Breaking News
Time: 5:49

PTPN XI Diguyur Modal Negara Rp 650 Miliar

Wednesday, 20 September 2017 21:52
Paparan sebelum proses MoU PTPN XI dengan PT PLN Distribusi Jatim dan PT Surveyor Indonesia, Rabu (20/9/2017) Paparan sebelum proses MoU PTPN XI dengan PT PLN Distribusi Jatim dan PT Surveyor Indonesia, Rabu (20/9/2017)

MoU PLN Jual Listrik 2 PG

Surabaya, Expostnews.com - Struktur permodalan dan kapasitas usaha yang dikelola PT Perkebunan Nusantara (PTPN) XI diyakini mampu mendukung pencapaian program nasional, khususnya kedaulatan pangan dan energi. Keyakinan ini menguat setelah pemerintah menggerojok tambahan modal dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) melalui Penyertaan Modal Negara (PMN) untuk invetasi PG Assembagoes dan PG Djatiroto.

“Total dana PMN yang diterima PTPN XI besarnya mencapai Rp 650.000.000.000,” tukas Direktur Utama (Dirut) PTPN XI, M. Cholidi, Rabu (20/9/2017).

Menurut Cholidi, total modal yang disertakan pemerintah untuk meningkatkan kapasitas dan produksi gula PTPN XI senilai Rp 650 miliar tersebut berasal dari penambahan PMN yang diterima PTPN III ke dalam saham perusahaannya. Hanya saja, kata Cholidi, dana PMN yang dijadikan bagian rencana investasi PTPN XI untuk dua pabrik gula (PG) Assembagoes dan PG Djatiroto tersebut masih terbilang kurang. “Artinya, selama 4 tahun, atau dalam kurun 2015-2019, investasi yang diperlukan untuk menambah modal dan meningkatkan kapasitas produksi dua PG nilainya mencapai Rp 1,5 triliun,” cetus Cholidi.

Namun, Cholidi mengatakan, dana PMN tersebut tetap akan dimaksimalkan PTPN XI untuk membiayai pengembangan industri berbasis tebu di dua PG miliknya tersebut. Masing-masing dari keduanya, mendapat bagian alokasi PMN sebesar Rp 250 miliar untuk PG Assembagoes, dan Rp 400 miliar ditambatkan ke PG Djatiroto.


 “Sedangkan, nilai proyek investasi yang totalnya Rp 1,5 triliun digunakan untuk kebutuhan pengembangan industri berbasis tebu di PG Assembagoes besarannya Rp 728 miliar, dan untuk PG Djatiroto nilainya Rp 870 miliar,” urai Cholidi disela penandatanganan nota kesepahaman/Memorandum of Understanding (MoU) pemanfaatan sumber listrik atau Excess Power yang dihasilkan PG Djatiroto dan PG Assembagoes melalui mekanisme jual beli antara PT PLN (Persero) yang dilakukan PLN Distribusi Jatim, sekaligus MoU PTPN XI dengan PT Surveyor Indonesia (Persero)/SI terkait verifikasi dan pengawasan mutu gula di aula kantor PTPN XI di Jl Merak, Surabaya, Rabu (20/9/2017) pagi.

Disebutkan, selain dengan dua Badan Usaha Milik Negara (BUMN) beda bidang pengusahaannya itu, PTPN XI juga melakukan MoU dengan lembaga keuangan dan perbankan. Lembaga keuangan dan perbankan ini, lanjut Cholidi, sebagai pendukung penuh kelanjutan proses investasi sendiri yang dilakukan PTPN XI untuk revitalisasi dua PG-nya.

“Khusus untuk pembangkitan energi dari renewable resources yaitu bagasse, pendanaannya melalui PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero). Sedangkan, sisa pendanaan untuk proyek PMN ini berasal dari perbankan, diantaranya PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk dan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk,” ujarnya.

Untuk diketahui, nilai PMN yang didistribusikan ke PTPN XI itu telah sesuai Peraturan Pemerintah No. 139 tahun 2015 tentang penambahan PMN ke dalam saham perusahaan perseroan PTPN XI sebesar Rp 65.000.000.000. Selain itu, PTPN XI masih mendapat tambahan PMN yang dikuatkan Peraturan Pemerintah No. 135 tahun 2015 tentang penambahan PMN ke dalam saham perusahaan melalui perseroan PTPN III dengan besaran Rp 585.000.000.000. “Sehingga, total dana PMN yang diterima PTPN XI jumlahnya Rp 650 miliar,” cetus Cholidi usai pelaksanaan MoU yang dihadiri langsung GM PLN Distribusi Jatim, Dwi Kusnanto dan Direktur Utama PT Surveyor Indonesia (Persero), M. Arif Zainuddin. (sa/ms)

 

Rate this item
(1 Vote)
Read 107 times



 

 

                          

      FACEBOOK       TWITTER         GPLUS