Breaking News
Time: 7:05
Ragam

Kinerja Keuangan 2018 Naik 2%

Jakarta, Expostnews.com – Menyambut Asian Games yang digelar pelaksanaannya tahun ini di Indonesia, PT Holcim Indonesia Tbk mendapat kepercayaan merevitalisasi kompleks olahraga terbesar di Indonesia, Gelora Bung Karno (GBK). Alasan terpilihnya Holcim ini karena memiliki produk beton berpori ThruCrete dan ColoCrete yang dapat menyerapkan air langsung ke dalam tanah.

“Kami sangat bangga bisa menjadi bagian dari saksi sejarah Indonesia yang menjadi tuan rumah Asian Games tahun ini,” kata Presiden Direktur, Gary Schutz, Jumat (18/5/2018).

Menurutnya, keterlibatan Holcim tersebut merupakan bukti, produk Holcim memiliki keunggulan yang dibutuhkan pelanggan dan masyarakat pada umumnya. Holcim yang dikenal terdepan dalam inovasi, kualitas produk dan layanannya, menyuguhkan dua produknya yang sangat sesuai dengan postur lintasan jogging, taman serta jalur pejalan kaki di kawasan GBK. “Beton berpori ini juga mampu mencegah genangan air sehingga sangat aman bagi para pelari,” tandas Gary.

Sebelumnya, Gary memapar produktivitas terhadap kinerja keuangan perusahaan pada kuartal pertama tahun 2018 (belum diaudit). Meski tekanan akibat persaingan pasar cukup tinggi, Holcim Indonesia mampu mencatatkan peningkatan penjualan bersih sebanyak 2% dari Rp 2.158 miliar di tahun 2017 menjadi Rp 2.201 miliar pada tahun 2018.

“Asosiasi Semen Indonesia melaporkan terjadi pertumbuhan penjualan semen pada tahun 2018 sebesar 6.6 persen,” katanya.

Apabila dibandingkan tahun 2017 pada periode yang sama, telah terjadi peningkatan konsumsi di Sumatera dan Kalimantan yang masing-masing mencapai 9% dan 7%. Hal ini turut mendorong pertumbuhan permintaan semen dan membantu penyerapan pasokan yang berlebih, disamping upaya ekspor yang dilakukan oleh pelaku bisnis semen. “Meskipun mengalami peningkatan pada penjualan, Holcim mencatatkan kerugian sebesar Rp 332 miliar,” ungkap Gary.

Dijelaskan, kerugian tersebut disebabkan turunnya harga jual serta tingginya biaya energi, jika dibandingkan dengan periode yang sama di tahun lalu. Tingginya curah hujan serta jam kerja yang berkurang, ditambah banyaknya hari libur yang berkontribusi pada pencapaian yang lebih rendah.

“Situasi di pasar Indonesia masih terus menantang di kuartal pertama 2018. Sebagai langkah antisipasi, Holcim juga melakukan efisiensi biaya dan mengambil langkah-langkah transformasi komersial,” kata Gary menanggapi kinerja Holcim di kuartal I/2018, Senin (14/4/2018).

Namun demikian, Holcim masih berada di posisi yang baik dengan jaringan yang lebih terintegrasi serta lini produk yang lebih lengkap. Holcim, lanjut Gary, siap untuk melayani pasar serta memenuhi kebutuhan pelanggan, mulai dari pemilik rumah hingga proyek infrastruktur dan proyek pembangunan gedung bertingkat.

“Komitmen kami ini untuk menyediakan solusi-solusi inovatif dan nilai tambah bagi pelanggan. Hal ini yang membedakan kami dari kompetitor. Artinya, Holcim selalu mengoptimalkan setiap potensi untuk menciptakan peluang pasar,” ulas Gary. (sa/ms)

Surabaya, Expostnews.com – Situasi pasokan semen yang berlebih di pasar domestik membawa dampak ikutan terhadap turunnya pendapatan perusahaan-perusahaan semen di Indonesia. Bahkan, imbas dari situasi sulit tersebut, turut menekan harga yang menggerus marjin pendapatan sepanjang lima tahun terakhir.  

“Tekanan harga sebagai dampak kelebihan pasokan semen ini, berimbas pada penurunan EBITDA. Holcim mencatat kerugian hingga Rp 758 miliar, karena situasi yang sulit di pasar, tekanan harga dan kewajiban-kewajiban keuangan perusahaan,” aku Diah Sasanawati, Corporate Communications Manager PT Holcim Indonesia Tbk, Kamis (26/4/2018).
 
Untuk itu, kata Anna, sapaan akrabnya, para pelaku industri semen di Indonesia dituntut mengambil langkah strategis dan inovatif. Upaya ini agar dapat memenangkan persaingan, yang kemudian menjadi pilihan pelanggan. “Tapi, di tengah situasi sulit itu, Holcim masih meraih peluang dari pelbagai aktivitas pembangunan di Indonesia sepanjang tahun 2017,” ingat Anna.

