Breaking News
Time: 5:43

Harga Hunian Sydney Tahun 2018 Diramal Naik 8 Persen

Monday, 04 December 2017 23:40
Logo terbaru Crown Group Logo terbaru Crown Group

Jakarta, Expostnews.com – Sebuah organisasi penelitian investasi Australia yang mengkhususkan diri dalam memberikan penilaian dan data di semua kelas aset utama, SQM Research Pty Ltd menyebut, tahun depan merupakan tahun pertumbuhan hunian di Sydney, Australia. Diramalkan, harga rata-rata hunian di Sydney akan meningkat 4-8% di tahun 2018.

“Makanya, saya tidak setuju, jika prediksi pertumbuhan hunian di Sydney pada tahun 2018, datar-datar saja. Saya sangat percaya, tahun depan, tingkat hunian di Sydney tumbuh pesat,” papar Direktur SQM Research, Louis Christopher, Senin (4/12/2017).

Namun, kata Christopher, perlu adanya dukungan dari perbankan agar hunian di Sydney meningkat tajam di tahun 2018. Christopher yang dinobatkan sebagai ‘peramal paling akurat di Asutralia’ mengatakan, perbankan harus menurunkankan jumlah pinjaman para investornya hingga tidak lebih dari 10% dari total pinjaman per tahun.

“Seperti halnya saat bank membuka buku pinjaman mereka pada 2016,” ingat ‘peramal’ yang mampu dengan tepat memprediksi mekanisme harga di masa lalu tersebut.

Menurutnya, pada tahun 2016 lalu itu pasar mulai berakselerasi. Christopher meyakini, saat situasi bank-bank berada di bawah ambang batas tersebut, perlu adanya posisi untuk membuka kembali buku pinjaman di tahun 2018. “Saya yakin, pasar akan mulai naik lagi,” yakinnya.

Christopher yang dianggap dapat melihat secara pararel kesamaan hubungan situasi saat ini dengan akhir tahun 2015 itu menuturkan, berdasar laporan moneter terbaru dari Bank Sentral pada 10 November 2017 mengantisipasi pertumbuhan ekonomi, ternyata hanya mencapai 3,25%. Ketika para ahli telah dengan salah menyatakan bahwa booming property di Sydney telah berakhir, Christopher tetap meyakini, pertumbuhan hunian di Sydney tahun 2018 akan mengalami kenaikan signifikan.

“Sehingga, mendorong ekspektasi kenaikan suku bunga baru akan terjadi pada akhir 2019,” jelasnya.

Sementara, pendiri McGrath Estate Agents, John McGrath, juga mengantisipasi, pasar normal yang baik di tahun 2018. Menurutnya, The Manhattan Effect, merupakan orang saat ini ingin tinggal lebih dekat dengan tengah kota. “Itu kuncinya,” singkat McGrath.

McGrath juga mengantisipasi, kawasan pelabuhan dan pinggiran pantai untuk memiliki performa yang cukup baik. Katanya, lokasi yang berada di dekat jalur air akan terus mengungguli pasar. “Manfaat nyata lainnya bagi pembeli di tahun 2018 adalah kebijakan suku bunga rendah yang sangat mungkin terus berlanjut,” urainya.

Terpisah, CEO Crown Group, Iwan Sunito mengatakan, prakiraan untuk 2018 menunjukkan betapa solidnya pasar properti Sydney di kawasan Asia. Dijelaskan, para pembeli dan investor dari luar negeri, khususnya dari Asia, selalu melihat Australia, terutama Sydney sebagai surga untuk investasi di wilayah tersebut.

“Kenaikan harga sebesar 4 – 8 persen yang diperkirakan pada tahun 2018, menjadi bukti sahih bahwa pasar properti di Sydney masih kuat,” paparnya mengomentari prediksi hunian tahun 2018.

Iwan juga mengakui, saat mencapai pertumbuhan harga tertinggi adalah di tahun 2015. Namun, ingat Iwan, yang terpenting adalah pasar terus merespons secara positif setiap tahunnya. “Juga kebijakan dari Australian Reverse Bank dengan bunga rendahnya yang memberi kita keyakinan terhadap pasar,” jelas Iwan. (sa/hum/bag)

Rate this item
(0 votes)
Read 45 times



 

 

                          

      FACEBOOK       TWITTER         GPLUS