Breaking News
Time: 10:55

Manfaatkan Pelindihan, BSI Efisiensi Pengelolaan Tambang Emas

Monday, 19 November 2018 10:49
Tambang emas Tujuh Bukit, Tumpang Pitu Banyuwangi yang dikelola PT Bumi Suksesindo (BSI) Tambang emas Tujuh Bukit, Tumpang Pitu Banyuwangi yang dikelola PT Bumi Suksesindo (BSI)

Banyuwangi, Expostnews.com - Penggunaan teknologi heap leach (pelindihan) yang dilakukan PT Bumi Suksesindo (BSI) dalam pengelolaan tambang emas di tambang Tujuh Bukit, Banyuwangi, Jawa Timur mampu mendulang kinerja positif. Selain memperhatikan aspek lingkungan, pemanfaatan teknologi bersistem Semi Autogeneous Grinding (ASG) Mill tersebut, kian menggiring optimisme BSI merengkuh target produksi di tahun-tahun mendatang.

“BSI juga mampu melakukan efisiensi produksi berkat jarak pengangkutan bahan baku emas yang lebih dekat, serta konsumsi sianida dan listrik yang lebih rendah dari perkiraan,” tutur Direktur PT BSI, Boyke Abidin, Senin (19/11/2018).

Dari proses pengelolaan tambang yang ramah lingkungan dan efisien tersebut, Boyke meyakini, BSI mampu membukukan target produksi emas tahun 2018 meningkat 155.000 ounces (oz) – 170.000 oz emas. Berdasar catatan, sampai dengan Semester I Tahun 2018, produksi emas BSI telah mencapai 83.713 oz dan perak sebesar 48.226 oz.

“Tahun ini, target peremukan bijih, penumpukan dan pengolahan emas sebanyak 6,2 juta ton,” urainya.

Menurut Boyke, target tersebut sejalan dengan ekspansi lapisan oksida sebesar dua kali lipat menjadi 8 juta ton/tahun. Diperkirakan, target ini akan rampung pada kuartal pertama tahun 2019. “Ini tak lepas dari tahun 2017 yang menjadi mailstone penting bagi BSI. Sepanjang 2017 itu, BSI berhasil mencapai produksi perdana emas dan perak dari Tambang Tujuh Bukit sebesar 142.468 oz emas dan perak sebanyak 44.598 oz,” ingat Boyke saat pemaparan, Sabtu (17/11/2018).

Diakui, tercapainya produksi perdana tahun 2017 itu ikut mendorong perusahaan untuk aktif mengembangkan ekonomi daerah dan nasional yang turut memberikan dampak positif bagi masyarakat setempat. Boyke menyebut, program hibah kepemilikan saham kepada pemerintah daerah merupakan bagian dari dampak positif dari proses penambangan.

“Menjadikan Pemkab Banyuwangi sebagai salah satu pemegang saham terbesar di tambang Tumpang Pitu. Kepemilikan saham ini melalui PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA), sebagai induk perusahaan PT BSI,” tuturnya.

Kepemilikan saham tersebut, lanjut Boyke, diharapkan semakin memberikan keuntungan besar bagi masyarakat Banyuwangi secara keberlanjutan. Pada sisi lain, BSI juga telah mengakomodir kepentingan daerah dengan penggunaan tenaga kerja lokal yang berjumlah 1.795 orang. “Jumlah itu mulai dari tenaga kerja di tambang termasuk seluruh karyawan dan kontraktornya,” aku Boyke.

Merujuk data yang dilansir, sebanyak 1.795 orang tenaga lokal tersebut, terdiri dari 99% warga negara Indonesia dan 1% adalah ekspatriat. Dari angkatan kerja, 60% berasal dari Kabupaten Banyuwangi, termasuk sekitar 38% berasal dari Kecamatan Pesanggaran. “Jadi, BSI ini murni PMDN atau milik Indonesia,” katanya. (sa/ms)

Rate this item
(1 Vote)
Read 83 times



 

 

                          

      FACEBOOK       TWITTER         GPLUS