Breaking News
Time: 11:02

Ini Bukti Bangkitnya Industri Perbankan di Jatim

Wednesday, 02 May 2018 19:24

Pandaan, Expostnews.com – Industri Perbankan di Jawa Timur mulai menunjukkan kebangkitannya. Hal ini didukung besarnya total aset industri bank di Jatim yang mengalami pertumbuhan mencapai Rp 566,6 triliun atau tumbuh 9% (yoy). Bilangan yang tercatat di Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Jatim itu merupakan tertinggi dari pertumbuhan nasional sebesar 7,96% dengan pangsa pasar terhadap nasional sekitar 7,55%.

“Ya. Saat ini industri Perbankan di Jatim terdiri dari 4 Bank Umum Konvensional. Keempatnya berkantor pusat di Surabaya. Sedangkan, lainnya 1 Unit Usaha Syariah, 339 BPR/S dan 402 jaringan kantor perbankan yang berkantor pusat di luar Jatim,” tutur Kepala OJK KR4 Jatim, Heru Cahyono, Rabu (2/5/2018).

Menurutnya, pertumbuhan industri bank di Jatim juga diiringi dengan tumbuhnya sektor kredit yang mencapai 10,57% (yoy), atau lebih tinggi dari pertumbuhan nasional sebesar 8,99% dengan pangsa terhadap nasional sekitar 9%. Kinerja keuangan di sektor perbankan yang positif tersebut, lanjut Heru, juga terjadi pada penghimpunan dana pihak ketiga yang terhitung Rp 530,4 triliun atau tumbuh 8,99% lebih tinggi dari pertumbuhan nasional sebesar 8% dengan pangsa pasar terhadap nasional sebesar 9,45%.

“Ini menunjukkan industri perbankan di wilayah Jatim cukup bagus. Sehingga berdampak dengan peningkatan di sektor perbankan,” kata Heru di sela Media Gathering Cangkrukan Media – OJK KR4 Jatim di Pandaan, Pasuruan, Rabu (2/5/2018).

Di sisi lain, Heru memaparkan, Industri Pasar Modal di Jatim turut tumbuh dengan pesat. Ini terlihat dari jumlah investor sebesar 79.166 SID atau naik 17,68% dengan nilai transaksi mencapai Rp 38,7 triliun selama dua bulan di awal tahun 2018.

“Jumlah Emiten sebanyak 40 Emiten dengan total aset sebesar Rp 275,5 triliun dengan nilai kapitalisasi pasar mencapai Rp 682,1 triliun,” tuturnya.

Heru juga mengungkapkan, di sektor Industri Keuangan Non Bank (IKNB) di Jawa Timur terdiri dari industri asuransi sebanyak 426 kantor cabang, perusahaan pembiayaan sebanyak 3 kantor pusat dan 753 kantor cabang. Untuk perusahaan modal ventura, lanjut Heru, terdapat 2 kantor pusat dan 178 kantor cabang, dengan dana pensiun sebanyak 13 kantor pusat, serta perusahaan penjaminan sebanyak 1 kantor pusat dan 6 kantor cabang. “Lembaga Keuangan Mikro Syariah (LKMS) sebanyak 9 LKMS termasuk 6 Bank Wakaf Mikro, 1 Fintech, 1 gadai swasta dan 274 Badan Kredit Desa (BKD),” jelasnya.

Dikatakan, sektor IKNB tersebut juga menunjukkan kinerja yang positif, antara lain industri asuransi dengan nilai premi sebesar Rp 13,6 triliun dan nilai klaim mencapai Rp 7,8 triliun. Sedangkan, pada perusahaan pembiayaan menyalurkan pembiayaan sebesar Rp 37,7 triliun atau tumbuh 9,06% (yoy).

“OJK telah mendorong dan memfasilitasi pembentukan LKMS Bank Wakaf Mikro (BWM) di beberapa pondok pesantren di Jatim yang saat ini sebanyak 6 BWM. Hal ini sebagai upaya memberdayakan ekonomi pengusaha skala kecil,” jelasnya.

Kini, OJK bekerjasama dengan industri keuangan telah melakukan berbagai upaya untuk lebih meningkatkan literasi dan inklusi keuangan di Jawa Timur. Beberapa aktivitas dilakukan OJK, seperti pembukaan Galeri Investasi di beberapa Universitas. “Jumlahnya sudah mencapai 51 galeri, sosialisasi dan edukasi keuangan kepada beberapa kelompok masyarakat,” ingatnya. (sa/ms)

Rate this item
(1 Vote)
Read 18 times



 

 

                          

      FACEBOOK       TWITTER         GPLUS