Data yang diperoleh menyebut, Holcim masih mencatat peningkatan volume penjualan sebesar 7.8% dari sektor infrastruktur dan ritel. Penjualan bersih relatif stabil dari Rp 9.458 miliar di tahun 2016 menjadi Rp 9.382 miliar di tahun 2017. “Unit bisnis agregat dan beton turut mencatat pertumbuhan penjualan yang cukup kuat,” akunya.

Agregat tumbuh 33.84% dari Rp 107.49 miliar di tahun 2016 menjadi Rp 143.87 miliar di tahun 2017. Sedangkan, layanan konstruksi lainnya, lanjut Anna, tumbuh lebih dari dua kali lipat dari Rp 186.48 miliar di tahun 2016, menjadi Rp 384.25 miliar pada tahun 2017.

“Upaya-upaya optimalisasi dan efisiensi yang dilakukan perusahaan ikut memberi kontribusi pada peningkatan pendapatan operasional sebesar 6.3 persen dari Rp 206 miliar di tahun 2016, menjadi Rp 219 miliar di tahun 2017,” jelas Anna dalam rilisnya.

Menukil Asosiasi Semen Indonesia (ASI), Anna menyebut, potensi lain yang memperparah kondisi produsen semen domestik adalah, munculnya Peraturan Menteri Perdagangan No.7/2018, tentang impor klinker dan semen. Alasannya, regulasi yang ditandatangani, 12 Januari 2018 tersebut kontradiktif dan bertentangan dengan kebijakan pemerintah yang memprioritaskan produk dalam negeri.

“Untuk itu, produsen semen di Indonesia berharap dapat mengambil bagian dalam realisasi proyek pemerintah untuk mengurangi kondisi kelebihan pasokan di pasar domestik,” harapnya.

Berdasar laporan ASI, total penjualan semen di Indonesia pada tahun 2017 mencapai 69,2 juta ton. Angka ini meningkat 9.5%, jika dibandingkan dengan data pada tahun 2016 yang hanya mencapai 63,2 juta ton. “Dari jumlah total penjualan, konsumsi untuk domestik mencapai 66,3 juta ton, atau meningkat 7.6 persen dari pencapaian tahun lalu sebesar 61,6 juta ton,” ungkap Anna.

Di sisi lain, selama tahun 2017, beberapa produk unggulan telah menjadikan Holcim Indonesia sebagai inovator dan pemimpin dalam bahan bangunan dengan teknologi terkini untuk peningkatan pasar Holcim. SpeedCrete, ThruCrete dan ApexCrete merupakan produk yang berhasil memberikan solusi perbaikan dan pembangunan jalan raya, jalur pejalan kaki, area taxiway di bandara dan area pergudangan dengan kekuatan struktur yang tinggi, di antara produk-produk unggulan lainnya.

“Komitmen Holcim dalam menyediakan solusi bernilai tambah melalui inovasi, ditandai dengan peluncuran beberapa produk berbasis aplikasi di tahun 2017, seperti, Solid Road, PowerMax dan WallMax,” jelas Anna.

Kehadiran PowerMax dan WallMax, kata Anna, diarahkan untuk mengubah kebiasaan pelanggan menggunakan produk semen umum ke produk berbasis aplikasi. PowerMax dengan Micro Filler Particle dan Strength Agent memberikan manfaat mengisi rongga dan menghindari keropos, lebih cepat keras, memiliki kuat tekan lebih tinggi dibandingkan beton biasa tanpa tambahan bahan lain.

“Sehingga, lebih hemat biaya perawatan dalam jangka panjang. WallMax dengan Micro Filler Particle dan Smooth Agent menghasilkan adukan yang lebih pulen dan lebih mudah diaplikasikan, warnanya lebih terang, lebih lekat, meminimalisasi retak rambut, dan hasil akhir yang lebih halus serta tahan lama,” ujar Anna.

Lantas, bagaimana peluang di tahun 2018? Anna mengatakan, para pendatang baru telah memperoleh pangsa pasar yang cukup besar sejak seluruh total kapasitas selesai pada tahun 2014-2015. Kehadiran dari para pemain baru juga mendorong persaingan harga yang semakin ketat, khususnya untuk lokasi di luar pulau Jawa. “Para pelanggan lebih mementingkan harga, ketimbang merek dagang yang lebih baik. Jika dilihat dari pasar geografis, penjualan semen di Indonesia masih berfokus di wilayah Jawa, diikuti dengan Sumatera, Sulawesi dan Kalimantan,” ulas Anna.

Peluang lainnya adalah, peningkatan realisasi proyek infrastruktur pemerintah, seperti jalan tol, bandara, dan pengembangan pelabuhan, diharapkan mampu meningkatkan permintaan pasokan semen dan beton di tahun 2018. Selain itu, lanjut Anna, di tengah kondisi kelebihan pasokan, para pelaku industri semen di Indonesia memiliki peluang untuk melakukan ekspor ke negara tetangga yang masih mengalami kekurangan pasokan semen.

“Meskipun kinerja ekonomi, intervensi harga dan kekurangan poin penting dalam stimulus dan rencana infrastruktur. Holcim Indonesia telah siap untuk peningkatan kompetisi,” yakinnya.

