Breaking News
Time: 6:30

BI Jatim Gerojok Rp 8,5 Miliar Layanan Kas Untuk 5 Pulau Terpencil

Tuesday, 20 March 2018 23:32
KRI Sidat milik TNI AL berangkatkan Rp 8,5 miliar layanan kas langsung BI Jatim dari Dermaga Koarmatim Ujung Surabaya menuju 5 pulau terpencil di Jawa Timur dan Kalimantan Selatan, Selasa (20/3/2018) KRI Sidat milik TNI AL berangkatkan Rp 8,5 miliar layanan kas langsung BI Jatim dari Dermaga Koarmatim Ujung Surabaya menuju 5 pulau terpencil di Jawa Timur dan Kalimantan Selatan, Selasa (20/3/2018)

TNI AL Gunakan KRI Sidat 

Surabaya, Expostnews.com – Lima pulau terpencil, dua di antaranya Pulau Kangean dan Sapeken di Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, mendapat gerojokan layanan kas senilai total Rp 8,5 miliar. Layanan kas langsung dari Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Timur (BI Jatim) itu juga diberikan untuk tiga pulau terpencil lainnya di Kalimantan Selatan (Kalsel).

“Masing-masing, Pulau Kalambau, Pulau Matasiri dan Pulau Kerumputan di Kabupaten Kota Baru Kalsel,” ujar Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Timur, Difi Ahmad Johansyah disela Pemberangkatan Tim Ekspedisi Layanan Kas Kepulauan di Pangkalan Komando Armada Timur TNI AL, Dermaga Ujung, Surabaya, Selasa (20/3/2018).

Difi mengatakan, layanan kas kepulauan yang dilepas dengan menggunakan KRI Sidat tersebut berlangsung 6 enam hari, sejak dimulainya pengiriman hingga 26 Maret 2018. Pengiriman uang layak edar yang pemberangkatannya dipimpin Mayor Irwin dari TNI AL itu, diharapkan dapat meningkatkan perluasan jangkauan distribusi uang dan layanan kas BI hingga pedesaan terpencil.

“Harapan kami, masyarakat di daerah terpencil, terdepan dan terluar bisa lebih mudah mendapatkan uang layak edar. Selain itu, layanan kas langsung ini bisa digunakan masyarakat setempat untuk menukarkan uangnya yang sudah tidak layak edar,” katanya.

Mengapa dengan TNI AL? Difi menjelaskan, selain memiliki kecukupan armada, pengiriman tersebut merupakan lanjutan dari kerja sama BI dengan TNI AL. Hubungan kerja sama yang sudah terbangun sejak 2015 itu, kata Difi, sekaligus penguatan dari program layanan kas yang telah dilakukan sebelumnya.

“Kerja sama yang kami lakukan dengan TNI AL ini dalam bentuk kas titipan, yaitu titik distribusi uang yang dilaksanakan lembaga yang ditunjuk Bank Indonesia. Artinya, lembaga ini menjadi kepanjangan tangan dari Bank Indonesia dalam melakukan peredaran uang,” tuturnya.

Selain itu, Bank Indonesia tetap melaksanakan dan memperkuat kerja sama distribusi uang dengan lembaga lainnya, termasuk dengan TNI AL. Jalinan tersebut merupakan bagian dari komitmen BI untuk lebih bisa menjangkau pulau-pulau terluar Indonesia. “Komitmen ini untuk mendistribusikan uang rupiah layak edar hingga ke pelosok negeri,” ingatnya.

Sebelumnya, layanan kas langsung ini diluncurkan, Juli 2017 dengan sasaran 8 provinsi yang memiliki daerah terdepan, terluar dan terpencil (3T), seperti Kepulauan Riau, Jawa Timur, Kalimantan Utara, Kalimantan Barat, Nusa Tenggara Timur, Sulawesi Utara, Maluku Utara dan Papua. Program tersebut juga merupakan kerja sama perbankan, khususnya Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) dengan Pegadaian serta TNI AL, mengingat luasnya jaringan kedua lembaga tersebut yang mampu menjangkau kabupaten di Indonesia.

“Yang pasti, Bank Indonesia mendapat amanat oleh Undang-Undang untuk bisa menyediakan uang rupiah dengan kualitas baik di seluruh wilayah NKRI. Tidak terkecuali di wilayah terdepan, terluar dan terpencil. Jadi, bukan hanya perkotaan saja yang bisa menikmatinya,” ulasnya. (mas/sa/mal)

Rate this item
(1 Vote)
Read 52 times



 

 

                          

      FACEBOOK       TWITTER         GPLUS