Breaking News
Time: 7:24

Truk BBG Teluk Lamong 'Mati Suri'

Sunday, 11 February 2018 21:45
Ilustrasi Ilustrasi

Surabaya, Expostnews.com - Truk-truk besar non polutan pengangkut peti kemas yang berada di Terminal Teluk Lamong Surabaya dinilai belum optimal dalam pemanfaatannya. Apalagi, lebih dari 2,5 tahun, keberadaan truk angkutan barang berbahan bakar gas (BBG) yang bergerak di anak usaha PT Pelindo III (Persero) itu belum sepenuhnya dioperasikan sesuai jumlah unit yang tersedia.

Alhasil, angkutan barang yang pengadaannya melalui kontrak kerja itu, kini banyak yang menganggur dalam pengoperasiannya. Praktis, kondisi ini memunculkan beragam dugaan dari ‘mati surinya’ unit truk yang diklaim ramah lingkungan tersebut. “Kayak antara hidup dan mati, atau mati suri,” jelas Kody Lamahayu Fredy dikonfirmasi, Minggu (11/2/2018).

Sepertinya, sinyalemen Kody itu bisa menjadi pembenar, sekaligus pengingat manajemen Terminal Teluk Lamong untuk melakukan pembenahan. Apalagi, pengusaha truk angkutan barang ini merupakan satu diantara pelaku usaha yang telah menjalin kontrak dengan Pelindo III untuk pengadaan truk BBG di Terminal Teluk Lamong Surabaya.

“Jumlah truk BBG yang kami tempatkan (Terminal Teluk Lamong, red), tidak semuanya dioperasikan. Hanya 15 unit yang beroperasi. Selebihnya banyak yang nganggur,” sambungnya.

Dengan situasi yang dianggapnya tidak menguntungkan ini, Kody yang juga Ketua DPC Organisasi Pengusaha Angkutan Darat (Organda) Khusus Tanjung Perak Surabaya mengaku, terjepit dan tidak bisa berbuat banyak. Namun, ia meyakini, masih ada celah dan upaya mempertahankan investasi yang telah ditanamkan di terminal multipurpose tersebut. “Totalnya, ada 60 unit truk BBG yang kami investasikan di Terminal Teluk Lamong. Truk itu sudah 2 tahun setengah (penempatannya, red),” ungkapnya.

Terkait hal ini, Kody mengatakan, belum bisa melangkah untuk selanjutnya mengambil keputusan dalam persoalan truk BBG tersebut. Untuk sementara, agar tetap bisa bertahan, Kody bersama rekan sesama pengusaha angkutan truk, terpaksa mengatur putaran operasional truk BBG yang ditempatkan di Terminal Teluk Lamong.

“Tapi, dalam waktu dekat, akan dilakukan evaluasi internal terhadap keberadaan truk BBG di Terminal Teluk Lamong. Agar tidak terjadi kerugian dari sisi investasi, maupun pemanfaatannya,” tuturnya.

Terkait evaluasi, Kody mengingatkan, tidak bisa dilakukan serta-merta, tanpa berkomunikasi dengan pengusaha lainnya yang tergabung dalam konsorsium penyedia truk BBG di Terminal Teluk Lamong. Sebab, konteks bahasan dalam evaluasi ini adalah menghitung secara detil mulai dari tingkat pemanfaatan hingga proses pengambilan keputusan.

“Kemudian, kami rapatkan melalui RUPS (Rapat Umum Pemegang Saham, red) untuk mengambil keputusan tentang langkah yang dilakukan selanjutnya. Tunggu saja, pasti kami kabari tentang hasil rapat dan keputusannya,” janjinya. (sa/ms)

Rate this item
(1 Vote)
Read 98 times



 

 

                          

      FACEBOOK       TWITTER         GPLUS