Breaking News
Time: 2:43

BI Jatim Buka Kas Titipan Rp 125 Miliar di Bank Jatim Bojonegoro

Tuesday, 30 May 2017 22:26
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Timur yang juga selaku Direktur Eksekutif, Difi Ahmad Johansya saat meresmikan kas titipan (cash point) di Bank Jatim Kantor Cabang Bojonegoro, Selasa (30/5/2017) Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Timur yang juga selaku Direktur Eksekutif, Difi Ahmad Johansya saat meresmikan kas titipan (cash point) di Bank Jatim Kantor Cabang Bojonegoro, Selasa (30/5/2017)

Perluas Akses Kebutuhan Uang

Surabaya, Expostnews.com – Wilayah Kabupaten Bojonegoro, kini tak lagi risau dengan ketersediaan uang cash alias tunai. Melalui PT Bank Pembangunan Daerah (BPD) Jawa Timur Tbk (Bank Jatim) Kantor Cabang Bojonegoro, Bank Indonesia (BI) Provinsi Jawa Timur selaku otoritas sistem pembayaran di Indonesia, telah menitipkan uang tunai sebagai kas titipan untuk memenuhi kebutuhan uang di perbankan di Bojonegoro.

“Kas titipan ini merupakan upaya BI Jawa Timur memperluas akses kebutuhan uang di wilayah Bojonegoro,” jelas Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Timur yang juga selaku Direktur Eksekutif, Difi Ahmad Johansyah dikonfirmasi usai peresmian kas titipan (cash point) di Bank Jatim Kantor Cabang Bojonegoro, Selasa (30/5/2017).

Menurutnya, kas titipan Bojonegoro ini merupakan kas titipan ke 77 dari seluruh kas titipan di Indonesia. Sedangkan, batas maksimal dari kepemilikan jumlah uang/plafon dalam kas titipan tersebut telah ditetapkan besaran nominalnya. “Kas titipan Bojonegoro ini sebesar Rp 125 miliar. Kas Titipan ini untuk melayani distribusi uang wilayah Bojonegoro dan sekitarnya,” ujar Difi didampingi Sekda Kabupaten Bojonegoro, Suhadi Muliono, Direktur Bisnis Menengah dan Korporasi BPD Jawa Timur, Su'udi, Forpimda Bojonegoro, serta perbankan di wilayah Bojonegoro.

Dikatakan, kas titipan ini merupakan kegiatan penyediaan uang yang dilakukan BI melalui mekanisme penitipan sejumlah uang pada salah satu bank yang ditunjuk. Diharapkan, dari bank yang ditunjuk tersebut akan mencukupi persediaan kas bank-bank dalam rangka memenuhi kebutuhan uang masyarakat.

“Kegiatan ini (kas titipan, red) merupakan salah satu kerjasama Bank Indonesia dengan berbagai pihak, khususnya perbankan untuk meningkatkan ketersediaan uang kartal di Kabupaten Bojonegoro,” ulas orang nomor satu di BI Jatim ini.

Mengapa harus Bank Jatim? Difi menjelaskan, Bank Jatim Kantor Cabang Bojonegoro dianggap layak sebagai lokasi kas titipan karena ketersediaan sumber daya manusia (SDM) yang mumpuni dalam pengelolaan kas titipan. Alasan lainnya, karena mempertimbangkan kondisi khazanah bank, khususnya Bank Jatim Kantor Cabang Bojoinegoro. “Karena layak dan siap untuk menampung kas titipan,” ingat Difi.

Semua ini, lanjut Difi, sebagai upaya BI yang ingin memastikan peredaran uang rupiah layak edar di seluruh wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Kepastian akan ketersediaan uang layak edar tersebut, mulai dari segi nominal maupun jenis pecahannya. “Tentu saja, secara tepat waktu dan tepat jumlah,” tuturnya. (bij/ms/sa)

Rate this item
(1 Vote)
Read 95 times



 

 

                          

      FACEBOOK       TWITTER         GPLUS