Breaking News
Time: 6:56

CSR PJB, Naikkan Omzet Kelompok Tani Probolinggo

Friday, 22 September 2017 19:06
PJB fasilitasi Gapoktan Alam Hijau Probolinggo, Jumat (22/9/2017) PJB fasilitasi Gapoktan Alam Hijau Probolinggo, Jumat (22/9/2017)

Probolinggo, Expostnews.com – Omzet penjualan hasil pertanian yang selama ini diperoleh petani di Probolinggo, Jawa Timur dibawah rata-rata, kini mulai terlihat peningkatannya. Naiknya omzet tersebut tak lepas dari peran PT Pembangkitan Jawa-Bali (PJB) yang memfasilitasi dan melatih 72 Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) untuk bercocok tanam yang benar.

“Produk hasil pertanian kami mulai dikenal publik. Omzet penjualan hasil pertaninan kami juga meningkat,” aku Ketua Gapoktan Alam Hijau, Kecamatan Gondang, Kabupaten Probolinggo, Abdul Aziz.

Aziz yang ditemui, Jumat (22/9/2017) mengatakan, rata-rata dalam sehari, omzet penjualan hasil pertaniannya meningkat antara Rp 4-5 juta. Bahkan, katanya, omzet yang diterima para petani selama bercocok tanam di lahan yang difasilitasi PJB, sehari bisa mencapai Rp 40 juta. “PJB sangat membantu kami dalam pembuatan green house, rumah etalase dan pelatihan. Sehingga produk olahan kami semakin dikenal publik,” ujarnya.

Menurutnya, hasil produksinya dipajang bersama-sama di lokasi pameran. Karena, hasil pertanian ini menjadi daya tarik para pecinta makanan sehat dari Probolinggo dan sekitarnya. “Kami sekarang sedang berupaya agar area pameran yang sifatnya sementara ini, bisa dijadikan permanen,” harapnya.

Dengan luas lahan 0,5 hektar, lokasi pameran itu disewa Gapoktan Alam Hijau sebesar Rp 4 juta selama 4 bulan. Melihat respon pembeli yang sangat besar ini, ia berencana memiliki lokasi permanen sendiri. “Sekaligus, untuk pameran tanaman organik,” harapnya.

Sementara, Supervisor Umum dan CSR PJB Paiton, Sukirman Hadi Prayetno mengatakan, dalam program tersebut, sedikitnya ada 72 kelompok tani se-Kecamatan Gondang dibangunkan gedung etalase permanen yang berdekatan dengan lahan yang disewa petani untuk pameran. Sedangkan, kata Sukirman, petani menyediakan 50 jenis tanaman sayur dan buah organik untuk dikembangkan di lahan yang disediakan PJB.

“Kami memilih membagikan CSR ke Gapoktan Alam Hijau yang pro tanaman organik. Karena, kami melihat keseriusan usaha yang dilakukan para petani. PJB hanya membantu memperkuat usaha yang sudah dilakukan agar hasilnya lebih maksimal,” ujarnya.

Selain itu, lanjut Sukirman, PJB juga mempertimbangkan kondisi Probolinggo yang mayoritas penduduknya bercocok tanam atau sebagai petani. Ia melihat, banyak potensi yang bisa dikembangkan di Probolinggo, khususnya petani di Kecamatan Gondang. “Seperti kotoran ternak yang belum dimanfaatkan lebih maksimal oleh petani untuk pupuk,” katanya.

Untuk lebih mengoptimalkan kemampuan para petani, PJB tidak hanya membantu dalam bentuk infrastruktur seperti bangunan, maupun lokasi. Namun, kata Sukirman, PJB juga menyediakan pendampingan dan pelatihan, seperti mengajak kunjungan ke provinsi lain di Indonesia, agar wawasan para petani terkait tanaman organik bisa terbuka luas.

“Sesuai rencana, PJB akan memperbanyak ruang pamer, semacam green house yang jumlahnya ada 10 titik. Biaya pembangunan green house mencapai Rp 10 juta, belum termasuk biaya untuk studi banding yang nilainya Rp 50 juta. (ms/sa)

Rate this item
(0 votes)
Read 93 times



 

 

                          

      FACEBOOK       TWITTER         GPLUS