Selain merespon kebutuhan pasar di Jawa dengan mengenalkan produk serta solusi inovatif, Holcim juga mengantisipasi potensi pertumbuhan pasar di Sumatera Selatan. Salah satunya dengan menyiapkan kehadiran terminal semen di Palembang yang diharapkan selesai pembangunannya di 2018. “Yang pasti, Holcim tetap berkomitmen, dan selalu melahirkan inovasi dengan nilai tambah,” tutupnya. (ms/sa/hum)

Jamin Kebutuhan Ramadan Aman

Surabaya, Expostnews.com – Menteri Perdagangan (Mendag) RI, Enggartiasto Lukita meminta Badan Usaha Logistik (Bulog), termasuk Bulog Divre Jatim tetap standby dengan stok beras yang dimilikinya. Alasannya, kebutuhan pangan secara nasional, terutama beras menjelang bulan suci Ramadan tahun ini masih relatif aman dengan stok yang tetap terjaga

“Tapi, kalau dirasa ada kekurangan, Bulog harus siap untuk menyalurkan. Karena, ketersediaan beras saat ini melimpah dan tidak ada kekhawatiran kekurangan stok,” yakin Mendag, saat di Kantor Perum Bulog Divre Jatim, Kamis (19/4/2018).

Namun demikian, Enggartiasto mengingatkan, agar seluruh pedagang pasar tradisional menjual bahan pokok tidak melebihi Harga Eceran Tertinggi (HET). Sebab, HET untuk beras di Jawa, Lampung, dan Sumatera Selatan, khususnya beras medium masih dikisaran Rp 9.450/kg, dan beras premium seharga Rp 12.800/kg.

“Sedangkan untuk HET gula pasir sebesar 12.500/kg, daging beku Rp 80.000/kg, minyak goreng kemasan sederhana Rp 11.000/liter dan minyak goreng curah seharga Rp 10.500/liter,” urai Mendag didampingi Gubernur Jatim, Soekarwo dan Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Jatim, Difi Ahmad Johansyah saat menghadiri rapat Koordinasi Wilayah Tim Pengendalian Inflasi Daerah (Rakorwil TPID) se-Jatim bertema ‘Manajemen Tata Niaga Pangan Dalam Rangka Menjaga Stabilitas Harga Menjelang HBKN di Hotel Shangri-La Surabaya.

Diakui, masih ada sejumlah daerah yang menjual beras dibawah HET, seperti Aceh. Sulawesi Selatan dan Jambi. Selebihnya, hanya sedikit yang menjual di atas HET. “Tetapi nantinya, akan kami sesuaikan dengan HET, hingga harganya sama dengan daerah lainnya,” tukasnya.

Selanjutnya, selain beras, stok komoditi seperti telur dan daging ayam yang cenderung turun harganya juga masih dalam kondisi aman. Dengan demikian, Mendag menjamin, harga kebutuhan pokok relatif terkendali. “Jadi, tidak ada masalah dengan stok kebutuhan pokok sampai dengan Ramadan,” jaminnya.

Bagaimana dengan Jawa Timur? Disela melepas pengiriman bantuan bahan pokok berupa beras dari Jatim ke berbagai wilayah di Indonesia yakni Maluku, Jambi, D.I.Yogyakarta, Bali, NTT, Kalimantan Timur, Kalimantan Tengah dan Papua, Mendag menyebut, stok bahan pokok di Jatim sangat tersedia dan berlebih. Boleh dibilang, surplus pangan di Jatim mampu menyuplai beberapa daerah yang masih kekurangan.

“Rakyat Jatim bersyukur punya Gubernur seperti beliau (Soekarwo, red). Pakde Karwo ini tahu betul dan bersedia turun langsung untuk mengecek kondisi pangan di wilayahnya. Beliau ini, luar biasa dengan keberpihakan kepada rakyat. Jadi, pas kalau jadi Menteri Perdagangan,” seloroh Enggartiasto disambut tepuk tangan hadirin.

Menyoal usulan Gubernur Jatim soal dryer, Mendag berjanji segera menindaklanjuti dan memrosesnya. Hanya saja, Enggartiasto yang juga melakukan sidak ke Hypermart di City of Tomorrow (Cito) Surabaya ini meminta Gubernur membuat surat kepada Menko Perekonomian. “Termasuk soal pemberian kredit dengan skema bunga KUR kepada Gapoktan. Yang pasti, kami segera tindaklanjuti, sekaligus melibatkan Bank Indonesia dan OJK,” tutur Mendag.

Pada saat bersamaan, Kepala Perwakilan Bank Indonesia, Difi Ahmad Johansyah mengatakan, inflasi Indeks Harga Konsumen (IHK) 2018 diperkirakan tetap terkendali dikisaran 3,5%±1% (yoy). Namun, katanya, tetap perlu diwaspadai terkait kenaikan harga pangan. “Perlu sekali penguatan koordinasi kebijakan, terutama untuk menjaga inflasi pangan (volatile food) maksinal 4-5 persen dengan memastikan kecukupan pangan,” ulasnya. (sa/ms)

Perluas Kapasitas 1,5 Juta TEUs

Surabaya, Expostnews.com - Kontrak kerja penambahan luas lapangan penumpukan terminal peti kemas utama di Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya senilai Rp 400 miliar sudah ditandatangani. Hanya saja, perluasan container yard (CY) tahap kedua di Terminal Teluk Lamong (TTL) itu belum ditentukan jadwal dimulainya pembangunan dari eksisting 10 blok berkapasitas 1 juta TEUs menjadi 15 blok dengan kapasitas 1,5 juta TEUs.

