Breaking News
Time: 2:40

Dua Pekan Jelang Ramadan, Harga Bawang Putih Terkerek Naik

Friday, 12 May 2017 22:54
Kompol Lily Djafar Kasubbag Humas Polrestabes Surabaya yang turut mendampingi sidak Tim Satgas Pangan Polrestabes Surabaya di Pasar Keputran Surabaya, Jumat (12/5/2017) Kompol Lily Djafar Kasubbag Humas Polrestabes Surabaya yang turut mendampingi sidak Tim Satgas Pangan Polrestabes Surabaya di Pasar Keputran Surabaya, Jumat (12/5/2017)

Surabaya, Expostnews.com – Mendekati Ramadan dan Lebaran tahun ini, komoditas bawang putih di pasaran Surabaya naik hampir separo dari harga sebelumnya. Melonjaknya harga bawang putih yang mulai merangkak sejak dua pekan lalu itu terpantau dari sidak Tim Satgas Pangan Polrestabes Surabaya di Pasar Keputran dan Pasar Genteng, Jumat (12/5/2017).

“Harga bawang putih mengalami peningkatan cukup tajam. Sekarang bawang butih dijual Rp 60 ribu per kilogram. Tapi, untuk cabai rawit, harganya masih stabil, sedangkan bawang merah Rp 40 ribu,” kata Kompol Lily Djafar Kasubbag Humas Polrestabes Surabaya yang turut mendampingi sidak di Pasar Keputran Surabaya, Jumat (12/5/2017).

Selain di pasar Keputran, kata Lily, sidak pasar yang dilakukan bersama Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya tersebut juga menyasar Pasar Genteng dan Pasar Pucang. Bahkan, lanjut Polisi dengan satu melati dipundak tersebut, tim sidak juga disebar ke Pelabuhan Teluk Lamong.

“Kami ingin mengetahui apakah ada gejolak harga sembako di pasaran atau tidak. Tapi, kalau ditemukan penimbunan sembako, kami lakukan tindakan tegas,” tandas Lily.

Sementara, Kepala Bidang Pangan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Surabaya, Yusuf Masruh menambahkan, cek harga kebutuhan pokok ini rutin dilakukan menjelang Ramadan. Alasannya, sebagai dasar pemerintah kota Surabaya untuk melakukan operasi pasar dengan bazar Ramadan guna menstabilkan harga.

“Pemkot memang berencana menggelar 31 titik bazar Ramadan yang menjual bahan pokok dengan harga miring. Sampai saat ini harga sembako di pasar-pasar cukup stabil. Memang bawang putih yang harganya sekarang cukup tinggi,” ujarnya.

Melonjaknya harga bawang putih juga diakui Sumiyati. Perempuan yang membuka warung tersebut mengatakan, kenaikan harga bawang putih cukup signifikan. Pelaku usaha ini sempat berkeluh dengan naiknya bawang putih.

“Setiap mau puasa selalu naik. Bedanya untuk tahun ini, daya beli masyarakat menurun. Tapi, saya tidak mungkin menaikkan harga masakannya. Apalagi pengunjung juga tidak ramai. Mau di-stock juga nggak mungkin. Mudah-mudahan saja cepat normal lagi,” tambah perempuan tiga orang asal Madura ini.

Terpisah, seorang pedagang di Pasar Genteng, Khofifah mengatakan, kenaikan harga jual bawang putih di konsumen mencapai Rp 15 ribu. Ia menyebut, kenaikan itu didasarkan dari harga kulakan yang mencapai Rp 40 ribu - Rp 55 ribu/kg. “Supaya tetap untung, saya menjual bawang putih seharga Rp 60 ribu per kilogram,” kata Ifah, sapaanya saat ditemui di tokonya. “Kalau untuk cabai merah harganya mulai menurun. Tapi, harga wortel, dan brokoli naik,” sambungnya.

Sedangkan, pantauan di Pasar Genteng harga cabai bervariasi antara Rp 40-55 ribu per kg. Menurut ifah, harga tersebut terbilang turun dari harga yang dipatok sebelumnya yang mencapai harga kulakan Rp 150-160 ribu per kilogram.

“Wortel yang biasanya Rp 8 ribu per kg menjadi Rp 10 ribu. Untuk kualitas yang paling bagus sampai Rp 13 ribu. Begitu juga dengan harga brokoli yang hampir naik dua kali lipat. Biasanya harga kulakannya Rp 15 ribu, sekarang pedagang kecil membelinya Rp 26 ribu di distributor,” ujar perempuan berusia 48 tahun tersebut.

Bagaimana dengan telor ayam? Ifah menyebut, harganya sedikit melonjak menjadi Rp 17.900 - Rp 18 ribu, dibanding harga normal sebesar Rp 17 ribu per kg. Untuk komoditas yang harganya stabil antara lain tomat, dan kentang yang masing-masing, Rp 10 ribu/kg untuk tomat dan kentang Rp 14 ribu/kg. “Masih standar aja harga segini. Belum naik,” sambung Ida, pedagang sayuran di pasar Genteng.

Di Pasar Keputran, seorang pedagang cabai, Udin menjelaskan, harga cabai sudah mulai stabil, dan harga minyak goring juga turun dari Rp 13 ribu menjadi Rp 12 ribu per kg. Udin menyebut, cabai rawit dijual seharga Rp 50 ribu per kg, atau jauh menurun daripada harga sebelumnya yang menembus Rp 100 ribu per kg.

“Untuk cabai merah sekarang dijual Rp 28 ribu hingga Rp 30 ribu per kg. Untuk bawang putih, harga jualnya mencapai Rp 40 ribu. Jadi, harga cabai rawit sudah stabil dua minggu terakhir ini,” tuturnya kepada petugas. (sa/ms/za)

Rate this item
(1 Vote)
Read 80 times



 

 

                          

      FACEBOOK       TWITTER         GPLUS