Breaking News
Time: 5:02

Nyomod, Ciptakan Usaha Mandiri 100% Gratis Tanpa Modal

Friday, 23 February 2018 22:44
Agung Jayadi, Direktur CV MPM Surabaya saat simbolisasi penyerahan kedai/rombong Nyomod kepada penerima usaha gratis 100% tanpa modal, Jumat (23/2/2018) Agung Jayadi, Direktur CV MPM Surabaya saat simbolisasi penyerahan kedai/rombong Nyomod kepada penerima usaha gratis 100% tanpa modal, Jumat (23/2/2018)

Surabaya, Expostnews.com – Berwirausaha 100% gratis, apalagi tanpa modal usaha memang tak semudah membalik telapak tangan. Bahkan, sesuatu yang dianggap mustahil dan tidak mungkin itu, kini terjawab sudah tentang bagaimana berwirausaha mandiri tanpa bersusah-payah mencari modal besar.

“Nyomod atau ‘Nyoklat Modern’ adalah jawaban paling tepat di era yang serba penuh dinamika seperti ini,” kata Agung Jayadi saat berbincang terkait program masyarakat mandiri dalam usaha dan berwirausaha tanpa modal yang digagas CV Multi Pangan Mandiri (MPM) Surabaya, Jumat (23/2/2018).

Hanya saja, kata Agung, untuk merealisasikan hal tersebut, tetap membutuhkan ketekunan serta kemauan ulet untuk maju dan menjadi lebih baik. Menurut Agung, usaha minus modal yang diklaim mampu menciptakan kemandirian serta mendongkrak perekonomian masyarakat kecil ini, sudah terbukti dengan keberadaan 7 titik kedai Nyomod yang tersebar di beberapa wilayah Surabaya.

“Untuk sementara, yang sudah kami kembangkan di Surabaya, ada di Karangmenjangan dengan dua kedai Nyomod, Sidodadi ada 1, Keputih ada 2 Nyomod, Mulyorejo 1 kedai dan di Jojoran sudah berkembang satu kedai Nyomod. Saya yakin, usaha gratis tanpa modal itu bukan sesuatu yang mustahil untuk diwujudkan,” kata pengusaha muda yang juga Direktur CV MPM Surabaya ini.

Saat ditemui, Agung mengungkapkan, rintisan program masyarakat mandiri dalam usaha tanpa modal tersebut tetap melalui pendampingan yang mengedukasi tentang cara mengelola Nyomod hingga berkembang pesat. Dengan harapan, perkembangan Nyomod turut memunculkan budaya berbisnis mandiri yang bisa ditularkan ke seluruh lapisan masyarakat, terutama lapisan menengah ke bawah.

“Jadi, program kami ini seratus persen gratis tanpa modal. Karena, seluruh kebutuhan usaha, mulai kedai, termos, dispenser serta keperluan lainnya, kami yang menyediakan. Semua, sampai kebutuhan bahan bakunya. Kalau bahan bakunya habis, bisa didapatkan di tempat kami,” tutur pengusaha berkacamata ini.

Nyomod, atau usaha kedai minuman cokelat ini, kata Agung, memiliki potensi bisnis yang menjanjikan dan berpeluang menghasilkan pendapatan serta nilai tambah bagi pelaku usahanya. Sebab, pangsa pasar yang ditawarkan sangat kompetitif dengan harga jual yang bersaing dan terjangkau.

“Ya. Melalui Nyomod, kami ingin menawarkan minuman cokelat bersaing dengan harga yang seminim mungkin dan semurah mungkin, agar bisa dijangkau serta dinikmati masyarakat luas. Kalau memang berminat, silakan daftar sekarang juga dan hubungi penyelenggara kami di nomor 081221781981,” ingatnya.

Apakah tidak ada syarat? Agung mengatakan, masyarakat yang berminat berwirausaha tanpa sepeser kocek itu tidak perlu ribet menyiapkan persyaratannya. Dijelaskan, calon usahawan mandiri yang ingin mengelola dan mengembangkan Nyomod, cukup menyediakan tempat serta identitas diri yang diperlukan sebagai data awal. “Seperti KTP dan KK, cukup itu syaratnya. Untuk tempat, kami akan survei terlebih dahulu. Kalau misalkan kurang pas, kami tidak akan membatalkan, melainkan kami berikan saran lokasi yang paling sesuai,” jamin Agung yang sudah menyediakan 50 unit kedai/rombong gratis untuk mengembangkan Nyomod sebagai usaha berbasis mandiri.

Disinggung target kedepan dari program 100% tanpa modal ini, Agung mengungkapkan, Nyomod akan dikembangkan ke seluruh pelosok Jawa Timur. Namun, untuk mengawalinya, Surabaya dipilih sebagai pilot project untuk mengenalkan Nyomod sebagai program wirausaha masyarakat mandiri.

“Yang pasti, target kami bisa mengembang secara nasional ke seluruh daerah di Indonesia. Kami juga berharap, ada perhatian dan dukungan pemerintah terhadap peluang usaha mandiri ini. Dengan begitu, program yang dikemas dengan nama Nyomod ini bisa diperbanyak hingga mampu mensejahterakan perekonomian masyarakat,” kata Agung. (ms/sa)

Rate this item
(1 Vote)
Read 333 times



 

 

                          

      FACEBOOK       TWITTER         GPLUS