Berdasar informasi yang diperoleh, penentuan jadwal dimulainya pembangunan masih harus menunggu rapat kesepakatan detail proyek. Setelah disusun, muncul berita acara untuk memulai penghitungan kerja sebagai penentuan dimulainya pengerjaan proyek yang ditargetkan selesai 2 tahun tersebut. “Itu teknis saja, singkatnya dalam waktu dekat ini sudah dimulai proyeknya,” ujar sumber dekat di lingkungan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) kepelabuhanan yang berkantor pusat di Surabaya, Rabu (11/4/2018).

Sementara, terminal berkonsep ramah lingkungan pertama di Indonesia, yang dibangun sebagai ekstensifikasi dan perluasan dari pelabuhan terbesar di kawasan timur Indonesia tersebut, diyakini tuntas pengerjaannya lebih cepat dua bulan dari target penyelesaian. Disebutkan, PT Nindya Karya (NK) selaku kontraktor pemenang pengerjaan CY di TTL, percaya diri mampu menyelesaikan proyek selama 18 bulan.

“Pelindo III akan diuntungkan, jika proyek selesai lebih cepat. Karena (infrastruktur yang dibangun, red) dapat segera digunakan,” tukas CEO Pelindo III Ari Askhara, di sela penandatanganan kontrak pengerjaan proyek, Selasa (10/4/2018).

Ari Askhara mengungkapkan, untuk perluasan CY tahap kedua di TTL tersebut, Pelindo III menggelontorkan investasi yang nilainya mencapai hampir Rp 400 miliar. Nantinya, proyeksi fase ultimate (final) pada tahapan pembangunan lapangan penumpukan peti kemas di TTL, akan mencapai luasan 30 blok dengan kapasitas 6,5 juta TEUs.

“Proyek ini penting sebagai pengembangkan jalur logistik untuk menekan cost, yang merupakan bagian dari Program Nawacita Pemerintah, agar target pertumbuhan ekonomi 5 persen untuk tahun ini dapat tercapai,” tambah Indrajaya Manopol, Dirut PT NK, selaku BUMN infrastruktur pemenang pembangunan CY TTL tahap dua yang juga bersamaan dengan penandatanganan PT Hutama Karya (HK) dengan Pelindo III dalam kesepakatan proyek peninggian dermaga Pelabuhan Tanjung Emas Semarang.

“Proyek bersama dengan Pelindo III ini adalah pertama kalinya mendapat tugas untuk mengerjakan proyek dengan metode manajemen pembangunan (building management method/BIM),” sambung Kepala Wilayah IV PT HK, Andung Damar Sasongko.

Metode yang diarahkan langsung Ari Askhara itu, kata Andung, merupakan suatu sistem yang bisa mengubah konsep konstruksi di Indonesia. Dengan menerapkan BIM, tingkat kecocokan dari tahapan design, planning, construction, dapat dioptimalkan. “Sehingga, bisa menghemat biaya dan waktu,” papar Andung.

Terpisah, CEO Pelindo III Regional Jawa Tengah, Ardhy Wahyu Basuki menjelaskan, proyek peninggian dermaga Terminal Samudera di Pelabuhan Tanjung Emas Semarang memiliki dimensi terminal seluas 38 x 300 meter itu ditinggikan menjadi 2,1 meter Low Water Spring/permukaan air (LWS), atau dari semula 1,1 meter LWS menjadi 3,2 meter LWS. Diungkapkan, pekerjaan yang dilaksanakan selama 9 bulan dengan nilai investasi hampir Rp 280 miliar itu ditujukan untuk mengembangkan dermaga untuk general cargo menjadi dermaga peti kemas.

“Nantinya container crane (alat angkat peti kemas) di Terminal Peti Kemas Semarang akan ada yang dipindahkan ke Terminal Samudera yang terkoneksi dengan jalur rel kereta api. Sehingga, pengangkutan peti kemas semakin lancar dan biaya logistik di Semarang semakin efisien,” ulasnya. (sa/ms/hum)

Dua Periode Capai 11 Ton

Probolinggo, Expostnews.com – Komitmen PT Pembangkitan Jawa Bali (PJB) terhadap ketahanan pangan masyarakat dengan sistem penanaman organik menunjukkan fakta yang menggembirakan. Terbukti, gagasan PJB sejak 4 tahun silam itu mampu meningkatkan produksi padi organik petani melalui Program Organic Integrated System (OIS), khususnya di Desa Kotaanyar, Kecamatan Kotaanyar, Kabupaten Probolinggo.

