Breaking News
Time: 2:29

BMW Recall Jutaan Mobilnya

Thursday, 17 July 2014 11:01

Frankfurt, Exspost.com - Pabrikan mobil asal Jerman, BMW, berencana menarik (recall) sebanyak 1,6 juta unit mobil 3 Series dari seluruh dunia. Penarikan ini dilakukan karena masalah airbag inflator besutan Takata.

“Langkah ini amat penting sebagai tindakan pencegahan untuk mengurangi risiko airbag tidak terbuka sempurna karena produsen lain yang menggunakan sistem serupa melaporkan adanya masalah,” demikian pernyataan BMW, Rabu (16/7/2014) waktu setempat seperti dilansir theguardian. Produsen lain yang dimaksud seperti Chrysler, Ford, Honda, Mazda, Nissan dan Toyota.

Adapun Series yang akan ditarik ialah model tahun 2000 sampai 2006. Sebelumnya recall hanya terbatas pada 220 ribu unit mobil lansiran 2002-2003. Menurut pernyataan BMW, inflators airbag dalam sistem yang dibuat oleh Takata bisa pecah. Jika itu terjadi, tas mungkin tidak bekerja dengan baik, dan pecahan bisa terbang keluar sehingga bisa menyebabkan cedera.

Recall airbag inflator Takata sebagai kasus recall terbesar dalam sejarah industri otomotif dengan mencapai lebih dari 10 juta unit mobil. Inflator airbag buatan Takata menggunakan amonium nitrat, yang sensitif terhadap kelembaban.

Kelembaban tersebut bisa menyebabkan airbag tidak mengembang seperti seharusnya dan bahkan bisa meledak jika terjadi kecelakaan.

Namun sejauh ini BMW mengatakan tidak ada laporan masalah air bag di kendaraannya. Dealer akan mengganti airbag yang diketahui bisa meledak dalam situasi tertentu. Penggantian airbag diklaim hanya akan memakan waktu satu jam saja

Pada bulan Juni, Highway Traffic Safety Administration Nasional (NHTSA) AS mulai menyelidiki airbag yang dibuat oleh Takata. Takata merupakan pemasok sabuk pengaman, airbag, roda kemudi dan bagian mobil lain yang berbasis di Tokyo.

Badan itu mengatakan pihaknya menerima enam laporan airbag pecah di Florida dan Puerto Rico. Tiga orang terluka dalam kasus tersebut. Pemerintah akan bertindak cepat untuk mengantisipasi kembali terjadinya korban, terutama di negara-negara yang memasuki iklim panas.

"Berdasarkan data yang tersedia saat ini, NHTSA mendukung upaya mengatasi risiko langsung di daerah yang memiliki konsisten panas, kondisi lembab selama waktu yang lama," kata lembaga itu dalam sebuah pernyataan. (esp6/grd)


Editor : Junaidi

Rate this item
(0 votes)
Read 209 times



 

 

                          

      FACEBOOK       TWITTER         GPLUS