Breaking News
Time: 9:16

Pasokan Semen Dalam Negeri Berlebih

Saturday, 16 September 2017 12:33
Semen Indonesia menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) hari ini di Jakarta, Dalam RUPSLB hari ini memutuskan Hendi Prio Santoso Sebagai Dirut Semen Indonesia, Jumat (15/9/2017) Semen Indonesia menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) hari ini di Jakarta, Dalam RUPSLB hari ini memutuskan Hendi Prio Santoso Sebagai Dirut Semen Indonesia, Jumat (15/9/2017)

Jakarta, Expostnews.com – Pasokan semen di dalam negeri diyakini mengalami kelebihan hingga mendekati kisaran 30 juta ton atau sekitar 30% dari kapasitas nasional. Kondisi ini ditunjang penjualan semen di dalam negeri dan ekspor yang diperkirakan tahun 2017 mencapai 68 juta ton, ditambah kapasitas produksi semen domestik yang diperkirakan mencapai 100 juta ton.

Pernyataan Ketua Asosiasi Semen Indonesia Widodo Santoso itu semakin menambah keyakinan PT Semen Indonesia (Persero) Tbk meningkatkan kinerja penjualan produk semennya. Bahkan, dalam kondisi kompetisi domestik yang sangat ketat ini, perseroan masih mampu mempertahankan dominasi pangsa pasar dalam negeri sebesar 41,1%.

“Terkait kinerja penjualan, pada bulan Agustus 2017 lalu, perseroan mampu menumbuhkan penjualan hingga 4,1% atau sebesar 16,88 juta ton, dibandingkan periode yang sama tahun 2016 yang hanya sebesar 16,23 juta ton,” jelas Agung Wiharto, Sekretaris Perusahaan (Sekper) PT Semen Indonesia (Persero) Tbk, Sabtu (16/9/2017).

Dalam kondisi kompetisi domestik yang sangat ketat ini, kata Agung, Perseroan masih mampu mempertahankan dominasi pangsa pasar dalam negeri sebesar 41,1%. Sementara, total penjualan semen, termasuk penjualan Thang Long Cement Vietnam dan ekspor semen mengalami pertumbuhan sekitar 9,0% atau sebesar 19,96 juta ton dibanding periode yang sama tahun lalu sebesar 18,30 juta ton.

“Tujuan ekspor Semen Indonesia, diantaranya ke negara Malaysia, Filipina, Timor Leste, Bangladesh, Maladewa, Srilanka, Kuwait serta Australia,” ingatnya.

Peningkatan konsumsi tersebut, didorong oleh permintaan yang cukup tinggi di Pulau Jawa, Sumatera, Bali, dan Nusa Tenggara, khususnya permintaan semen untuk proyek–proyek infrastruktur. Sementar, konsumsi semen di Kalimantan, Sulawesi, dan Indonesia Timur masih mengalami penurunan. “Tapi, pada Agustus 2017, Sulawesi dan Indonesia Timur mulai meningkat signifikan untuk tingkat konsumsinya,” paparnya.

Berdasar itu semua, tercatat volume penjualan ekspor Perseroan pada Agustus 2017 mencapai 1,25 juta ton atau naik 249,5%. Jika dibanding periode yang sama tahun 2016, penjualan semen milik produsen semen pelat merah yang besarannya hanya 360.417 ton.

“Konsumsi semen domestik hingga bulan Agustus 2017 tumbuh 5,7 persen atau sebesar 41,13 juta ton, dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar 38,92 juta ton,” jelasnya melalui rilis yang dikirimkan saat penyelenggaraan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) PT Semen Indonesia (Persero) Tbk di Jakarta, Jumat (15/9/2017), yang memutuskan Hendi Prio Santoso sebagai Direktur Utama (Dirut) Perseroan, menggantikan Dirut sebelumnya, Rizkan Chandra yang meninggal dunia, 15 Juli 2017 lalu. (sa/ms)

Rate this item
(1 Vote)
Read 90 times



 

 

                          

      FACEBOOK       TWITTER         GPLUS