Breaking News
Time: 5:47

Siapkan Rp 2,42 Triliun, Pelindo III Janji Tambah 45 Unit Alat

Monday, 20 November 2017 21:13
Alat bognkar muat Pelindo III Alat bognkar muat Pelindo III

Surabaya, Expostnews.com – Secara bertahap hingga tahun 2020, PT Pelabuhan Indonesia III (Persero)/Pelindo III menjanjikan tambahan peralatan pendukung di pelabuhan dengan investasi senilai Rp 2,42 triliun. Dukungan peralatan tersebut sebagai upaya menetapkan standarisasi pelayanan, terutama pelayanan peti kemas.

“Saat ini, Pelindo III telah menyiapkan 41 unit CC, 28 unit HMC dan 75 RTG. Nantinya, secara bertahap sampai tahun 2020, akan kami tambah lagi peralatan baru,” janji CEO Pelindo III, IG. N. Askhara Danadlputra, Senin (20/11/2017).

Diungkapkan, tahapan penambahan peralatan baru dan fasilitas pendukung yang disiapkan Pelindo III hingga tahun 2020 itu mencapai 45 unit untuk 3 jenis alat berat yang berbeda. Masing-masing adalah 15 unit Container Crane (CC), 10 Harbour Mobile Crane (HMC), dan 20 unit Rubber Tyred Gantry (RTG).

“Pelindo III terus berupaya memberikan layanan yang cepat dan aman bagi pengguna jasa dengan kekuatan alat produksi yang saat ini. Yang pasti, ke depannya, produktivitas dan peremajaan alat akan terus dilakukan,” jamin Ari Askhara, sapaannya.

Lebih jauh Ari menjelaskan, selain menekan biaya maintenance, pembelian alat baru tersebut ditujukan untuk meningkatkan reabilitas dan availability diatas angka 90%. Artinya, alat beroperasi dalam kondisi ‘sehat’ dan siap bekerja. “Ini merupakan komitmen Pelindo III untuk menekan biaya logistik nasional, yang pada akhirnya bertujuan meningkatkan pelayanan kepada pelanggan,” katanya.
 
Ari juga mengatakan, sebagai BUMN yang bergerak di bidang jasa kepelabuhanan, Pelindo III berkomitmen untuk meningkatkan efisiensi biaya logistik nasional. Hal ini dapat dilihat dari upaya peningkatan aksesibilitas dan konektivitas antar pelabuhan, termasuk dengan pelabuhan di luar wilayah kerja Pelindo III. “Salah satunya adalah melalui pola windows system,” jelasnya.

Dengan pola tersebut, lanjut Ari, pengguna jasa mempunyai kepastian kapalnya akan bersandar. Sudah barang tentu, akan mendapatkan pelayanan bongkar muat tanpa waktu tunggu kapal (zero waiting time), disamping produktivitas bongkar muat yang diberikan Pelindo III semakin meningkat.

“Dengan begitu, biaya operasional kapal akan semakin berkurang, dan pada akhirnya akan menurunkan biaya logistik (nasional),” ulasnya.

Menanggapi ini, Ketua DPC INSA Surabaya, Stenvens H. Lesawengan mengaku, produktivitas kinerja Pelindo III saat ini sudah mencapai 30 an lebih boks/jam. Menurutnya, kondisi ini jauh berbeda dengan sebelumnya. “Lima tahun lalu, untuk mencapai kinerja box crane per hour 25 boks/jam sangat sulit. Apalagi, dengan kehadiran Terminal teluk Lamong bisa mencapai 40 boks/jam, itu sudah sangat sesuai dengan keinginan kami sebagai pengguna jasa,” akunya.

Stenvens juga mengapresiasi, pembenahan yang dilakukan Pelindo III yang tidak hanya terpaku pada perbaikan fisik atau infrastruktur. Pelindo III juga melakukan perbaikan ‘non-fisik’, seperti peningkatan nilai-nilai integritas dalam bekerja melalui no tipping pelayanan pandu.

“Betul. Perbaikan sudah dilakukan Pelindo III, termasuk standarisasi pelayanan. Tapi, perlu juga dikembangkan integrasi sistem dan informasi itu dengan instansi terkait, seperti dengan Balai Karantina dan Bea Cukai. Selain itu, perlu adanya penyeragaman pelaksanaan Verified Gross Mass (VGM) untuk meningkatkan safety operasional,” tambah Hengky Pratoko, Ketua DPW ALFI/ILFA Jatim. (sa/hum)

Rate this item
(1 Vote)
Read 51 times



 

 

                          

      FACEBOOK       TWITTER         GPLUS