Breaking News
Time: 12:01

Diapresiasi, BUMN Ini Aplikasikan Teknologi Perpajakan Host to Host

Wednesday, 13 March 2019 23:53

Jakarta, Expostnews.com – Digitalisasi informasi dan penyampaian keuangan, seperti perpajakan, kini bisa diintegrasikan melalui teknologi. Buktinya, PT Pelindo III (Persero) yang merupakan satu dari 30 wajib pajak kooperatif yang mendapat apresiasi karena mampu mengintegrasi data dan pertukaran data wajib pajaknya.

“Salah satu BUMN yang paling awal mengimplementasikan aplikasi ini adalah Pelindo III, yang secara host-to-host mengoneksikan data korporat dengan server penyelenggara pelaporan pembayaran pajak yang berlisensi dari Direktorat Jenderal Pajak (DJP),” ungkap Direktur Keuangan Pelindo III, Iman Rachman usai menerima penghargaan dari Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati saat gelaran ‘Apresiasi dan Penghargaan Kepada Wajib Pajak’, di Jakarta, Rabu (12/3/2019).

Dikatakan, hal ini menjadi bentuk komitmen Pelindo III guna mendorong digitalisasi ekosistem perpajakan di Indonesia. Menurutnya, manfaat dari integrasi sistem pajak secara digital ini dapat dirasakan kedua pihak, mulai perusahaan sebagai wajib pajak dan juga Pemerintah sebagai pengelola pajak negara.

“Dengan teknologi, meski jumlah pembayarannya besar, proses pelaporan dan pembayaran semakin mudah. Proses audit juga akan semakin efisien dan jumlah setoran pajak akan terkontrol, sangat akuntabel. Inovasi teknologi yang digunakan Pelindo III ini guna mendukung peningkatan penyerapan pajak negara,” akunya.

Terpisah, Sekretaris Perusahaan Pelindo III Faruq Hidayat mengatakan, pelaporan e-faktur PPN Pelindo III telah dilakukan secara host-to-host dengan server DJP sejak Desember 2018 lalu. Selanjutnya, pelaporan e-SPT pajak penghasilan sudah menggunakan single database secara online sejak Februari 2019.

“Ke depan bukti potong (e-bupot) pajak penghasilan akan dapat diakses online,” tutur Faruq.

Saat ini, katanya, sedang dikerjakan pemetaan Chart Of Account (COA) antara laporan keuangan dengan SPT yang dilaporkan. Dengan begitu, dapat diakses langsung DJP, sehingga potensi pajak dapat dicermati.

“Kami targetkan, selesai per April 2019 ini. Pada tahap final integrasi data, akan dicapai Keterbukaan Informasi Perpajakan yang dapat diakses secara sistem terkoneksi antara wajib pajak dengan DJP,” urainya.

Faruq juga memaparkan, kontribusi Pelindo III Group sebagai BUMN pada pendapatan Negara tercatat selama kurun 2016 hingga 2018, setoran Pelindo III kepada Negara mencapai Rp 5,12 triliun. Setoran tersebut, lanjut Faruq, terdiri dari kewajiban perpajakan yang mencapai Rp 4,17 triliun kepada negara melalui Kementerian Keuangan. “Pembayaran dividen melalui Kementerian BUMN sebesar Rp 948 miliar,” katanya. (ms/sa/wil)

Rate this item
(1 Vote)
Read 25 times



 

 

                          

      FACEBOOK       TWITTER         GPLUS