Breaking News
Time: 8:22

Imbas Banyak Hotel, Kinerja Perhotelan Surabaya Susut 10%

Friday, 12 September 2014 09:37
Ilustrasi Ilustrasi

Surabaya, Exspost.com – Menjamurnya bangunan perhotelan di kota-kota besar, seperti halnya di Surabaya ternyata berdampak pada penurunan kinerja. Diprediksi, penurunan kinerja di industri perhotelan tersebut bisa merosot hingga pada bilangan 10%.

“Ya. Bukannya malah menumbuhkan kinerja, tapi menurunkan kinerja dan produktivitas bisnis perhotelan,” ujar Ketua Harian Persatuan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Jatim, M. Sholeh, Jumat (12/9/2014).

Sholeh mengatakan, penyusutan kinerja yang mencapai 10% itu akibat besarnya pertambahan jumlah kamar hotel yang tersedia tidak sebanding dengan besarnya kenaikan permintaan. Ia menyebut, tahun ini saja ada sekitar 15 hotel baru yang mulai beroperasi di Surabaya. “Ini menandakan, ada kenaikan suplai sebesar 30 persen. Sementara kenaikan permintaan hanya dikisaran 10 persen,” tuturnya.

Bukan itu saja. Sholeh mengungkapkan, imbas penurunan kinerja di industri perhotelan di Surabaya juga adanya kebijakan kenaikan tarif dasar listrik (TDL) dan Elpiji. Dua unsur tersebut kian melengkapi penurunan kinerja di sektor perhotelan. “Sudah barang tentu, kinerja perhotelan menyusut, jika dibandingkan tahun lalu. Sangat berbeda jauh dan berbanding terbalik,” urainya.

Ia berharap, pemerintah setempat ikut berperan mengambil langkah strategis untuk menghalau permasalahan tersebut. Upaya yang mungkin bisa dilakukan dengan promosi gencar terkait pariwisata yang akan menggugah wisatawan berkunjung dan menginap di Surabaya.

“Dengan meningkatkan akses, baik melalui bandara dengan menambah penerbangan langsung ke berbagai kota dalam dan luar negeri serta akses melalui pelabuhan,” pintanya.

Selain itu, promosi juga harus lebih digencarkan karena sejauh ini Jatim masih kalah dengan beberapa daerah lain, seperti Bali, Jakarta, Bandung dan Jogjakarta. Melalui langkah tersebut pasar baru akan tercipta. Industri pariwisata, termasuk hotel akan kembali bergairah. “Itu harapan kami pada pemerintah,” ujarnya.

Sementara, Badan Pusat Statistik (BPS) Jatim mendata, tingkat penghunian kamar (TPK) hotel berbintang di Jawa Timur pada Juli 2014 menurun sekitar 6,89 poin menjadi 45,88% dibanding TPK bulan Juni 2014 yang mencapai 52,77%.

“Klasifikasi bintang, TPK hotel bintang 4 pada bulan Juli 2014 mencapai 50,84 persen dan merupakan TPK tertinggi dibanding TPK hotel berbintang lainnya. Selanjutnya TPK hotel bintang 2 sebesar 48,35 persen, diikuti hotel bintang 1 sebesar 47 persen, kemudian hotel bintang 3 sebesar 44,20 persen dan hotel bintang 5 sebesar 40,12 persen,” papar Kepala BPS Jatim, M. Sairi Hasbullah terpisah.

Selain itu, lanjut Sairi, jumlah wisatawan mancanegara (wisman) yang datang ke Jawa Timur melalui pintu masuk Juanda secara kumulatif Januari - Juli 2014 mencapai 126.425 orang atau naik tipis sebesar 0,90% dibanding jumlah wisman periode yang sama tahun 2013 yang mencapai 125.297 orang.

“Pada bulan Juli 2014 kemarin, kunjungan wisman ke Jatim mencapai 16.174 kunjungan atau turun sebesar 13,44 persen, dibanding jumlah wisman bulan Juni 2014 yang sebanyak 18.685 kunjungan,” ingat Sairi. (ziz/esp5)


Editor : Syarif Ab

Rate this item
(0 votes)
Read 237 times



 

 

                          

      FACEBOOK       TWITTER         GPLUS