“Ya, produksinya naik. Apalagi, selama dua periode dengan sistem game plot meningkat dari 7 ton per hektar, menjadi 11 ton produksinya,” tukas Direktur Utama PT PJB Iwan Agung Firstantara disela panen raya padi organik di petak sawah Desa Kotaanyar, Kecamatan Kotaanyar, Kabupaten Probolinggo, Selasa (3/4/2018) pagi.
 
Hasil positif ini, kata Iwan, sebenarnya sudah pernah terbukti pada sistem penanaman padi organik di periode pertama tahun 2015. Iwan merinci, di tahun 2015 itu, hasil padi organik terjadi peningkatan produksi dari 7 ton per hektar menjadi 9 ton per hektar. “Nah, di periode kedua tahun 2018 ini, padi organik yang diproduksi kembali meningkat hingga 11 ton per hektar,” tuturnya didampingi Kepala Desa Kotaanyar, Supriatin dan seluruh jajaran PJB di Paiton Probolinggo.

Iwan mengatakan, hasil produksi yang terus meningkat dari tahun ke tahun itu, merupakan bagian dari komitmen PJB, terutama di Pembangkitan Paiton Unit 1, 2 dan 9. Harapannya, kegiatan penanaman padi secara organik yang diterapkan di Desa Kotaanyar ini akan mendorong produksi padi secara sustainable.

“Tidak lain, program yang kami awali dengan cara game plot di tahun 2014 itu, untuk mendukung pemerintah pusat dalam hal ketahanan pangan nasional. Syukur Alhamdulillah, para petani di sini (Desa Kotaanyar, red) turut meresponnya,” kata Iwan yang juga menghibahkan mesin perontok padi.

Disisi lain, Iwan menambahkan, bahwa padi organik memiliki banyak keunggulan dari sisi manfaat. Selain menambah bobot volumenya, kata Iwan, padi organik dengan sistem OIS ini lebih siap, karena menggunakan sampah organik dan lebih murah, karena tidak menggunakan pupuk kimia. “Lainnya adalah, produksi bulirnya juga lebih banyak, lebih sehat dan harga berasnya juga lebih mahal. Setidaknya, ada 6 manfaat di padi organik ini,” urai lelaki kelahiran Jogjakarta ini.

Menitikberatkan dalam hal produksi yang dihasilkan tanam padi organik ini, PJB tak henti melakukan pendampingan terhadap gabungan kelompok tani (Gapoktan) Desa Kotaanyar, selain juga memberikan bantuan satu unit mesin perontok padi. Menurut Iwan, kehadiran mesin tersebut sanggup menekan losing hingga 3%, dibanding dengan cara manual.

“Ini semua merupakan gerak dari CSR (Corporate Social Responsibility, red) yang dialokasikan di sekitar Pembangkitan Unit Paiton. Nilainya mencapai Rp 2 miliar, dari total dana CSR kami di tahun 2018 sebesar Rp 40 miliar,” jelasnya.

Pada saat bersamaan, Kepala Desa (Kades) Kotaanyar Supriatin menyambut, gembira upaya PJB yang telah membantu dalam pendampingan petani melalui sistem OIS. Sehingga, hasil yang diperoleh dari produksi padi di desanya, khususnya padi organik semakin meningkat. “Apabila melihat hasil yang sedemikian rupa, kedepan kami ingin bangun lumbung padi sebagai sarana pendukung agar produksi tetap berkelanjutan,” pungkasnya. (sa/ms/ar)

Surabaya, Expostnews.com – Berwirausaha 100% gratis, apalagi tanpa modal usaha memang tak semudah membalik telapak tangan. Bahkan, sesuatu yang dianggap mustahil dan tidak mungkin itu, kini terjawab sudah tentang bagaimana berwirausaha mandiri tanpa bersusah-payah mencari modal besar.

“Nyomod atau ‘Nyoklat Modern’ adalah jawaban paling tepat di era yang serba penuh dinamika seperti ini,” kata Agung Jayadi saat berbincang terkait program masyarakat mandiri dalam usaha dan berwirausaha tanpa modal yang digagas CV Multi Pangan Mandiri (MPM) Surabaya, Jumat (23/2/2018).

Hanya saja, kata Agung, untuk merealisasikan hal tersebut, tetap membutuhkan ketekunan serta kemauan ulet untuk maju dan menjadi lebih baik. Menurut Agung, usaha minus modal yang diklaim mampu menciptakan kemandirian serta mendongkrak perekonomian masyarakat kecil ini, sudah terbukti dengan keberadaan 7 titik kedai Nyomod yang tersebar di beberapa wilayah Surabaya.

“Untuk sementara, yang sudah kami kembangkan di Surabaya, ada di Karangmenjangan dengan dua kedai Nyomod, Sidodadi ada 1, Keputih ada 2 Nyomod, Mulyorejo 1 kedai dan di Jojoran sudah berkembang satu kedai Nyomod. Saya yakin, usaha gratis tanpa modal itu bukan sesuatu yang mustahil untuk diwujudkan,” kata pengusaha muda yang juga Direktur CV MPM Surabaya ini.

