Breaking News
Time: 5:02

HIPMI Jatim Ajak UMKM Dekati Teknologi Digital

Wednesday, 13 December 2017 23:39
Ilustrasi Ilustrasi

Surabaya, Expostnews.com – Langkah kedepan untuk memajukan peran usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) meraih peluang lebih besar dalam usahanya tengah dilakukan Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Jatim. Upaya ini, sekaligus mengajak UMKM lebih peka terhadap pendekatan teknologi dan digitalisasi dalam usaha.

“Ini sangat penting untuk menghadapi era disrupsi ekonomi,” kata Ketua Umum HIPMI Jatim Giri Bayu Kusumah di sela-sela pembukaan Musyawarah Daerah (Musda) HIPMI Jatim, Rabu (13/12/2017).

Giri, demikian ia disapa menjelaskan, cepatnya dunia usaha yang bergerak melalui digitalisasi, saat ini hampir menggejala di seluruh sendi kehidupan. Sebenarnya, lanjut Giri, fenomena disrupsi ini mampu memunculkan peluang baru bagi banyak orang, termasuk usahawan. “Tapi, di sisi lain juga menghasilkan kenyataan pahit, berupa limbungnya entitas usaha yang tak adaptif terhadap perubahan. Untuk itu, UMKM harus sadar, bahwa bisnis tak lagi sama seperti dulu. UMKM harus berubah dan memahami tentang sebuah perubahan,” tuturnya.

Ia merinci, ada sejumlah program yang telah dijalankan HIPMI untuk membawa UMKM Jatim bisa eksis di era disrupsi ekonomi tersebut, termasuk mengatasi masalah pendanaan. Guna mewujudkan ‘impian’ itu, HIPMI telah menjalin ketja sama resmi dengan salah satu bank swasta nasional sejak enam bulan lalu.

“Bisnis-bisnis zaman now yang mengandalkan ide dan kekayaan pikiran, selama ini tidak cukup kuantitatifuntuk dihitung perbankan sebagai bisnis yang layak dibiayai,” ingatnya.

Giri menilai, pengusaha muda juga tidak bankable karena ketiadaan agunan atau lamanya berbisnis yang baru seumur jagung. Kini, HIPMI Jatim memfasilitasi itu lewat kerja sama dengan bank. “Jadi, HIPMI menjadi semacam ‘bapak angkat‘ yang menyatakan, bisnis anak muda ini layak dibiayai,” yakinnya.

Dalam program kerja sama dengan perbankan ini, kata Giri, sudah ada lebih dari 200 anak muda yang memanfaatkannya dengan plafon pembiayaan Rp 25 juta hingga Rp 500 juta. Program kedua, adalah mendorong pendekatan teknologi dalam bisnis UMKM, salah satunya dengan konsep penerapan teknologi tepat guna.

“HIPMI Jatim rutin menggelar workshop teknologi tepat guna dengan melibatkan para praktisi terbaik di bidangnya. Total telah digelar 12 kali workshop terkait itu, dan diikuti 91 UMKM,” katanya.

Mengapa pendekatan teknologi ini penting? Disela pembukaan Musyawarah Daerah (Musda) HIPMI Jatim, Selasa (12/12.2018) kemarin, Giri menjelaskan, UMKM lokal belum mempunyai tingkat efisiensi yang optimal. “Kebanyakan dari UMKM belum mampu menciptakan skala ekonomi, antara lain karena problem teknologi,” paparnya.

Sementara, Tingkat Produktivitas Total (TPT), UMKM jauh tertinggal, karena semakin tak efisien. TPT adalah cara ukur kinerja usaha dengan menghitung nilai tambah per kesempatan kerja yang diciptakan, TPT-nya mencapai 170 kali dari usaha kecil, dan usaha menengah mempunyai 3 kali TPT usaha kecil.

”Ini menunjukkan, betapa UMKM hanya besar dari jumlah unit usaha, tapi dalam skala bisnis, kalah jauh dibanding perusahaan padat modal dan teknologi,” ulas Giri.

Ditambakan, momen Musda HIPMI Jatim ini sekaligus menjadi sarana untuk memperkuat komitmen guna memenangkan anak muda di tengah persaingan bisnis nasional. Beruntung, HIPMI Jatim menggelar musyawarah daerah dan dihadiri 38 perwakilan kabupaten/kota.

“Momen ini menjadi penguat komitmen HIPMI untuk terus berdiri bersama UMKM-UMKM agar semua potensi eonomi Jatim bisa menang di tengah persaingan global,” ingatnya. (sa/hum/s)

Rate this item
(1 Vote)
Read 43 times



 

 

                          

      FACEBOOK       TWITTER         GPLUS