Breaking News
Time: 8:30

Bigo, Aplikasi Sosial Media Rambah Warung Kopi

Wednesday, 31 August 2016 21:59
Pengunjung warung kopi Manukan Rejo Surabaya sedang asyik menikmati live di aplikasi media sosial Bigo Pengunjung warung kopi Manukan Rejo Surabaya sedang asyik menikmati live di aplikasi media sosial Bigo

Surabaya, Expostnews.com - Pengunjung warung kopi (warkop) milik Udin terlihat memelototi telepon pintarnya (smartphone). Tak jarang, para pengunjung itu terpingkal sendiri dan sebagian dari mereka ada juga yang membalas komentar-komentar dengan siaran langsung di seluler pintarnya.

Ada apa dengan mereka? Usut punya usut, para pengunjung di warkop kawasan Manukan Rejo Surabaya itu sedang terkena demam. Ternyata, fenomena demam jejaring sosial berplatform live videos show bernama Bigo Live tersebut telah menggejala ke seluruh lapisan masyarakat.

Bukan hanya itu, jejaring sosial yang berasal dari Singapura ini kian fenomenal karena tidak hanya dapat dinikmati anak muda. Namun, tak sedikit para orang tua ikut-ikutan mengunduh (download) secara gratis di play store agar dapat menonton secara langsung lawan bicaranya dilayar gadget.

Bukti itu menunjukkan Bigo Live tidak hanya merambah masyarakat yang tinggal di kota-kota besar, melainkan juga marak di perkampungan dan warung kopi, seperti warkop milik Udin tersebut. Terlebih warung kopi yang menyediakan sarana wifi dan menjadi tempat nongkrong anak-anak muda yang ingin menambah pertemanan dengan cara live di smartphone.

Artha, seorang dari pengguna Bigo mengaku, senang menggunakan aplikasi tersebut. Alasannya, dapat berinteraksi secara langsung dengan sesama pengguna aplikasi tersebut. “Kadang juga kalau beruntung, kami dapat berkenalan dengan cewek yang berpose aneh-aneh,” selorohnya seraya tertawa.

Diakui, aplikasi jejaring sosial ini kadang disalahgunakan pengguna untuk mendapatkan hadiah-hadiah yang disediakan. Sehingga, pengguna melakukan tindakan tak senonoh untuk merangsang pengguna lainnya mengirimkan hadiah-hadiah tersebut.

“Tapi kalau tindakannya sudah dianggap berlebihan, seperti menontonkan aurat dan online sambil merokok, biasanya langsung di banned oleh Bigo,” imbuh Artha.

Rata-rata, para pengguna Bigo di perkampungan menggunakan aplikasi tersebut untuk sarana berinteraksi sosial secara langsung. Seringkali para pengguna juga saling berbagi informasi apa saja, terlebih masalah pertemanan. (bay/esp8)

Rate this item
(1 Vote)
Read 209 times



 

 

                          

      FACEBOOK       TWITTER         GPLUS