Breaking News
Time: 4:55

Bukukan Omzet Rp 234 Miliar, Puspa Agro Jelmakan Puspa Grosir Tahun 2018

Tuesday, 19 September 2017 23:44
Direktur Utama (Dirut) PT Puspa Agro, Abdullah Muchibuddin (tengah) sedang menunjukkan komoditas unggulan dari hasil serapan panen petani, nelayan dan peternak di Jatim, Selasa (19/7/2017) Direktur Utama (Dirut) PT Puspa Agro, Abdullah Muchibuddin (tengah) sedang menunjukkan komoditas unggulan dari hasil serapan panen petani, nelayan dan peternak di Jatim, Selasa (19/7/2017)

Perluas Sinergi Bisnis BUMN

Surabaya, Expostnews.com – Tercatat, hampir 4 tahun, PT Puspa Agro harus berjibaku memenuhi target omzet Trading House yang dikembangkannya sejak 2014 lalu. Kini, capaian omzet yang sudah diaudit akuntan publik itu melangit hingga Rp 234,66 miliar, dibanding omzet Puspa Agro tahun 2014 yang hanya berbilang Rp 14,3 miliar.

“Dari tahun ke tahun, sampai dengan catatan kami dari Januari – Juni 2017, nilai perdagangan dari perkembangan Trading House Puspa Agro ini cukup siginifikan. Kami bisa memenuhi target 100 persen untuk perolehan omzet,” tutur Direktur Utama (Dirut) PT Puspa Agro, Abdullah Muchibuddin di Surabaya, Selasa (19/9/2017).

Udin, demikian panggilan akrab Abdullah Muchibuddin meyakinkan, tahun depan, Puspa Agro mulai merangkak pada rencana pengembangan ke pusat grosir bagi kebutuhan pangan di Jatim dan nasional. Diungkapkan, niatan yang didasari atas perkembangan Trading House tersebut, Puspa Agro akan beranjak menuju Puspa Grosir.

“Karena sudah diawali trading house, dan Puspa Agro tidak ingin masuk ke retail. Jadi, tahun 2018, Puspa Agro menuju Puspa Grosir. Karena, fungsi kami sebagai penyangga dan penyeimbang kebutuhan pangan di Jawa Timur, sekaligus memotong mata rantai bila masuk ke grosir,” papar Udin didampingi Humas Puspa Agro, Suhartoko saat mengenalkan komoditas pangan unggulan yang dipasok Puspa Agro dari sejumlah petani, nelayan dan peternak di Jatim.

Ia merinci, omzet yang diterima Puspa Agro pada pertengahan 2014 lalu, sebanyak Rp 14,37 miliar dari hasil panen petani, nelayan dan peternak Jatim yang terkumpul sebanyak 780 ton. Selanjutnya, di tahun 2015 capaian Puspa Agro meningkat omzetnya menjadi Rp 78 miliar dari total volume 5.485 ton, dan tahun 2016 kembali melonjak dengan serapan 33.268 ton dengan nilai Rp 279,12 miliar.

“Ternyata, tahun 2017 omzet Puspa Agro kembali naik menjadi Rp 234,66 miliar dari serapan hasil panen petani sebanyak 30.946 ton yang terhitung dari Januari-Juni 2017. Kami prediksi hingga akhir tahun ini Trading House mampu menembus angka Rp 400 miliar,” yakinnya.

Dijelaskan, pengoperasian, unit Trading House yang dilakukan Puspa Agro ini, untuk memaksimalkan serapan hasil panen petani, nelayan dan peternak. Dengan harapan, nilai tambah petani, nelayan dan peternak semakin meningkat, seiring naiknya serapan hasil panen yang didistribusikan Puspa Agro ke sejumlah mitra bisnisnya

“Untuk memacu kinerja lebih baik, manajemen Puspa Agro terus menggenjot pengembangan bisnisnya secara meluas. Salah satu yang dilakukan adalah, menjalin kerja sama dengan mitra-mitra usaha dan jejaring bisnis lainnya di berbagai daerah di Indonesia,” ulas lelaki berkacamata ini.

Udin mengungkapkan, terobosan pemasaran Puspa Agro melalui jalinan jejaring bisnis dan kerja sama dengan mitra usahanya adalah ‘berkongsi’ dengan Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Provinsi dan BMUD Kabupaten/kota di seluruh Indonesia, termasuk di Jawa Timur. Ia menyebut, diantara mitra usaha yang bersinergi adalah PT Perusahaan Perdagangan Indonesia (Persero)/PPI, PT Bulog Divre Surabaya Selatan yang meliputi petani di Kabupaten Mojokerto dan Jombang dan sekitarnya.

“Kami juga bekerjasama dengan perusahaan katering skala nasional seperti PT Pangansari Utama yang biasa melayani perusahaan-perusahaan pengeboran minyak (outsource), dan melayani permintaan katering PT Freeport serta PT Indocarter Tangguh,” tuturnya.

Selain itu, lanjut Udin, Puspa Agro bersinergi dengan PT Aero Catering Services (ACS) dan PT Nusantari Sentosa Pratama (NSP) yang melayani katering di kawasan Jakarta, Balikpapan dan Tarakan, termasuk kerja sama dengan PHC melalui anak perusahaannya dibidang katering, PT Prima Citra Nutrindo (PCN) yang melayani sekitar 20 rumah sakit di Surabaya.

“Untuk pemasaran jenis ikan, Puspa Agro menjalin kerja sama dengan BUMN, dalam hal ini PT Perikanan Nusantara dan Universitas Brawijaya (Unbraw) dengan produk beras siap konsumsi yang dilebeli, Puspa Agro,” jelas Udin.

Terkait capaian omzet Trading House yang menjadi sayap bisnis Puspa Agro ini, kata Udin, sebagian besar didominasi bahan pokok, seperti beras, jagung, kopi, ikan, ayam frozen, telur dan daging. Apalagi, pada Semester I/2017 ini, komoditas beras sangat mendominasi nilai transaksi Puspa Agro yang mencapai Rp 227,02 miliar dari volume 30,468 ton. “Selanjutnya adalah gula dengan nilai transaksi Rp 192,35 juta dari volume sebanyak 12 ton,” urai Udin. (sa/ms)

Rate this item
(1 Vote)
Read 96 times



 

 

                          

      FACEBOOK       TWITTER         GPLUS