Saat ditemui, Agung mengungkapkan, rintisan program masyarakat mandiri dalam usaha tanpa modal tersebut tetap melalui pendampingan yang mengedukasi tentang cara mengelola Nyomod hingga berkembang pesat. Dengan harapan, perkembangan Nyomod turut memunculkan budaya berbisnis mandiri yang bisa ditularkan ke seluruh lapisan masyarakat, terutama lapisan menengah ke bawah.

“Jadi, program kami ini seratus persen gratis tanpa modal. Karena, seluruh kebutuhan usaha, mulai kedai, termos, dispenser serta keperluan lainnya, kami yang menyediakan. Semua, sampai kebutuhan bahan bakunya. Kalau bahan bakunya habis, bisa didapatkan di tempat kami,” tutur pengusaha berkacamata ini.

Nyomod, atau usaha kedai minuman cokelat ini, kata Agung, memiliki potensi bisnis yang menjanjikan dan berpeluang menghasilkan pendapatan serta nilai tambah bagi pelaku usahanya. Sebab, pangsa pasar yang ditawarkan sangat kompetitif dengan harga jual yang bersaing dan terjangkau.

“Ya. Melalui Nyomod, kami ingin menawarkan minuman cokelat bersaing dengan harga yang seminim mungkin dan semurah mungkin, agar bisa dijangkau serta dinikmati masyarakat luas. Kalau memang berminat, silakan daftar sekarang juga dan hubungi penyelenggara kami di nomor 081221781981,” ingatnya.

Apakah tidak ada syarat? Agung mengatakan, masyarakat yang berminat berwirausaha tanpa sepeser kocek itu tidak perlu ribet menyiapkan persyaratannya. Dijelaskan, calon usahawan mandiri yang ingin mengelola dan mengembangkan Nyomod, cukup menyediakan tempat serta identitas diri yang diperlukan sebagai data awal. “Seperti KTP dan KK, cukup itu syaratnya. Untuk tempat, kami akan survei terlebih dahulu. Kalau misalkan kurang pas, kami tidak akan membatalkan, melainkan kami berikan saran lokasi yang paling sesuai,” jamin Agung yang sudah menyediakan 50 unit kedai/rombong gratis untuk mengembangkan Nyomod sebagai usaha berbasis mandiri.

Disinggung target kedepan dari program 100% tanpa modal ini, Agung mengungkapkan, Nyomod akan dikembangkan ke seluruh pelosok Jawa Timur. Namun, untuk mengawalinya, Surabaya dipilih sebagai pilot project untuk mengenalkan Nyomod sebagai program wirausaha masyarakat mandiri.

“Yang pasti, target kami bisa mengembang secara nasional ke seluruh daerah di Indonesia. Kami juga berharap, ada perhatian dan dukungan pemerintah terhadap peluang usaha mandiri ini. Dengan begitu, program yang dikemas dengan nama Nyomod ini bisa diperbanyak hingga mampu mensejahterakan perekonomian masyarakat,” kata Agung. (ms/sa)

Kody: OPP/OPT Naik 8,13%, Upah TKBM Rp 196.300

Surabaya, Expostnews.com - Empat asosiasi kepelabuhanan tidak memasalahkan naiknya biaya bongkar muat tahun 2018 yang dipatok Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Asosiasi Perusahaan Bongkar Muat Indonesia (APBMI) Jawa Timur. Dipastikan, tarif bongkar muat/ongkos pelabuhan pemuatan/ongkos pelabuhan tujuan (OPP/OPT) yang besaran kenaikannya disetujui 8,13% itu, diberlakukan awal Maret 2018.

“Ya. Asosiasi kepelabuhanan terkait, seperti ALFI/ILFA selaku EMKL, GINSI, GPEI atau asosiasi eksportir, termasuk INSA selaku asosiasi pemilik kapal, sudah menyetujui besaran kenaikan OPP/OPT tahun 2018,” papar Ketua DPW APBMI Jatim, Kody Lamahayu Fredy dikonfirmasi, Kamis (22/2/2018).

Dijelaskan, tarif tersebut meliputi jumlah jenis barang yang bervariasi dan berbeda-beda. Masing-masing jenis barang memiliki nilai atau tarif yang tidak sama antara satu dengan lainnya. “Terutama cargo, kontainer, hewan, back cargo, kemudian curah kering,” tutur Kody.

Ia memastikan, para pengguna jasa dapat melihat dengan jelas dan transparan sesuai modul besaran tarif yang sudah ditetapkan tersebut. Bahkan, DPW APBMI telah menyiapkan, buku panduan yang bisa diperoleh para asosiasi pengguna jasa yang ingin mengetahui secara detil terkait rincian nilai tarif OPP/OPT yang baru.

“Yang pasti, saya tidak bisa menjelaskan satu per satu tentang besaran tarif OPP/OPT. Kami sediakan buku panduannya. Jadi, silakan saja datang ke kantor kami, apabila masyarakat ingin mengetahui lebih jelas dari tarif terbaru dari APBMI Jatim,” katanya.

