Breaking News
Time: 7:13
Displaying items by tag: surabaya

Surabaya, Expostnews.com - Balai Besar Karantina Pertanian (BBKP) Surabaya mencatat, 4.465 ekor burung berkicau selundupan dari luar pulau masuk ke Surabaya. Penyelundupan ribuan satwa berparuh itu merupakan akumulasi 4 kasus yang terjadi sepanjang 2015.

“Ini upaya kami melindungi sumber daya alam hayati hewani dan mencegah penyebaran penyakit Avian Influenza atau flu burung,” jelas Retno Oktorina, Kabid Pengawasan dan Penindakan BBKP Surabaya, Selasa (15/12/2015).

Retno mengatakan, dari 4 kasus penyelundupan burung tersebut rata-rata menggunakan sarana angkut kapal. Data yang terangkum sejak November-Desember 2015 itu menyebut, Kapal Motor (KM) Kirana kerap menjadi jembatan para pelaku melakukan aksinya.

“Ribuan burung yang kami amankan sepanjang 2015 ini dari Banjarmasin, Kalteng dan Balikpapan Katim,” ingatnya.

Apabila dirinci, 4.465 ekor burung tersebut terdiri 1.205 ekor dikirim dari Banjarmasin dan sisanya 3.260 ekor burung berasal dari Balikpapan. Disebutkan, burung yang digelapkan dari Banjarmasin terjadi pada rentang 10-12 November 2015 dan pada, 3 Desember 2015, BBKP mengamankan, sekundupan burung asal Balikpapan.

“Terakhir, pada hari Sabtu, 12 Desember 2015, kami menggagalkan upaya penyelundupan 556 ekor burung jenis Jalak Kerbau dan Cucak Keling yang hari ini kami rilis,” ungkap Retno.

Menurutnya, ratusan burung berkicau dari jenis berbeda itu diketahui bukan dari hasil penangkaran. Melainkan, satwa bersayap yang ditaksir harganya antara Rp 80 ribu-Rp 100 ribu/ekor tersebut berasal dari tangkapan di hutan Kalimantan.

“556 ekor burung ini diselundupkan dari Balikpapan, Kalimantan Timur, dengan menumpang KM Kirana,” sambung Eliza S Rusli Kepala BBKP Surabaya didampingi staf dan jajaran Kepolisian Resor (Polres) Pelabuhan Tanjung Perak di kantor BBKP Surabaya.

Ia menyebut, dari 556 burung tersebut, 320 ekor adalah jenis Jalak Kerbau atau yang akrab disebut Jalak Kebo, dan selebihnya 236 ekor merupakan burung Cucak Keling. Hanya saja, 14 diantaranya sudah tidak bernyawa alias sudah mati. “Sebanyak, 9 burung Cucak Keling mati, dan 5 ekor Jalak Kerbau juga dalam kondisi mati,” kata perempuan berjilbab dan berkacamata ini.

Dijelaskan, tindakan penahanan dilakukan, karena pengiriman burung-burung tersebut tidak dilengkapi dokumen karantina atau sertifikat kesehatan. Eliza menyebut, perbuatan pelaku penyelundupan telah melanggar Pasal 31 jo Pasal 6 huruf a dan c Undang-Undang No. 16/1992 tentang Karantina Hewan, Ikan dan Tumbuhan dengan ancaman maksimal 3 tahun penjara.

“Pelaku warga Surabaya berinisial S ini tidak memiliki dokumen. Padahal, setiap memperdagangkan satwa harus mendapatkan surat kesehatan satwa. Setelah itu dikeluarkan sertifikat melalui pengambilan darah dalam sampling satwa,” jelas Eliza. (esp1/red)

Data Selundupan Burung Sepanjang 2015 :

1. Tanggal, 10 November 2015 : 1.005 ekor (Banjarmasin)
2. Tanggal, 12 November 2015 :   200 ekor (Banjarmasin)
3. Tanggal,  3 Desember 2015 : 2.704 ekor (Balikpapan)
4. Tanggal, 12 Desember 2015 :   556 ekor (Balikpapan)

