Breaking News
Time: 3:46

Wira Jatim Bangun Hotel Optimalkan Aset Tak Produktif

Tuesday, 26 August 2014 23:14
Ilustrasi Ilustrasi

Surabaya, Exspost.com – Keberadaan aset yang dimiliki PT Panca Wira Usaha (Wira) Jatim mulai dioptimalkan. Pasalnya, banyak aset yang dibawah kepemilikan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Provinsi Jatim tersebut hampir terbengkelai dan tidak terurus.

“Kami sempat kerepotan mengurusnya (aset, red), karena banyaknya aset Wira Jatim, apalagi yang  tidak produktif,” papar Direktur Utama (Dirut) PT Wira Jatim, Arif Affandi, Selasa (26/8/2014).

Untuk itu, kata Arif, pihaknya merasa perlu mengoptimalkan aset-aset tersebut menjadi produktif dan menghasilkan. Satu diantara upaya optimalisasi tersebut dengan menjadikan fungsi gunanya menjadi bisnis perhotelan. “Setelah Hotel Bekizaar yang berdiri di pusat kota, kini aset cagar budaya yang ada di Jalan Tunjungan Surabaya, akan kami jadikan hotel. Namanya, Varna Culture Hotel,” ungkap Arif.

Selama ini, lanjutnya, aset-aset tidak bergerak yang dimiliki Wira sekitar 118 unit. Dari jumlah tersebut, 30% diantaranya merupakan aset yang sedang bermasalah dan selebihnya butuh pengelolaan secara maksimal.

“Selama ini aset-aset itu yang menggerogoti Wira Jatim karena setiap tahun butuh biaya untuk bayar PBB, perpanjangan HGB (Hak Guna Bangunan, red) dan perawatan. Ini sangat mahal, karenanya agar tidak mengganggu keuangan Wira Jatim, kami optimalkan dengan membuat hotel,” kata mantan bakal calon Wakil Walikota Surabaya ini.

Dipaparkan, pembangunan Varna Culture Hotel yang berlokasi di pusat kota Surabaya itu ditaksir menelan anggaran sekitar Rp 25 miliar. Sedangkan, fasilitas yang ditawarkan Varna Culture Hotel adalah harga kamar yang hanya Rp 650 ribu-Rp 1,2 juta/malam. “Kami sediakan 48 kamar dengan kelas bintang empat. Bidikan kami adalah kalangan yang memang sangat mencintai budaya Surabaya,” jelasnya.

Bagaimana kendala bangunan hotel yang masuk dalam area cagar budaya ? Arif mengaku, pihaknya tidak bisa berbuat banyak dengan keberadaan alih fungsi cagar budaya menjadi hotel. Namun, Arif menjamin, tidak akan merubah bentuk dengan menambah bangunan lainnya.

“Ya. Kami anggap, itu bukan kendala. Karena, kami akan memaksimalkan bentuk bangunan dengan dua lantai yang sudah ada itu. Kami sangat memahami dengan cagar budaya, maka tidak boleh ada tambahan bangunan lainnya,” yakin mantan pemred sebuah grup koran harian terbitan pagi di Surabaya.
.
Selain Varna Hotel yang merupakan aset milik PT Wira Jatim, aset lainnya seperti di kawasan Jl A. Yani Surabaya juga akan segara dibangun apartemen dan pusat perbelanjaan dengan menggandeng pihak swasta, The Frontage. “Dalam waktu dekat, akan kami optimalkan aset di Jalan A. Yani itu,” ujar Arif.

Arif menambahkan, di Banyuwangi, PT Wira Jatim juga punya aset. Kini, aset tersebut dalam tahap rencana untuk dibangun hotel dengan investasi Rp 35 miliar. “Investasi di bisnis hotel ini, sebisa mungkin memang menggunakan dana milik Wira Jatim. Tapi, kalau memang dana yang dibutuhkan tidak mencukupi, kami siap menggandeng pihak lain, swasta maupun BUMN,” tuturnya. (ziz/esp5)


Editor : Syarif Ab

Rate this item
(0 votes)
Read 277 times



 

 

                          

      FACEBOOK       TWITTER         GPLUS