Breaking News
Time: 5:49

Seru, KA Bima 'Digoyang' Daop 8

Friday, 29 September 2017 23:00
Seorang model peragakan busana hijab di ‘Fashion Suprise, Casual Holiday dan Batik Hijab’ di KA Bima relasi Surabaya Gubeng - Malang, Jumat (29/9/2017) Seorang model peragakan busana hijab di ‘Fashion Suprise, Casual Holiday dan Batik Hijab’ di KA Bima relasi Surabaya Gubeng - Malang, Jumat (29/9/2017)

Surabaya, Expostnews.com – Bergaya dengan melenggok tubuh semampai di dalam kereta api (KA), apalagi mengenakan pakaian hijab, bukan perkara mudah. Belum lagi, aksi fashion show tersebut dilakukan saat rangkaian KA tersebut sedang berjalan.

“Ini adalah pengalaman pertama saya fesyen di dalam kereta api. Asik, seru dan penuh tantangan. Karena, ketika saya berjalan dan berpose itu harus benar-benar menjaga keseimbangan agar tidak jatuh atau terpeleset, soalnya sambil goyang-goyang," ungkap Winda (20), seorang dari model asal Surabaya di Fashion Surprise bertema ‘Fashion Suprise, Casual Holiday dan Batik Hijab’ di KA Bima relasi Surabaya Gubeng - Malang, Jumat (29/9/2017).

Sementara, Gatut Sutiyatmoko, Manajer Humas Daop 8 Surabaya mengatakan, gelaran fashion yang diselenggarakan PT KAI Daerah Operasi (Daop) 8 Surabaya ini sengaja ditampilkan dalam kemeriahan HUT KA ke-72. Ajang fesyen ‘tak umum’ dan kali pertama dihadirkan tersebut, sekaligus memancing minat para pengguna jasa KA yang memiliki fasilitas kenyamanan, aman dan bebas macet.

“Kalau bergaya di tempat seperti mal, kafe, resto maupun tempat umum lainnya adalah hal yang biasa. Tapi, kegiatan fashion di dalam KA ini adalah pertama kali diadakan di Daop 8. Ternyata, sangat memberikan surprise bagi penumpang KA yang berada di KA Bima,” kata Gatut.

Pada kesempatan tersebut, tidak kalah juga para frontliner maupun petugas operasional Daop 8 Surabaya ikut memeriahkan fashion surprise di dalam KA Bima. Selama perjalanan, peserta fashion surprise hasil kerjasama antara Unit Angkutan Penumpang Daop 8 Surabaya dengan Kinaria Inc Management tersebut berjalan menyusuri tiap kereta.

“Usai melakukan fashion surprise di KA Bima, peserta juga menunjukkan aksi fesyennya di koridor, maupun berpose beberapa fasilitas di Stasiun Malang,” jelas Gatut.
   
Diharapkan, kegiatan tersebut, mampu memberikan contoh tentang cara berpakaian yang nyaman saat liburan, namun tetap trendy dan melestarikan batik Indonesia. Nuansa Islami yang diusung itu juga memberikan citra positif untuk menarik masyarakat luas menggunakan moda transportasi KA. “Ya. Seluruh penumpang cukup menikmati. Mereka juga berkali-kali mengambil foto momen yang sangat langka ini,” ujarnya. (ka/ms/hum)

Rate this item
(2 votes)
Read 141 times



 

 

                          

      FACEBOOK       TWITTER         GPLUS