Sumber : BBKP Surabaya


Surabaya, Exspost.com – Insiden tampar pipi terhadap Saleh Ismail Mukadar (SIM) yang terjadi ditengah diskusi langsung di stasiun televisi lokal swasta di Surabaya pada, Kamis (16/4/2015) mereaksi sikap Musyawarah Pimpinan Cabang (MPC) Pemuda Pancasila (PP) Surabaya. Petinggi organisasi masyarakat (ormas) yang terkenal dengan seragam loreng hitam oranye ini membantah keras terkait isu pelaku yang memukul SIM dihembuskan sebagai anggota PP.

“Tidak ada keterlibatan anggota kami (ormas PP, red) dalam insiden di SBO TV itu,” tegas Ahmad Amirullah, Ketua Lembaga Penyuluhan dan Pembelaan Hukum MPC PP saat jumpa pers di Surabaya, Jumat (17/4/2015).

Bantahan yang dilayangkan MPC PP Cabang Surabaya itu sekaligus menegaskan, bahwa pelaku pemukulan bukan anggota PP. Reaksi bantahan Selain itu, MPC PP Cabang Surabaya juga menyatakan, pihaknya akan memberi sanksi tegas, kepada anggota PP yang menyalahi tata tertib keanggotaan yang melakukan prilaku anarkis. “Kami sangat tegas terhadap penegakan tata tertib. Karena kami punya tatib (tata tertib, red) yang menindak tegas dengan sanksi terhadap anggota yang melakukan perbuatan tidak terpuji,” paparnya.

Bukan itu saja. Amirullah juga meluruskan bahwa tidak ada perintah maupun instruksi untuk bertindak kekerasan. DItandaskan, MPC PP Cabang Surabaya akan menindaklanjuti oknum tersebut, apabila diyakini sebagai anggota PP. “Kami akan menarik dan menyerahkan pada pihak kepolisian,” katanya.

Sebelumnya, Amirullah mengingatkan, agar dipisahkan antara lembaga dan personal. “Memang benar ada dari kami yang maju dalam pencalonan Ketua Umum PSSI. Tapi, harus dibedakan mana yang personal dan reaktif. Tolong dipisahkan,” tuturnya.

Sekadar tahu, dalam diskusi yang ditayangkan langsung stasiun televisiswasta, SBO TV telah terjadi aksi pemukulan, Kamis (16/4/2015). Berhembus, aksi tidak terpuji yang dilakukan oknum Pemuda Pancasila (PP) ditengah bahasan dialog yang mengangkat tema 'Sepak Bola Surabaya dalam Bahaya!'.(dim/esp1)


Editor : Syarif Ab

Surabaya, Exspost.com - Tiga terminal di pelabuhan Tanjung Perak Surabaya, masing-masing Terminal Jamrud Selatan, Terminal Berlian dan Terminal Teluk Lamong dipastikan menjadi lokasi penyandaran kapal logistik. Kepastian tersebut diperoleh, menyusul komitmen lima perusahaan pelayaran dengan PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) III Cabang Tanjung Perak, selaku Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang bergerak dibidang jasa kepelabuhanan.

“Komitmen bersama untuk kepastian lokasi penyendaran kapal logistik ini, untuk mendukung program Short Sea Shipping (SSS). Semua itu untuk memberikan kepastian (reliability) kepada pemilik barang dalam pelaksanaan program paket promosi ini,” kata Dhany Rachmad Agustian, Kahumas Pelindo III Tanjung Perak, Jumat (17/4/2015).

Dhany juga menyebut, pada Jumat ini, merupakan saat pemberangkatan perdana 50 Teus petikemas yang ikut dalam program promo 2 juta atau SSS ke Jakarta dengan menggunakan pelayaran PT Salam Pacific Indonesia Line/PT SPIL kapal Amazon. Menurutnya, komitmen tersebut sekaligus mengurangi beban jalan, khususnya di jalur transportasi darat. “Yang paling penting adalah, program SSS ini untuk menekan biaya logistik nasional,” sambung Deputy General Manager PT Pelindo III Tanjung Perak di Container Yard (CY) terminal Jamrud Selatan, Bambang Hasbullah.

