Breaking News
Time: 4:56

Sampoerna Kenalkan Teknologi Rocket Barn dan Aplikasi Penghambat Tunas

Thursday, 12 October 2017 21:43
Program Sistem Produksi Terpadu Sampoerna Program Sistem Produksi Terpadu Sampoerna

Perkuat Jaringan Kemitraan Agro Industri

Jakarta, Expostnews.com - Teknologi dan praktik terbaik di bidang pertanian dikenalkan PT HM Sampoerna Tbk (Sampoerna) kepada para petani, khususnya petani tembakau. Perusahaan tembakau terkemuka di Indonesia ini mengenalkan, teknik pembakaran dengan sistem Rocket Barn serta aplikasi penghambat tunas.

“Teknik pertanian berteknologi seperti sistem Rocket Barn ini mampu menghemat konsumsi bahan bakar hingga 16 persen. Begitu juga dengan alat aplikasi penghambat tunas yang mampu menghemat waktu pengerjaan hingga lebih dari 60 persen,” papar Presiden Direktur (Presdir) PT HM Sampoerna Tbk, Mindaugas Trumpaitis, Kamis (12/10/2017).

Menurutnya, para petani yang tergabung dalam program Sistem Produksi Terpadu tersebut, sebenarnya sudah pernah dikenalkan kepada sejumlah petani di beberapa daerah penghasil tembakau di Indonesia, seperti Rembang, Lombok, Wonogiri, Malang, Jember, Blitar dan Lumajang. Selain teknologi, para petani mitra juga akan mendapatkan pendampingan sistem pertanian yang baik, akses permodalan, sarana dan prasarana pertanian serta akses pasar yang terjamin bagi hasil produksi para petani.

“Dengan berasaskan prinsip saling menguntungkan, program Sistem Produksi Terpadu akan membantu peningkatan kesejahteraan para petani tembakau di Indonesia. Kami berharap, program ini terus mendapat dukungan dari pemerintah,” jelas Mindaugas Trumpaitis.

Dengan begitu, lanjut Mindaugas Trumpaitis, kesejahteraan petani tembakau akan terus bisa meningkat, dan secara bersamaan turut meningkatkan pasokan tembakau dalam negeri untuk keperluan industri. “Dalam pelaksanaannya, Sistem Produksi Terpadu ini melibatkan tiga komponen utama, yakni petani, pemasok, dan pabrikan. Secara otomatis, Sampoerna sebagai pabrikan akan mendapatkan jaminan pasokan tembakau dengan tingkat kualitas dan mutu terbaik sesuai standar yang ditetapkan,” ulasnya.

Disisi lain, melalui program ini akan memberikan peningkatan pendapatan petani sebagai hasil dari produksi dengan mutu yang lebih tinggi, hingga jaminan pasar yang baik. Pencapaian tersebut, kata Mindaugas, didapatkan melalui pemberian akses kepada mekanisasi pertanian yang memungkinkan dengan biaya produksi yang lebih rendah.

“Sekaligus, memberikan solusi bagi masalah kekurangan tenaga kerja, serta memungkinkan penggarapan lahan yang lebih luas,” katanya.

Dijelaskan, program Sistem Produksi Terpadu itu menerapkan praktik pertanian yang baik (Good Agricultural Practices/GAP) sebagai bentuk pendidikan kepada petani. Dengan harapan, petani mampu memproduksi tembakau secara produktif, efisien dan bersaing, serta berkelanjutan dan ramah lingkungan. “Dalam hal ini, prinsip keberlanjutan tidak hanya mencakup aspek teknis dari pertanian, melainkan juga terkait praktik pekerja pertanian,” tuturnya.

Mindaugas menegaskan, program tersebut membuktikan komitmen Sampoerna mendukung pemerintah dalam mendorong pertumbuhan daya saing industri dan investasi berkelanjutan. Dikatakan, Sampoerna terus berinovasi dalam upaya meningkatkan daya saing sektor agro industri nasional dalam bentuk program kemitraan.

“Sistem Produksi Terpadu ini, selain bertujuan meningkatkan kualitas dan kuantitas tembakau di Indonesia, para petani juga dapat bersaing dalam rantai pasar nasional maupun global. Program yang penuh dengan ragam inovasi ini dilakukan Sampoerna sejak 2009 dan telah melibatkan 27.500 petani dengan luas lahan 24.500 hektar,” urainya.

Mindaugas mengaku, sangat bangga dapat memiliki peran penting dan strategis dalam meningkatkan daya saing industri serta kontribusi sektor agro industri. Katanya, ini merupakan bentuk dukungan perusahaan terhadap pertumbuhan ekonomi negara. “Komitmen ini juga terus kami perkuat, agar kontribusi perusahaan kepada masyarakat dan negara dapat tersampaikan secara luas,” kata Mindaugas.

Program yang digelar Sampoerna ini sejalan dengan amanat Presiden Joko Widodo untuk mengembangkan inovasi di sektor pertanian, sehingga memberikan kesejahteraan kepada petani. Para petani yang mengikuti program Sistem Produksi Terpadu akan mampu meningkatkan produktivitas mereka hingga 25%. “Dengan demikian, Program Sistem Produksi Terpadu ikut mendukung salah satu program Nawacita, yakni mewujudkan kemandirian ekonomi dengan menggerakkan sektor strategis, dalam hal ini pertanian,” ulasnya. (sya/ms)

Rate this item
(0 votes)
Read 88 times



 

 

                          

      FACEBOOK       TWITTER         GPLUS