Breaking News
Time: 5:03

PLN Jatim Ajak Kalangan Usaha Tumbuhkan Ekonomi Jatim 2018

Tuesday, 27 February 2018 13:39

Surabaya, Expostnews.com – Komitmen PT Perusahaan Listrik Negara (Persero)/PLN Distribusi Jawa Timur terhadap perekonomian Jawa Timur bukan sekadar isapan jempol. Buktinya, tahun 2018 ini, PLN Distribusi Jatim mengajak seluruh stakeholder serta instansi pemerintah/swasta untuk mendorong pertumbuhan ekonomi Jawa Timur dengan sejumlah alternatif.

“Karena itu, saya mengajak semua kalangan terkait, swasta dan pemerintah, untuk duduk bareng mencari alternatif-alternatif yang mampu mendorong lebih maju untuk perekonomian Jatim,” kata Dwi Kusnanto, General Manager (GM) PLN Distribusi Jawa Timur saat dikonfirmasi penyelenggaraan Workshop Sinergi PLN dengan Dunia Usaha dalam Mempercepat Pertumbuhan Ekonomi Jawa Timur, Selasa (27/2/2018).

Dwi mengungkapkan, workshop yang digelar, Senin (26/2/2018) itu memang dirancang untuk menjajagi peluang-peluang kerjasama bagi pelaku usaha untuk mendorong pertumbuhan pasar. Alasannya, target pertumbuhan maksimal di tahun 2018 untuk Jawa Timur masih dibutuhkan sinergi semua stakeholder perekonomian.

“Perlu ada dukungan yang saling mendukung, dan memperkuat serta mengisi kekurangan masing-masing. Agar perekonomian Provinsi Jawa Timur yang di tahun 2017 mampu tumbuh 5,6 persen, bisa semakin tinggi dan kuat di tahun ini,” tuturnya.

Dijabarkan, sesuai yang tertera di Biro Pusat Statistik (BPS), Jawa Timur, menunjukkan data bahwa Jawa Timur merupaka provinsi dengan tingkat pertumbuhan ekonomi paling stabil secara nasional pada tahun 2016-2017. Pada periode itu, pertumbuhan perekonomian Jawa Timur berada pada kisaran 5%/tahun. “Hal ini persis dengan yang terjadi di bidang energi, terutama listrik,” tambah Dwi.  

Ia menyatakan, pertumbuhan konsumsi energi listrik di Jawa timur tercatat memiliki pertumbuhan paling tinggi yang mencapai 7 – 8% per tahun. Selain listrik yang tumbuh pesat, Dwi juga mengungkapkan, sektor industri pengolahan makanan, pertanian, perikanan dan manufaktur turut menempati posisi paling besar sebagai penyumbang tumbuhnya ekonomi di Jawa Timur.

“Selain terus meningkatkan rasio elektrifikasi mencapai 100%, terhadap pemukiman-pemukiman baru berbagai kemudahan diberikan PLN dalam menyediakan energi listrik. Karena, sektor properti sangat penting untuk terus tumbuh dan terus komitmen untuk menawarkan kemudahan menyediakan listrik bagi perumahan,” tambahnya dalam paparan kepada peserta yang berasal dari sejumlah Asosiasi Perekonomian dan dunia usaha yang ada di Jawa Timur seperti, kalangan developer properti REI, APERSI, APERNAS dan Developer independen.

Apalagi, lanjut Dwi, situasi saat ini hajat politik di Jawa Timur di tahun 2018, dan tahun depan hajat politik nasional. Untuk itu, butuh menjaga kekompakan dan saling memperkuat agar berjalan beriringan. “Supaya, Jawa Timur tetap tumbuh stabil,” harap Dwi.

Ditambahkan, kecukupan daya listrik pada sistem interkoneksi Jawa Bali saat ini. Koneksitas ini bisa dijadikan peluang besar untuk mendorong laju pertumbuhan ekonomi dengan adanya ketersediaan daya listrik yang dimiliki PLN. “Ini menjadi modal awal untuk memacu angka pertumbuhan. Tinggal mana dunia usaha bisa memanfaatkan secara maksimal,” ingat Dwi.

Sementara, Direktur Regional Jawa Timur Bali dan Nusa Tenggara, Djoko Rahardjo Abumanan mengatakan, Jawa Timur juga harus mendorong pertumbuhan Industri seperti yang dilakukan di Jawa Barat. Mengingat, PLN Getting Electricity itu bukan hanya PLN saja, melainkan melibatkan banyak pihak. “Dan saat ini, komunikasi dengan stakeholder sudah terjalin dengan sangat baik,”papar Djoko di Workshop yang dihadiri berbagai instansi pemangku kepentingan bidang ekonomi, termasuk dari kalangan pemerintah propinsi Jawa Timur, seperti BAPPEDA, Penanaman Modal, Dinas Perumahan dan Prasasarana Wilayah. (sa/ms)

Rate this item
(0 votes)
Read 62 times



 

 

                          

      FACEBOOK       TWITTER         GPLUS