Sementara, Capt. Nur Basuki, Manager Operasional PT SPIL mengungkapkan, komitmen PT SPIL yang menurunkan 4 unit kapal berkapasitas 100-1200 Teus ini merupakan keikutsertaan dalam menekan biaya logistik. Masing-masing unit kapal tersebut adalah Verizon, Luzon, Amazon dan Armada Papua.

“Rata-rata dalam 1 bulan akan ada 12 call ship yang melayani rute SSS, jadi setiap 5 hari sekali akan mampir di Pelabuhan Tanjung Perak, kemudian membawa petikemas ke Tanjung Priok Jakarta. Kami juga ikut memasarkan program SSS kepada para pemilik barang secara langsung,” tambahnya.

Capt. Nur menyebut, program promosi ini merupakan kesempatan yang sangat baik bagi para pengusaha. Pasalnya, rute serta jadwal dari PT SPIL sudah memiliki kepastian yang bisa dirasakan para pengusaha. “Animonya juga sangat tinggi. Sekarang pemberangkatan perdana sudah 50 Teus kami kirim ke Jakarta. Melihat kapasitas kapal kami, berarti tidak sampai 10 persen masih banyak slot yang bisa dimanfaatkan pemilik barang,” tukasnya.

Sekadar tahu, PT Pelindo III Cabang Tanjung Perak Surabaya mencatat, selama bulan Januari hingga Maret tahun 2015 telah melayani kapal sebanyak 18.415.569 dalam satuan Gross Tonage (GT) naik 5,5% dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya, sebesar 17.443.822 GT. (esp1)


Editor : Syarif Ab

Jakarta, Exspost.com - Sesuai rencana, tahun ini pembangunan jalur transportasi laut Lampung-Surabaya akan dilakukan dalam 3 tahap. Untuk membangun proyek megah yang ditelurkan Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) pada 2014 lalu itu, disiapkan alokasi anggaran senilai Rp 11,3 triliun.

Deputi Sarana dan Infrastruktur Bappenas Dedi S Priana mengatakan, pada tahap awal, akan dibangun konektivitas pelabuhan Marunda (Jakarta) dengan pelabuhan Kendal (Jawa Tengah). Selanjutnya, konektivitas Jakarta dengan Surabaya dan konektivitas pelabuhan Panjang (Lampung) dengan Surabaya.

“Selain mengurai kemacetan dan mengurangi perusakan jalur Pantura (pantai utara, red), proyek jalur transportasi ini untuk menekan biaya logistik hingga 4,3 persen menjadi 19,2 persen dalam kurun lima tahun ke depan,” katanya, Jumat (3/4/2015).

Dikatakan, pemerintah berencana memberikan insentif berupa subsidi bahan bakar kapal, Ini dilakukan agar proyek senilai total Rp 70,69 triliun bisa cepat terealisasi. Hanya saja, realisasi besaran subsidi senilai total Rp 70,69 triliun tersebut masih menunggu pembahasan dari Kementerian Keuangan (Kemenkeu) RI. “Sedang kami bahas mekanismenya,” aku Dedi.

Sebelumnya, Bappenas telah mengalokasikan total investasi pembangunan jalan tol Indonesia mencapai Rp 699 triliun. Melansir tender-indonesia, besaran dana tersebut, terinci dari Rp 243,6 triliun untuk pengembangan 24 pelabuhan nasional, sedangkan Rp 198 triliun guna pembangunan 1.481 pelabuhan non komersial dan Rp 101,7 triliun untuk pembuatan kapal. “Rencana pembangunan jalur transportasi laut Lampung-Surabaya itu, merupakan bagian dari rancangan pembangunan jalan tol Indonesia,” akunya. (esp17)


Editor : Syarif Ab

Page 1 of 4



 

 

                          

      FACEBOOK       TWITTER         GPLUS