Breaking News
Time: 2:39

Jadikan Jatim Lumbung Gula Nasional, PTPN XI Ubah Pola Kerja Petani

Wednesday, 14 June 2017 00:45
Direktur Utama PTPN XI, M. Cholidi saat diwawancarai wartawan (DOK) Direktur Utama PTPN XI, M. Cholidi saat diwawancarai wartawan (DOK)

Naikkan Rendemen Tebu 8%

Surabaya, Expostnews.com – PT Perkebunan Nusantara (PTPN) XI mulai mengubah pola kerja petani, terutama pada sistem tebang, muat dan angkut yang selama ini menjadi momok bagi hasil tebu petani yang seharusnya punya ciri manis, bersih dan segar (MBS). Cara ini dilakukan, sebagai upaya mengejar rendemen tinggi untuk meningkatkan produksi gula tahun 2017, dari tebu yang digiling 5.490.006 ton menjadi 432.327,7 ton.

“Target ini tentu lebih tinggi dari capaian tahun lalu. Tapi, kami tetap berupaya agar produksi gula sesuai dengan capaian target. Kami optimistis, agar Jatim jadi lumbung gula nasional,” tutur Direktur Utama PTPN XI, M. Cholidi, Selasa (13/6/2017).

Untuk mencapai target itu, kata Cholidi, PTPN XI secara bersama-sama harus bisa mencapai rendemen tebu pada akhir giling sebesar 8% melalui berbagai cara. Guna mewujudkan, pihaknya bersama dengan seluruh CEO pabrik gula di Jatim telah sepakat, bahwa mulai tahun ini semua PG hanya akan menerima tebu yang bersih dan berkualitas bagus untuk digiling.

“Ini dilakukan, agar petani tidak asal menebang tebu. Sehingga, tidak ada lagi tebu yang masih kotor dan ada yang tingkat kemasakannya belum tepat sudah ditebang,” ingat Cholidi.

Adapun yang dilakukan PTPN XI tahun ini adalah 4 program di sisi on farm (kebun) yang diyakini dapat meningkatkan pendapatan petani. Pertama, kata Cholidi, PTPN XI akan membantu mencarikan pendanaan yang cepat dan tepat bagi petani dengan menggunakan beberapa skema. “Seperti Kredit Usaha Rakyat (KUR), kredit di Bank Jatim, melalui bank BUMN atas jaminan PTPN XI, maupun melalui Program Kemitraan dan Bina Lingkungan (PKBL),” tuturnya.

Kedua, lanjut Cholidi, petugas PTPN XI akan menyediakan layanan mekanisasi untuk petani, dengan satu sinder akan mengusasi satu traktor, termasuk alat-alat pemupuk dan alat membuka lahan sehingga pekerjaan on farm lebih cepat dan efisien. Selanjutnya, PTPN XI berkoordinasi atau kerja sama dengan perusahaan penyedia pupuk agar pemupukan tanaman tebu petani rakyat dan tebu sendiri bisa tepat waktu dan tidak terlambat sehingga pertumbuhan tebu pun dipastikan bisa seragam.

“Keempat,  PTPN XI akan secara langsung mengatur dan menyiapkan program pemantauan tebu yang siap atau matang untuk ditebang dan digiling,” urainya disela gelaran program Safari Ramadhan yang menyalurkan bantuan kepada 1.700 anak yatim yang tersebar di 17 unit usaha PTPN XI, termasuk bantuan pembangunan rumah ibadah senilai Rp100 juta.

“Dalam rangkaian Safari Ramadhan 2017, PTPN XI juga menggelar buka puasa bersama karyawan dengan mengundah 120 anak yatim ke Kantor Pusat PTPN XI Jl. Merak No.1 Surabaya,” jelas Cholidi saat Media Update Industri Gula dan Buka Bersama PTPN XI, Senin (12/6/2017).

Untuk diketahui, sejumlah pabrik gula (PG) milik PTPN XI mulai akhir Mei lalu sudah memasuki musim giling tebu. Berbagai upaya telah dilakukan perseroan untuk mencapai target produksi dan menjadikan Jawa Timur sebagai lumbung gula nasional.

Berdasar catatan PTPN XI, pada 2016 lalu, PG milik perseroan telah menggiling tebu petani dan tebu dari lahan HGU sebanyak 5.106.563 ton. Sehingga, mampu menghasilkan produksi gula kristal putih (GKP) mencapai 319.913,1 ton. “Alhasil, produksi gula PTPN XI merupakan terbesar kedua  di Jawa karena telah berkontribusi 14,5% dari total produksi nasional,” ingatnya. (ms/sa/pe)

Rate this item
(1 Vote)
Read 67 times



 

 

                          

      FACEBOOK       TWITTER         GPLUS