Ditambahkan, selain menaikkan tarif OPP/OPT, DPW APBMI Jatim juga menetapkan kenaikan upah tenaga kerja bongkar muat (TKBM) di Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya. Menurut Kody, besaran upah buruh pelabuhan yang ditetapkan pemberlakuannya sama dengan kenaikan OPP/OPT tersebut, sudah sesuai PM 35/2007 tentang Pedoman Perhitungan Tarif Pelayanan Jasa Bongkar Muat Barang Dari dan Ke Kapal di Pelabuhan.

“Upah TKBM, kami naikkan dari Rp 182.000/shift/orang menjadi Rp 196.300/shift/orang. Untuk pemberlakuannya, kami tetapkan untuk kenaikan OPP/OPT dan upah TKBM mulai, 1 Maret 2018, pukul 00.00 Wib. Dengan ini, kerja asosiasi sudah kami selesaikan terkait kenaikan upah TKBM serta kenaikan OPP/OPT untuk handling barang dari kapal dan ke kapal,” ingat Kody.

Sekadar mengingat, setahun lalu, atau tepatnya, 1 Maret 2017, DPW APBMI Jatim pimpinan Kody Lamahayu Fredy pernah menaikkan upah TKBM Tanjung Perak tahun 2016 yang besarannya Rp 169.000/shift/orang, dinaikkan menjadi Rp 182.000/shift/orang pada tahun 2017. Diyakini, ongkos buruh bongkar muat yang diberlakukan efektif, 1 Maret 2017 kala itu, telah memenuhi standar kelayakan dan estimasinya melebihi upah minimum kabupaten/kota (UMK) Jawa Timur pada periode yang sama. (ms/sa)

Surabaya, Expostnews.com - Membaiknya kinerja tahun 2017, kian memacu target layanan bongkar muat peti kemas internasional tahun 2018 di PT Terminal Petikemas Surabaya (TPS) terpenuhi 1.302.624 TEUs. Selain kesiapan peralatan bongkar muat yang memadai, optimisme anak usaha PT Pelindo III dibidang pelayanan peti kemas itu akan ditopang sistem Online Booking System (OBS) dan penugasan 16 tenaga Pandu.


"Paling tidak, target layanan kami di tahun 2018 ini ada peningkatan lebih dari 5 persen dari naiknya arus peti kemas di tahun 2017 lalu. Apalagi, di bulan Januari 2018, rencana kunjungan kapal juga meningkat lebih dari 100 kunjungan dengan rencana volume bongkar muat lebih dari 133.000 TEUs,” tukas Direktur Utama (Dirut) PT TPS, Joko Noerhudha terkait kinerja PT TPS sepanjang 2017, Kamis (25/1/2018).


Joko mengungkapkan, TPS juga meningkatkan layanan tahun 2018 melalui beberapa program unggulan, seperti uji coba online booking system (OBS). Begitu uji coba sistem online untuk container import itu usai dilaksanakan, pihaknya akan diimplementasikan sistem tersebut secara penuh di tahun ini. “Uji coba ini kami laksanakan pada kuartal pertama di bulan Maret dan April. Sistem ini akan memudahkan kostumer mencetak Job Order Delivery secara online,” tutur pengganti Yon irawan yang kini menempati posisi baru sebagai Direktur Keuangan (Dirkeu) PT Pelindo IV, Makassar.


Mantan General Manager (GM) PT Pelabuhan Indonesia III (Persero) Cabang Tanjung Perak Surabaya ini juga memaparkan, pelayanan di dermaga turut ditingkatkan melalui penugasan 16 orang yang secara khusus sebagai tenaga pandu. Petugas pandu dalam 4 grup yang mulai ditugaskan 1 Februari 2018 itu akan didukung 2 unit tug boat (TB) untuk mempercepat proses sandar kapal di dermaga TPS.


“Apabila proses sandar lebih cepat, maka akan meningkatkan produktivitas alat bongkar muat di dermaga,” sambung Kepala Humas PT TPS, M. Soleh di kafe Tjap Pregolan Surabaya.


Soleh menambahkan, di tahun 2018 ini, manajemen TPS menargetkan total bongkar muat peti kemas sebesar 1.381.547 TEUs. Target tersebut terdiri dari 1.302.624 TEUs peti kemas internasional dan 78.923 TEUs peti kemas domestik. “Dengan peningkatan fasilitas dan kapasitas layanan, manajemen PT TPS yakin target tersebut bisa dicapai,” tukas Soleh.


Sementara, catatan kinerja PT TPS sepanjang 2017, arus peti kemas internasional (ekspor-impor) menunjukkan peningkatan sebesar 5.3% dibanding tahun 2016 lalu. Pada tahun 2016, kata Soleh, arus petikemas internasional tercatat 1.241.225 TEUs atau naik menjadi 1.306.876 TEUs di tahun 2017. “Capaian ini terbilang meningkat 5,4 persen dibanding rencana target yang ditetapkan awal tahun 2017 sebesar 1.239.665 TEUs,” ujarnya.


