Breaking News
Time: 6:56

Apa Standarisasi Beras Medium dan Premium? Ini Kriterianya...

Tuesday, 05 September 2017 13:48
Kuli panggul sedang menurunkan sak beras dari truk (ilustrasi) Kuli panggul sedang menurunkan sak beras dari truk (ilustrasi)

Berlaku di Pasar Rakyat dan Toko Modern

Jakarta, Expostnews.com - Penetapan harga eceran tertinggi (HET) beras yang diberlakukan sejak, 1 September 2017 memiliki kriteria untuk masing-masing jenis beras. Spesifikasi dan ukuran derajatnya pun berbeda antara beras medium dan premium.

"Kriteria beras medium adalah, beras yang memiliki spesifikasi derajat sosoh minimal 95 persen dengan kadar air maksimal 14 persen, dan butir patah maksimal 25 persen. Sedangkan, beras premium adalah, beras dengan spesifikasi derajat sosoh minimal 95 persen, kadar air maksimal 14 persen, dan butir patah maksimal 15 persen," urai Menteri Perdagangan (Mendag) RI, Enggartiasto Lukita, Selasa (5/9/2017).

Terkait penetapan HET beras, jelas Mendag, dimaksudkan untuk menurunkan harga beras yang belakangan ini cenderung mengalami kenaikan. Dengan HET ini, konsumen mendapat kepastian harga dan terjaga daya belinya.

"Selain itu, HET beras juga dapat mencegah terjadinya spekulasi harga,” jelas

Mendag menegaskan, penetapan HET tersebut juga memperhatikan kepentingan petani dan mengakomodasi pelaku usaha. HET beras juga memberikan perlindungan tambahan kepada para petani karena menciptakan kepastian harga.

"Para pedagang juga tetap mendapatkan keuntungan yang wajar," yakinnya.

Dikatakan, HET beras medium dan premium tersebut berlaku untuk pasar rakyat dan toko modern di Jawa, Lampung, Sumatera Selatan, Bali, Nusa Tenggara Barat, dan Sulawesi. Sedangkan, di daerah Sumatera (kecuali Lampung dan Sumatera Selatan), Kalimantan, serta Nusa Tenggara Timur diberikan kelonggaran biaya distribusi ke wilayahnya sebesar Rp 500/kg.

"Dengan demikian, HET beras medium di wilayah itu menjadi Rp 9.950/kg dan premium menjadi Rp13.300/kg," urai Mendag.

Untuk di Maluku dan Papua, lanjut Mendag, diberikan kelonggaran biaya distribusi ke wilayahnya sebesar Rp 800/kg. Kelonggaran tersebut menjadikan HET beras medium menjadi Rp10.250/kg dan HET beras premium menjadi Rp 13.600/kg. (ms/sa/dag)

Rate this item
(1 Vote)
Read 127 times



 

 

                          

      FACEBOOK       TWITTER         GPLUS