Breaking News
Time: 7:14

Diluar Penjualan Unit, Intiland Target Marketing Sales 2018 Capai Rp 3,3 Triliun

Wednesday, 21 February 2018 23:33
Logo Intiland Logo Intiland

Jakarta, Expostnews.com – PT Intiland Development Tbk (Intiland) menyatakan, tahun 2018 ini, tidak akan mematok perhitungan perolehan target pendapatan yang berasal dari segmen properti investasi. Perusahaan pengembang ini hanya memperhitungkan target tahun ini dari marketing sales yang berasal dari hasil penjualan unit properti.

“Tahun 2018 ini, kami memang menargetkan perolehan pendapatan sebesar Rp 3,3 triliun. Tapi, perseroan tidak memperhitungkan perolehan dari pendapatan berkelanjutan (recurring income) yang berasal dari segmen properti investasi,” ungkap Direktur Pengelolaan Modal dan Investasi Intiland, Archied Noto Pradono, Rabu (21/2/2018).

Membaca target yang dipatok tahun 2018 tersebut, kata Archied, menunjukkan adanya peningkatan. Dibanding setahun lalu, target perolehan tahun ini terbilang naik sebesar 15%. “Dari perolehan marketing sales tahun 2017 yang mencapai Rp 2,93 triliun,” rinci Archied.

Diungkapkan, perseroan hanya menetapkan target marketing sales dari penjualan proyek-proyek di tiga segmen. Proyek tersebut masing-masing adalah mixed-use & high rise, landed residential, dan industrial estate. Apabila ditinjau berdasarkan segmen pengembangannya, lanjut Archied, kontribusi terbesar dari target marketing sales tersebut berasal dari segmen pengembangan mixed-use & high rise. “Nilainya mencapai Rp 2,5 triliun atau 75,7 persen,” katanya.

Sementara, untuk kontribusi berikutnya berasal dari segmen pengembangan kawasan perumahan (landed residential) sebesar Rp 606,8 miliar atau 18,3%. Sedangkan, pengembangan kawasan industri (industrial estate), besarannya mencapai Rp 200 miliar. “Atau diprosentase mencapai 6,1 persen untuk capaian kontribusi dari industrial estate,” katanya.

Namun demikian, Archied optimis, kondisi pasar properti nasional akan berangsur membaik. Dengan keyakinan, pasar properti bisa tumbuh, meskipun ada risiko dan kekhawatiran karena iklim politik yang semakin memanas seiring penyelenggaraan pilkada serentak.

“Pasar properti dalam beberapa tahun terakhir cenderung melemah, sehingga pelaku pasar bersikap menunggu atau wait and see,” ulas Archied.

Saat ini, lanjut Archied, pasar mulai menunjukan tanda-tanda membaik, seiring mulai meningkatnya pembelian dan investasi properti. Sebagai developer properti, Intiland tetap mempertimbangkan segala aspek untuk meluncurkan proyek atau produk barunya.

“Kami yakin, kebutuhan masyarakat terhadap produk-produk properti masih akan terus meningkat, seiring membaiknya kondisi makro dan fundamental perekonomian nasional,” kata Archied.

Selain target marketing sales, kata Archied, Intiland juga telah menetapkan target pendapatan berulang yang berasal dari segmen properti investasi. Pada segmen ini, besaran targetnya mencapai Rp 547 miliar atau naik sekitar 26% dari perolehan tahun 2017. “Target setahun lalu mencapai Rp 432 miliar,” ungkap Archied.

Dengan meningkatnya target pendapatan berulang tersebut, Archied, meyakini, akan memberikan dampak positif bagi operasional dan prospek usaha ke depan. Perseroan memproyeksikan, peningaktan pendapatan berulang itu terutama berasal dari pengelolaan gedung perkantoran. “Seperti, South Quarter di Jakarta selatan maupun dari perkantoran,” tutupnya. (ms/af/hum)

Rate this item
(0 votes)
Read 41 times



 

 

                          

      FACEBOOK       TWITTER         GPLUS