Breaking News
Time: 6:40

Kian Agresif, Pelindo III Siapkan Rp 4,3 T Tuntaskan 3 Mega Proyek Tahun 2018

Wednesday, 24 January 2018 20:21
Bongkar muat kapal di Terminal Teluk Lamong Surabaya Bongkar muat kapal di Terminal Teluk Lamong Surabaya

Susul Laba Bersih Rp 2,01 T Tahun 2017 


Surabaya, Expostnews.com - Memasuki tahun 2018, adrenalin PT Pelabuhan Indonesia III (Persero)/Pelindo III kian agresif berinvestasi. Apalagi, sepanjang tahun 2017, perseroan pelat merah kepelabuhanan yang berkantor pusat di Tanjung Perak Surabaya ini mampu membukukan laba bersih tahun 2017, sebesar Rp 2,013 triliun.


“Ya, dibanding 2016 yang sebesar Rp 1,51 triliun, tahun 2017, laba kami tumbuh 41 persen. Untuk tahun ini, kami akan lebih agresif berinvestasi,” cetus CEO Pelindo III, IG. N. Askhara Danadiputra, Rabu (24/1/2018).


Diungkapkan, investasi yang dilakukan Pelindo III di tahun 2018, di antaranya membangun flyover sebagai akses yang menyambungkan Jalan Lingkar Luar Barat (JLLB) Surabaya ke Terminal Teluk Lamong (TTL) di Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya. Proyek prestisius yang akan diwujudkan tersebut merupakan bentuk dorongan terhadap proyek strategis nasional.


“Total anggaran yang kami siapkan untuk membangun flyover mencapai Rp 1,3 triliun. Yang pasti, kami akan berinvestasi pada sejumlah bidang,” yakin pejabat BUMN yang akrab disapa Ari Askhara ini.


Selain flyover, investasi lain yang digagas Pelindo III di tahun 2018 adalah pembangunan Terminal Gili Mas sebagai perluasan Pelabuhan Lembar, Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB). Pembangunan terminal multi purpose tidak hanya diperuntukkan bongkar muat peti kemas, melainkan juga untuk dermaga kapal pesiar internasional. “Nilai investasinya menelan Rp 1,3 triliun,” tukas Ari.


Bukan hanya itu. Pelindo III juga tengah melakukan upaya lainnya dalam mendukung sektor pariwisata. Dukungan tersebut berupa rencana perluasan dan penambahan fasilitas di Pelabuhan Benoa Bali. Pelabuhan di Pulau Dewata yang ditargetkan selesai pembangunannya September 2018 itu sengaja disiapkan sebagai salah satu gerbang wisata negara yang membanggakan pada ajang internasional pertemuan tahunan IMF-World Bank Group 2018 di bulan Oktober nanti

"Kami taksir, menghabiskan dana tidak kurang dari Rp 1,7 triliun," ungkap Ari.


Menyinggung laba tahun 2017, Ari mengungkapkan, Pelindo III memperoleh laba bersih tahun 2017 dengan capaian Rp 2,013 triliun. Bilangan laba 41% yang belum diaudit tersebut lebih besar dibanding tahun 2016 yang besarannya Rp1,51 triliun.


“Perolehan laba bersih ini melampaui target tahun 2017 yang telah ditetapkan sebesar Rp1,65 triliun itu mengalami lonjakan,” tuturnya usai Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) di Kementerian BUMN, Jakarta, Selasa (23/1/2018).


Ari mengungkapkan, langkah efisiensi yang dilakukan korporasi turut menyokong melonjaknya perolehan laba Pelindo III tahun 2017. Ia mencatat, hingga Oktober 2017, langkah efisiensi telah menyumbang penghematan senilai Rp 324 miliar. “Efisiensi ini kami intensifkan pada 38 pos pengeluaran non-operasional. Sehingga, tidak memengaruhi kualitas layanan kinerja pada pengguna jasa,” tuturnya.


Namun demikian, lanjut Ari, core business sisi operasional pelabuhan masih mendominasi pendapatan korporasi tahun 2017. Ia menyebut, pendapatan dari jasa bongkar muat peti kemas mencapai Rp 5,1 triliun atau 8% lebih tinggi daripada target yang ditetapkan. Artinya, target tersebut mencatatkan peningkatan dari tahun sebelumnya yang hanya sebesar 16%.


“Sumber pendapatan lain dari sisi operasional adalah jasa bongkar muat barang non-peti kemas, serta jasa pemanduan dan jasa penundaan kapal,” katanya.


Ari juga memaparkan, upaya diversifikasi bisnis perseroan terus didorong untuk meningkatkan kontribusi pendapatan dari sektor non-kepelabuhanan, salah satunya bisnis properti. Melalui anak usahanya, PT Pelindo Properti Indonesia (PPI), Pelindo III menyerahkan pengelolaan sejumlah asetnya di Surabaya, seperti destinasi wisata maritim Surabaya North Quay, dan gedung pertemuan megah Grand Varuna Convex, termasuk proyek menara perkantoran Pelindo Office Tower.


“Diversifikasi bisnis ini mulai menunjukkan progres yang positif. Pada sektor pengusahaan properti, pendapatan tercatat melonjak hingga 91 persen, jika dibandingkan dengan tahun 2016,” urainya. (sa/hum/ms)

 

Rate this item
(1 Vote)
Read 71 times



 

 

                          

      FACEBOOK       TWITTER         GPLUS