Breaking News
Time: 5:47

Usung Konsep Beda, Kadin Surabaya Dukung Gelaran SGE 2017

Thursday, 24 August 2017 20:40
Ketua Kadin Surabaya, Jamhadi Ketua Kadin Surabaya, Jamhadi

Surabaya, Expostnews.com – Pelaksanaan Surabaya Great Expo (SGE) yang sudah berlangsung ke 8 kalinya ini, tahun 2017 digelar dengan konsep berbeda. Dibanding tahun-tahun sebelumnya, konsep berbeda yang diusung SGE 2017 ini mendapat dukungan penuh Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Surabaya.

“Kami sangat mengapresiasi pelaksanaan SGE di tahun 2017. Apalagi, konsepnya berbeda dengan penyelenggaraan tahun-tahun sebelumnya,” ujar Ketua Kadin Surabaya, Jamhadi, Kamis (24/8/2017).

SGE 2017 yang digelar, 30 Agustus – 3 September 2017 di Atrium & Multifunction Grand City Mall Surabaya tersebut sengaja untuk memeriahkan Hari Jadi Kota Surabaya ke 724, sekaligus Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia ke 72. Even yang sebelumnya selalu digelar saat HUT Kota Surabaya itu, pengunjung bisa melihat pameran industri, perdagangan, investasi, pariwisata, perbankan, dan produk unggulan UKM Surabaya.

Panitia pun menyiapkan 118 stan dengan 68 stan di main lobby dan 50 stan di lantai 2 dengan target 27.000 pengunjung. Pameran yang dimulai pembukaannya pukul 10.00 Wib sampai 22.00 WIB tersebut tidak dikenakan biaya atau gratis bagi pengunjung yang masuk ke lokasi pameran.

“Selain Kadin Surabaya, SGE 2017 ini juga harus didukung semua pihak. Apalagi, posisi Kota Surabaya yang menjadi pusat kota jasa dan perdagangan,” kata Jamhadi.

Menurutnya, hal ini sesuai dengan komposisi Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Surabaya yang disokong dari sektor jasa, perdagangan, hotel dan restoran serta meeting, incentive, conferencing, exhibitions (MICE). Dari beberapa sektor tersebut, mampu menyokong PDRB Kota Surabaya sebesar 46%.

“Pameran seperti SGE ini makin hari terbukti makin banyak di Surabaya. Ke depan, harus disusun menjadi pameran yang dipadukan dengan agenda Kota Surabaya. Misalnya pameran tematik,” urai Jamhadi yang juga CEO Tata Bumi Raya Group ini.

Diungkapkan, pameran berkala yang digelar tiap bulan sekali selama setahun dengan mengusung tema berbeda tiap bulannya. Ia menontohkan, menjelang penerimaan siswa atau mahasiswa baru, Pemkot Surabaya bisa menggelar student fair atau pameran perlengkapan alat sekolah serta sekolah-sekolah di Surabaya.

“Atau pada Maret bisa digelar Pameran film karya-karya Arek Suroboyo. Karena, 30 Maret merupakan Hari Film Nasional. Begitu juga pameran fashion dan lainnya bisa digelar pada bulan tertentu,” ingat Jamhadi.

Hal ini, lanjut Jamhadi, sangat penting untuk meramaikan venue dan meramaikan lokasi MICE berskala dunia di Surabaya, seperti Grand City Convex dan Jatim Expo (JX) Surabaya. Apalagi, didukung dengan adanya transportasi massal dan Light Rail Transit (LRT). “Sudah pasti akan membantu dan menjadi trigger peningkatan pendapatan kota di bidang pariwisata,” ujar salah satu founder Surabaya Creative City Forum (SCCF) ini.

Jamhadi juga menilai, pelaku Usaha Kecil Menengah (UKM) yang ikut serta dalam pameran tersebut bisa memiliki akses pasar yang lebih luas, terutama bertemu dengan para buyer baik dari dalam dan luar negeri. “Karena, produk UKM asal Surabaya dan Jawa Timur pada umumnya tidak kalah kualitasnya dengan produk-produk impor,” tuturnya. (sa/kad/jun)

Rate this item
(1 Vote)
Read 122 times



 

 

                          

      FACEBOOK       TWITTER         GPLUS