Peningkaran ini ditandai dengan bertambahnya kunjungan kapal internasional di TPS mulai Oktober 2017 yang cenderung meningkat. Biasanya, jumlah kunjungan kapal internasional berada di bawah angka 90 kunjungan. “Tapi, sejak Oktober 2017, jumlah kunjungan kapal internasional meningkat lebih dari 90 kunjungan. Yang jelas, sampai tahun 2017, PT TPS masih menguasai 86,41 persen arus petikemas intemasionai di Tanjung Perak,” urainya. (sa/ms/hum)

 

Siapkan Fasilitas dan Kapasitas Besar

Surabaya, Expostnews.com - Perusahaan galangan kapal, PT Adiluhung Saranasegara Indonesia (ASSI/Adiluhung) optimis, tahun 2018, akan menambah volume garapan baru. Selain proyek lanjutan tahun 2017, Adiluhung menargetkan, bisa menggarap 5 unit bangunan kapal baru di tahun 2018.

“Minimal ada 2 sampai lima kapal bangunan baru untuk target yang direncanakan Adiluhung di tahun 2018,” ungkap Anita Puji Utami, Direktur Utama (Dirut) PT Adiluhung Saranasegara Indonesia (ASSI/Adiluhung) dikonfirmasi target penambahan bangunan kapal baru tahun 2018, dan kapasitas galangan, Rabu (27/12/2017).

Anita mengatakan, target penambahan bangunan baru kapal di tahun depan itu telah disiapkan secara matang dan terpola. Adiluhung, lanjut Anita, tetap akan mengikuti prosedur yang ditentukan setiap jalinan kontrak kerja dalam menambah bangunan kapal baru.

“Baik itu lokal, atau tender swasta domestik, maupun tender luar negeri akan kami ikuti,” yakinnya.

Menurut Anita, proyeksi penambahan bangunan baru kapal dari Kementerian Perhubungan (Kemenhub) dan pelayaran swasta tersebut merupakan suatu keharusan yang tetap ada dalam pekerjaan galangan di Adiluhung. Hal ini mengingat, fasilitas yang tersedia di galangan Adiluhung cukup mumpuni dan semakin meningkat secara kapasitas.

“Secara order, faktanya memang menurun. Tapi, untuk fasilitas galangan maupun kapasitas di galangan kami semakin meningkat,” ulas perempuan murah senyum ini.

Namun, Anita tetap menyadari, bahwa pengadaan bangunan kapal baru tetap tergantung dari kemampuan serta kondisi keuangan masing-masing kastemer, seperti pemerintah dan pelaku usaha di bidang pelayaran. Meski demikian, ia tetap berharap, tahun 2018, ada pengadaan kapal baru dari pemerintah maupun pihak swasta yang bisa dikerjakan di galangan yang ber-basecamp di Bangkalan Madura tersebut.

“Karena, bukan hanya dari sisi kapasitas untuk lahannya, melainkan fasilitas produksi di Adiluhung sudah sangat tersedia. Begitu juga dengan SDM (sumber daya manusia, red) yang kami miliki juga cukup banyak. Sayang, apabila yang ada ini tidak dimaksimalkan,” ingat Anita. (ms/sa)

Surabaya, Expostnews.com - Sepanjang perjalanan tahun 2017, PT Adiluhung Saranasegara Indonesia (ASSI/Adiluhung), telah menyelesaikan satu unit kapal bangunan baru. Satu kapal garapan Adiluhung yang merupakan proyek tahun 2017 itu berjenis feri roll on-roll off (roro) dengan tipe 2000, KMP Drajat.

“Alhamdulillah, satu unit kapal proyek tahun 2017 sudah kami selesaikan,” aku Direktur Utama (Dirut) PT ASSI, Anita Puji Utami merefleksi perjalanan perusahaan galangan kapal swasta di Bangkalan, Madura ini sepanjang tahun 2017, Selasa (26/12/2017).

Anita mengatakan, kapal feri bangunan baru tersebut tidak bersamaan penyelesaiannya dengan 6 kapal yang juga terdapat dalam proyek tahun 2017. Alasannya, pembangunan 6 dari 7 unit kapal yang harus diselesaikan Adiluhung itu sangat terkait dengan anggaran pengerjaan.

“Ya. Kalau saja tidak karena anggaran, seharusnya, sampai dengan akhir 2017, kami sudah bisa menyelesaikan 7 unit kapal baru,” tukas Anita.

Terhambatnya target penyelesaian 6 unit kapal tersebut, kata Anita, juga menyesuaikan masa kontrak kerja. Selain kendala anggaran dan masa kerja, pengerjaan proyek 6 kapal tersebut harus melalui perpanjangan kontrak.

“Pada intinya, ada perpanjangan kontrak pengerjaan di tahun depan, khususnya untuk proyek enam kapal bangunan baru,” jelas perempuan berkacamata ini.

Diungkapkan, sesuai perpanjangan kontrak, kelanjutan pembangunan 6 kapal bangunan baru itu akan dituntaskan Adiluhung pada, April 2018. Optimisme tersebut, tak lepas dari progres pengerjaan bangunan kapal baru yang sudah signifikan mencapai 90%.

“Dengan begitu, kami yakin, seluruh pembangunan kapal baru akan selesai sesuai waktu yang ditentukan,” kata perempuan berjilbab ini. (sa/ms)

Page 1 of 28