Breaking News
Time: 6:38

Kebutuhan Uang Tunai Ramadan 2018 di Jatim Naik Rp 15,1 Triliun

Thursday, 24 May 2018 12:01

Surabaya, Expostnews.com – Kebutuhan uang tunai di Jawa Timur khusus periode Ramadan 2018 ini, menuai peningkatan hingga 15,3% dibanding periode yang sama tahun 2017 lalu. Lonjakan kebutuhan uang tunai tersebut sebagai dampak dari naiknya transaksi di masyarakat dan libur lebaran yang berlangsung lebih panjang daripada tahun sebelumnya.

“Dibanding tahun 2017 lalu sebesar Rp 13,1 triliun, kebutuhan uang Ramadan tahun ini naik menjadi Rp 15,1 triliun,” ungkap Yudi Harymukti, Deputi Kepala Pervvakilan Bank Indonesia Provinsi Javva Timur, Kamis (24/5/2018).

Namun demikian, yakin Yudi, masyarakat Surabaya tak perlu khawatir dengan kecukupan uang rupiah selama periode Ramadan dan Idul Fitri 2018. Bank Indonesia siap melayani kebutuhan uang tunai dan sistem pembayaran masyarakat selama Ramadan dan menjelang Hari Raya Idul Fitri 1429 H/Tahun 2018. “Disamping melayani dan memenuhi kebutuhan uang pecahan kecil, KPw BI Jatim telah melakukan langkah-langkah antisipatif,” kata Yudi.

Antisipasi tersebut, lanjut Yudi, melalui koordinasi dengan perbankan dan pihak terkait lainnya untuk melakukan layanan penukaran uang di masyarakat. Pertama, penukaran uang di out/et perbankan, penukaran uang bersama perbankan di lapangan MAKODAM Bravvijaya V Surabaya serta dan ketiga layanan di rest area pada sejumlah ruas jalan tol.

“Kami telah bekerjasama dengan 66 perbankan untuk membuka layanan penukaran di lebih dari 300 out/et perbankan yang memasang spanduk layanan penukaran di wilayah Surabaya dan sekitarnya,” papar Yudi.

Menurutnya, layanan perbankan tersebut berlangsung setiap, Selasa sampai Kamis, terhitung dari 22 Mei hingga 7 Juni 2018. Layanan penukaran melalui perbankan serupa berlangsung pula di kabupaten/kota seluruh wilayah Jawa Timur. “Dengan tanda perbankan yang memasang spanduk layanan penukaran,” jelas Yudi.

Selain melalui out/et perbankan, kata Yudi, Bank Indonesia juga bekerjasama dengan 12 bank di wilayah Surabaya. Perbankan tersebut membuka layanan penukaran uang secara bersama di Lapangan Makodam Brawijaya V Surabaya pada tanggal 24 dan 30 Mei serta tanggal 5 sampai dengan 7 Juni 2018. “Jamnya mulai 09.00 hingga 1 1 .30 WIB dengan jumlah maksimal penukar setiap hari adalah 1.300 orang,” tuturnya.

Bukan hanya itu, sebagai inovasi baru di tahun ini, Bank Indonesia juga menyediakan ‘Layanan Gerak Perbankan’, dan masyarakat dapat menukarkan uang di 12 rest area jalan tol, yaitu Surabaya-Mojokerto, Ngawi-Kertosono, Mojokerto-Jombang dan Surabaya-Gempol setiap hari Selasa dan Kamis mulai tanggal 8 Mei hingga 30 Juni 2018.

“Nilai maksimal yang dapat ditukarkan oleh satu orang adalah sebesar Rp 3,7 juta yang mencerminkan masing-masing satu paket pecahan mulai dari pecahan Rp 2.000 hingga Rp 20.000,” kata Yudi.

Untuk mendapatkan layanan penukaran ini, masyarakat pun cukup hanya membawa Kartu Tanda Pengenal (KTP). Agar kenyamanan dan keamanan penukaran uang dapat terjaga, masyarakat diimbau untuk menukar uang di tempat-tempat penukaran resmi, baik yang diselenggarakan BI bersama dengan perbankan maupun pihak lain yang ditunjuk BI. “Hal ini untuk menghindari risiko uang palsu dan kemungkinan selisih serta tidak melakukan penukaran uang secara berlebihan,” lanjutnya.

Yudi juga mengingatkan, masyarakat berhati-hati melakukan transaksi dengan meneliti ciri-ciri keaslian uang melalui metode Dilihat, Diraba, Diterawang atau 3D. BI mendorong masyarakat memperlakukan dan merawat rupiah secara baik dengan metode 5 Jangan. “Jangan Dilipat, Jangan Dicoret, Jangan Distapler, Jangan Diremas, dan Jangan Dibasahi,” tuturnya.

Bank Indonesia juga mengimbau masyarakat dapat menggunakan alat pembayaran non tunai dalam bertransaksi serta mendorong perbankan untuk memperluas penggunaan instrumen pembayaran non tunai dan ekosistem non tunai. Selain itu, perbankan diminta untuk tetap mengoptimalkan pengelolaan uang dan menjaga ketersediaan uang tunai di seluruh ATM.

“Khususnya menjelang Ramadhan/ldul Fitri 2018, dengan alat pembayaran non tunai, transaksi dapat berjalan lebih mudah, efisien dan aman,” ingatnya. (bij/sa/ms)

Rate this item
(1 Vote)
Read 65 times



 

 

                          

      FACEBOOK       TWITTER         GPLUS