12 kg ke Elpiji 3 kg, Heppy mengaku, Pertamina akan melakukan monitoring. Pengawasan dalam hal distribusi Elpiji 3 kg ini dilakukan hingga ke pangkalan. “Kami memonitoring dengan menggunakan aplikasi SIMOL3K (Sistem Monitoring Penyaluran Elpiji 3 kg, red),” ingatnya.

Bagaimana dengan antisipasi lonjakan harga Elpiji di tingkat pengecer ? Heppy mengatakan, pihaknya akan menetapkan harga eceran Elpiji 12 kg di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) yang menjadi outlet Elpiji 12 kg. “Ini dimaksudkan agar SPBU bisa berperan menjadi barometer harga Elpiji 12 kg, apabila pengecer menaikkan harga Elpiji secara liar,” katanya.

Disisi lain, Heppy juga menjelaskan, Elpiji 12 kg saat ini juga sudah dijual di 397 SPBU yang tersebar di seluruh kota/kabupaten di Jatim. Harga di SPBU ini bisa menajdi barometer harga Elpiji 12 kg di suatu wilayah. “Sehingga jika harga di pasaran terlalu tinggi, masyarakat bisa membeli Elpiji 12 kg di SPBU yang menyediakannya,” tukas Heppy.

Sekadar tahu, sepanjang 2014 tercatat konsumsi Elpiji 12 kg di Jatim mencapai 54.295 MetrikTon (MT) atau hanya sekitar 7% dibandingkan konsumsi Elpiji 3 kg yang mencapai 755.044 MT. (esp1)


Editor : Syarif Ab



 

 

                          

      FACEBOOK       TWITTER         GPLUS