Breaking News
Time: 7:13
Displaying items by tag: potensial

Surabaya, Exspost.com – Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Indonesia meyakini, rasio investasi Jatim akan terus naik seiring pengembangan sejumlah proyek infrastruktur. Terminal Teluk Lamong (TTL) di Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya dan Java Integrated Industrial and Port Estate (JIIPE) di Manyar, Gresik diklaim mampu mengerek gerak investasi di Jawa Timur.

“Saya yakin, kalau Terminal Teluk Lamong dan JIIPE serta infrastruktur pendukung lain telah benar-benar siap, rasio investasi Jatim bisa naik hingga mencapai 70 persen,” ingat Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Indonesia, Franky Sibarani, Senin (13/4/2015).

Terkait usaha peningkatan penanaman modal nasional, Franky menyebut, untuk 5 tahun kedepan, pemerintah memang tengah gencar menawarkan 15 kawasan industri. Selain itu, pemerintah juga berencana membangun infrastruktur 24 pelabuhan di penjuru negeri.

“Saat ini Jawa Timur termasuk dalam lima provinsi tujuan investasi utama nasional dengan rasio investasi sebesar 40 persen,” ungkapnya disela kunjungannya ke Terminal Teluk Lamong (TTL) dan JIIPE di Manyar, Gresik. “Kami kesini untuk melihat sejauh mana kesiapan kita untuk menerima investasi di kawasan industri,” sambungnya.

Franky mengaku, melihat langsung kesiapan TTL yang merupakan terminal eco-greenport pertama di Indonesia. Truk yang beroperasi di terminal petikemas dan curah kering yang dikelola Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Kepelabuhanan, PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) III itu berbahan bakar gas (CNG) dengan penerangan lampu LED hemat energi, sekaligus bertenaga surya.

“Peralatan di sini menggunakan tenaga listrik, bukan diesel. Kami terus mencoba mengurangi emisi gas buang,” kata Prasetyadi saat berdiskusi dengan Franky bersama Direktur Utama (Dirut) PT Pelindo III, Djarwo Surjanto di atas menara kontrol.

Djarwo memaparkan, Pelindo III tidak hanya membangun pelabuhan, namun juga menyiapkan infratsruktur akses logistik pelabuhan tersebut. Dikatakan, Terminal Teluk Lamong merupakan terminal multimoda yang konektivitasnya akan dikembangkan via jalan tol, fly-over, monorail, dan rel KA. “Semua akan terkoneksi langsung ke Terminal Teluk Lamong,” katanya. (esp1)


Editor : Syarif Ab

Jatim Pangsa Pasar Otomotif Paling Potensial

Saturday, 18 October 2014 00:18 Published in Oto

Surabaya, Exspost.com – Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) merilis target penjualan mobil secara nasional mencapai 1,25 juta hingga akhir tahun 2014. Jawa Timur dinilai sebagai pangsa pasar potensial bagi pelaku industri otomotif nasional.

“Apalagi BPS Jatim juga mencatat pertumbuhan ekonomi Jatim pada 2013 mencapai 6,9 persen yang melampaui pertumbuhan ekonomi nasional. Belum lagi, potensi Jatim dari sisi jumlah penduduk yang mencapai lebih dari 38 juta dan tingginya daya beli berpotensi dapat menyumbang angka penjualan yang positif,” jelas Branch Coordinator Dyandra Promosindo, Agung M. Paramata, Jumat (17/10/2014).

Ia mengatakan, salah satu yang bisa mendongkrak potensi Jatim melalui Pameran Otomotif Surabaya (POS). Karena, POS bisa menjadi barometer percepatan tumbuhnya industri otomotif di Jatim. "Kami sangat yakin Jatim akan menjadi pasar paling potensial," cetus Agung.

Dyandra Promosindo, lanjut Agung, merupakan penyelenggara POS. Sedangkan, POS 2014 merupakan event kelima yang digelar Dyandra Promosindo. “Kami berharap target penjualan nasional bisa terdongkrak lewat pameran yang diselenggarakan tiap tahun ini,” harap Agung disela persiapan POS 2014 yang diselenggarakan 29 Oktober-2 November 2014 di Grand City Surabaya.

Agung menyebut, awal penyelenggaraan POS tahun 2010, jumlah transaksi yang dibukukan mencapai Rp 91 miliar. Sedangkan saat POS 2013, animo pengunjung pada produk otomotif meningkat hingga transaksi mencapai Rp 294 miliar dengan 48 ribu pengunjung.

“Kami yakin tahun ini pengunjung akan lebih antusias,” sambung General Manager (GM) Trade Fairs and Automotive Events Division Dyandra Promosindo, Lia Indriasari tanpa menyebut target transaksi dan jumlah pengunjung di tahun ini.

Sekadar tahu, sedikitnya ada 14 APM kendaraan roda empat yang terdiri dari 12 merek passanger cars dan dua merek commercial cars akan berpameran di POS 2014. Dari passenger cars merek yang bergabung diantaranya Cheverolet, Daihatsu, Datsun, Honda, Hyundai, KIA, Mitsubishi Motors, Mini Cooper, Nissan, Toyota dan Renault. “Sedangkan Hino dan Isuzu akan meramaikan commercial cars,” ujar Lia.

Pameran ini juga menghadirkan 30 pendukung otomotif yaitu Hurricane, Llumar, Skeleton dan lainnya. Tidak ketinggalan, ajang ini juga mendukung eksistensi industri otomotif lokal dengan menghadirkan 15 IKM komponen otomotif Jatim. “Selain itu, 5 mitra Astra, serta 5 peserta dari komunitas otomotif akan mengikuti pameran,” catatnya. (esp2)


Editor : Syarif Ab



 

 

                          

      FACEBOOK       TWITTER         GPLUS