Breaking News
Time: 6:34

Setahun, Kunjungan Kapal Turun, Bongkar Muat BJTI Naik Tipis

Tuesday, 05 January 2016 09:04
Ilustrasi Ilustrasi

Surabaya, Expostnews.com – Selama setahun, sepanjang 2015, arus kunjungan kapal di terminal Berlian, Tanjung Perak Surabaya turun sebesar 8%. Beruntung, kondisi ini tidak mempengaruhi kinerja bongkar muat peti kemas di PT Berlian Jasa Terminal Indonesia (BJTI Port), selaku pengelola terminal Berlian.

“Kinerja bongkar muat peti kemas domestik kami masih cukup menggembirakan. Ada peningkatan, meskipun tipis,” ujar Humas  PT BJTI Port, Abd. Wahab Wijanarko, Selasa (5/1/2016).

Meski demikian, Wahab mengakui, selain turunnya arus kunjungan kapal, tipisnya kenaikan bongkar muat peti kemas yang hanya mencapai 2% dibanding tahun-tahun sebelumnya, juga dipengaruhi turunnya daya beli masyarakat. Ia menilai, penurunan daya beli tersebut sebagai dampak lesunya perekonomian. “Termasuk, pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika ikut menjadi imbas kinerja bongkar muat peti kemas,” jelas Wahab.

Berdasar catatan kinerja tahunan PT BJTI Port yang berhasil dirangkum sepanjang 2015 menyebut, capaian kinerja bongkar muat Peti kemas Domestik pada akhir 2015 sebesar 1.058.840 TEUs. Apabila, dibandingkan tahun 2014 lalu, kegiatan bongkar muat peti kemas domestik di anak usaha PT Pelabuhan Indonesia III (Persero)/Pelindo III ini hanya mencapai 1.038.375 TEUs.

“Jadi, kenaikannya (bongkar muat peti kemas, red) berkisar 2 persen. Dari, rata-rata per bulan, produksi kegiatan bongkar muat peti kemas di Terminal Berlian selama perjalanan tahun 2015 tercatat 88.236 TEUs,” urai Wahab.

Sedangkan, turunnya arus kunjungan kapal pada tahun 2015, terakumulasi sebanyak 2.876 call, dibanding periode yang sama tahun 2014 yang mencapai 3.028 call. Penurunan arus kunjungan kapal ini disebabkan adanya persyaratkan muatan/bongkaran kapal-kapal yang masuk di Terminal Berlian minimal 350 TEUs.

“Sehingga, kapal-kapal yang melakukan kegiatan bongkar muat di Terminal Berlian, terutama kapal-kapal dengan windows system, rata-rata muatan/bongkaran hanya 400 – 900 TEUs per kapal,” paparnya.

Sementara, ditengah perlambatan ekonomi secara nasional, BJTI Port telah melakukan efisiensi di semua lini sejak 4 bulan terakhir. Alhasil, mampu mengurangi beban anggaran yang ditetapkan dalam RKAP tahun 2015. “Sebagai wujud dukungan bagi proses percepatan kegiatan bongkar muat di Terminal Berlian, BJTI Port telah menambah 1 unit Depo Peti kemas,” jelas Wahab.

Wahab mengungkapkan, penambahan unit Depo Peti kemas tersebut ditempatkan di Lini II Jalan Prapat Kurung Utara Surabaya dengan luasan lebih dari 8.000 m2. Lahan yang dilengkapi sarana Fumigasi dan Reefer tersebut merupakan eks PT Unggul Indah Cahaya bersebelahan dengan Terminal Mirah Tanjung Perak.

“Sarana Fumigasi dan Reefer ini kami gunakan untuk mendinginkan dan menjaga kestabilan suhu bagi komoditas barang dalam kontainer, dan mampu melayani peti kemas Reefer sebanyak 96 plugh dalam sekali gelar,” yakinnya.

Sekadar tahu, kini, BJTI Port telah mengoperasikan sebanyak 8 Depo Peti kemas Domestik, yaitu Depo I (Eks. PTPN seluas 7915 m2), Depo II (eks. Bimasena seluas 1720 m2), Depo III (Eks, Gupers seluas 4226 m2), Depo IV (Eks. Temas seluas 3005 m2) dan Depo V (eks. Indomarco seluas 11.722 m2). Selain itu, BJTI Port juga mengoperasikan Depo VI (Eks. Hastawira seluas 4600 m2), Depo VII (eks. Sufang Express selyuas 6170 m2) dan Depo VIII (Teluk Kumai Barat seluas 6425 m2). (esp1/rfi/hab)

Rate this item
(0 votes)
Read 238 times



 

 

                          

      FACEBOOK       TWITTER         GPLUS