Breaking News
Time: 10:56

Semen Indonesia Optimis Proyeksi Infrastruktur Nasional Tumbuhkan Produksi Tahun 2017 Naik 4 Persen

Tuesday, 22 August 2017 23:31

Semarang, Expostnews.com - Pertumbuhan bisnis semen di Indonesia, khususnya di tahun 2017, sungguh memberikan harapan bagi PT Semen Indonesia (Persero) Tbk. Optimisme ini pun tak lepas dari sejumlah faktor yang mendorong produksi semen milik produsen semen pelat merah ini tumbuh diangka 4% dibanding tahun lalu.

“ini seiring dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah dan Panjang periode 2015-2019. Di periode tersebut, pemerintah menargetkan pembangunan jalan baru sepanjang 2.650 km, jalan tol 1.000 km, dan pemeliharaan jalan 46.770 km,” tutur Direktur Produksi dan Strategi Bisnis, PT Semen Indonsia (Persero) Tbk, Johan Samudra, Selasa (22/8/2017).

Bahkan, ungkap Johan Samudra, prospek pertumbuhan produksi semen terdongkrak dengan pembangunan infrastruktur penerbangan. Menurutnya, pemerintah menargetkan pembangunan 15 bandara baru dan pengembangan bandara untuk pelayanan Kargo Udara.

“Termasuk juga rencana pemerintah membangun 14 kawasan industri baru di luar Pulau Jawa dan membangun kawasan-kawasan industri sebagai infrastruktur industri di Wilayah Pusat Pertumbuhan Industri (WPPI),” ingat Johan, sapaan akrabnya saat Public Expose Marathon yang digelar di Universitas Diponegoro, Semarang.

Johan menjelaskan, saat ini pemerintah mendorong pertumbuhan sektor properti, salah satunya adalah penyediaan perumahan bagi masyarakat, terutama yang berpenghasilan rendah. Untuk mendukung rencana tersebut, Semen Indonesia terus melakukan ekspansi guna memenuhi permintaan pasar domestik dan mempertahankan pangsa pasar sekitar 41,7% dari total penjualan semen nasional.

“Hal itu turut mendorong peningkatan permintaan semen. Karena, di tahun 2017, Perseroan menargetkan produksi semen bisa mencapai 27,4 juta ton atau meningkat 4 persen dari produksi tahun 2016 sebesar 26,36 juta ton,” urainya.

Semen Indonesia, lanjut Johan, memiliki berbagai keunggulan kompetitif dalam persaingan industri semen nasional. Keunggulan tersebut diantaranya 4 Integrated Plant, 2 Grinding Plant dan 24 Packing Plant. “Serta didukung keberadaan 30 gudang penyangga, dan 12 pelabuhan khusus,” ulas Johan.

Apa upaya Semen Indonesia untuk memenuhi pertumbuhan permintaan semen? Johan mengungkapkan, Semen Indonesia tengah menyelesaikan berbagai proyek strategis, seperti penyelesaian Pabrik Indarung VI dan Pabrik Rembang. Menurut Johan, selesainya 2 pabrik tersebut, Semen Indonesia akan mendapatkan tambahan kapasitas 6 juta ton semen per tahun.

“Selain itu, Perseroan juga sedang menyelesaikan pembangunan Grinding Plant di Banten, pembangunan pembangkit listrik bertenaga panas buang yang ramah lingkungan di Tuban dengan kapasitas 30,6 MW. Untuk mendukung program peningkatan kapasitas, Semen Indonesia akan membangun pabrik baru di Aceh dan Kupang,” ulas Johan.

Sekadar tahu, pada Semester I 2017, Perseroan mencatat pendapatan Rp 12,7 triliun atau tumbuh 2% dari tahun sebelumnya Rp 12,47 triliun (yoy). EBITDA Perseroan tercatat sebesar Rp 2,65 triliun atau turun dari sebelumnya Rp 3,41 triliun ( yoy). “Semen Indonesia juga membukukan laba bersih sebesar Rp 1,10 triliun atau turun dari sebelumnya Rp 1,99 triliun (yoy),” rincinya. (hum/sa)

Rate this item
(1 Vote)
Read 80 times



 

 

                          

      FACEBOOK       TWITTER         GPLUS