Breaking News
Time: 5:44

Iwan Sunito: Pasar Properti Indonesia (masih) Terbesar di Asia Tenggara

Wednesday, 18 October 2017 23:36
Iwan Sunito, CEO dan pendiri dari Crown Group Iwan Sunito, CEO dan pendiri dari Crown Group

Jakarta, Expostnews.com – Indonesia masih dianggap sebagai pasar paling menjanjikan bagi produk properti yang dihasilkan pengembang. Bahkan, pasar Indonesia masih terbilang paling berpeluang dan terbesar di kawasan Asia Tenggara.

“Sempat ada kekhawatiran, pasar properti Indonesia akan mengalami ‘bubble’. Tapi, pada kenyataan, saya tidak melihat bahwa Indonesia akan mengalami hal itu (bubble, red). Karena, jumlah permintaan hunian di Indonesia masih jauh di atas kemampuan para pengembang dalam menyediakan pasokan,” ulas Iwan Sunito, CEO dan pendiri dari Crown Group, Rabu (18/10/2017).

Namun, Iwan mengakui, sempat terjadi ‘slowing down’ pasca Tax Amnesty. Hanya saja, saat ini kondisinya jauh berbeda, karena perlahan sudah mulai merangkak naik. Apalagi pemerintah Indonesia berusaha mendorong pertumbuhan sektor properti dengan kebijakan-kebijakan yang memudahkan masyarakat untuk memiliki hunian.

“Ditambah dengan kebijakan hunian yang berorientasi kepada transportasi masal. Ini akan membuat pasar properti Indonesia, khususnya di Jakarta menjadi lebih berwarna dengan berbagai macam pilihan," urainya.

Dari semua itu, Iwan mengingatkan, perlu mencermati harga hunian yang ditawarkan pengembang. Penawaran tersebut, seharusnya berbanding lurus dengan tingkat pendapatan dan kemampuan daya beli masyarakat. “Agar tercipta keseimbangan yang sempurna,” katanya.

Sejauh ini, data Kementrian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat menyebut, ‘backlog’ mencapai 13,5 juta unit. Sementara, kebutuhan rumah baru yang bersumber dari pertumbuhan penduduk dan urbanisasi setiap tahunnya mencapai sekitar 800 ribu unit.

“Kondisi ‘backlog’ ini juga dialami Australia, khususnya Sydney. Jumlah pasokan tidak bisa mengimbangi jumlah permintaan. Bahkan ‘backlog’ yang dialami Indonesia jauh lebih tinggi dibanding Australia, yang hanya sekitar 50,000 hunian per tahunnya,” ulas Iwan disela kunjungan singkatnya di Pangkalan Bun, Kalimantan Tengah, Senin (16/10/2017).

Iwan kembali mengingatkan, harga yang ditawarkan kepada konsumen di Australia sesuai dengan daya beli masyarakatnya. Sehingga, memunculkan keseimbangan yang pada akhirnya membuat pasar Australia menjadi salah satu yang terbaik untuk investasi properti di kawasan Asia.

“Selama titik keseimbangan itu tercipta, saya yakin pasar properti di Indonesia dapat menjadi salah satu yang terkuat di kawasan Asia dalam beberapa tahun mendatang,” pungkasnya. (gus/sa/ms)

Rate this item
(0 votes)
Read 61 times



 

 

                          

      FACEBOOK       TWITTER         GPLUS