Breaking News
Time: 5:44

Konsorsium 3 Kontraktor Nasional Kirim Bentang Tengah Jembatan Holtekamp ke Jayapura

Thursday, 30 November 2017 20:59
Struktur bentang tengah Jembatan Holtekamp yang telah log out dari bengkel PT PAL Indonesia akan dikirim ke Jayapura, Papua melalui jalur laut, Kamis (30/11/2017) Struktur bentang tengah Jembatan Holtekamp yang telah log out dari bengkel PT PAL Indonesia akan dikirim ke Jayapura, Papua melalui jalur laut, Kamis (30/11/2017)

Tahan Gempa 1000 Tahun

Surabaya, Expostnews.com – Jembatan Holtekamp yang menghubungkan daerah Hamadi di Distrik Jayapura Selatan (sisi barat jembatan) dan daerah Holtekamp di Distrik Muara Tami (timur jembatan) Provinsi Papua telah selesai dibangun konsorsium tiga kontraktor nasional, PT Pembangunan Perumahan (PP), Hutama Karya (HK), dan Nindya Karya (NK). Jembatan tahan gempa hingga seribu tahun yang dikerjakan sejak Juli lalu itu juga telah dikeluarkan dari bengkel PT PAL Indonesia, Kamis (30/11/2017).

“Kami sudah pindahkan bentang tengah jembatan yang kami bangun di bengkel PT PAL ke atas kapal tongkang. Selanjutnya, kami kirim bentang tengah jembatan Holtekamp itu ke Jayapura,” kata Project Manager Consortium PP, HK dan NK, Rizki Dianugrah di sela proses mengeluarkan bentang tengah jembatan (log out) dari bengkel PT PAL ke atas kapal tongkang.

Dijelaskan, setelah menyelesaikan proses log out, jembatan yang menyedot Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) sebesar Rp 858 miliar ini rencananya diberangkatkan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Mochamad Basoeki Hadimoeljono ke Jayapura, Papua pada, 3 Desember 2017.

"Perjalanan yang ditempuh untuk mengangkut bangunan utama jembatan itu diperkirakan memakan waktu 30 hari. Waktu tempuh sudah termasuk perhitungan jika terjadi cuaca buruk di laut,” yakin Rizki didampingi Commercial Manager Consortium PP, HK dan NK, Ery Supratomo.

Bentang tengah setinggi 21 meter yang dibangun di PT PAL Indonesia itu, lanjut Rizki, terdiri dari dua bangunan yang masing-masing memiliki berat 2.000 ton, dengan panjang 120 meter dan lebar 22 meter. Setelah itu, dua bentang tengah jembatan tersebut dirangkai dengan konstruksi jembatan lainnya yang telah dibangun di Jayapura. “Kalau proses merangkainya tidak begitu lama waktunya. Bisa sehari, atau paling lama semingu selesai,” katanya.

Rizki memastikan, bangunan fisik Jembatan Holtekamp yang panjang totalnya mencapai 1,3 kilometer itu rampung seluruhnya pada bulan Januari tahun depan. Namun, begitu bangunan fisik diselesaikan, masih harus memasang piranti lainnya, seperti lampu dan lain sebagainya.

“Kami target selesai bulan September tahun depan sesuai kontrak kerja. Tapi, kami tetap berusaha mempercepat, agar sebelum Lebaran tahun depan, atau bulan Juni 2018, sudah selesai semuanya dan bisa dioperasikan,” papar Rizki.

Ditanya tiga bentang lainnya? Rizki mengungkapkan, selain bentang utama Jembatan Holtekamp yang dikerjakan di PT PAL Indonesia, tiga bentang lainnya dikerjakan di PT Waagner Biro Indonesia, Cikande, Banten, serta dua kontraktor asal Pasuruan, Jawa Timur, PT Boma Bisma Indra dan PT Bromo Steel Indonesia.

“Tiga bentang yang dikerjakan di luar PT PAL Indonesia dengan panjang masing-masing 50 meter itu sudah selesai, dan telah dirangkai dengan kontruksi Jembatan Holtekamp di Jayapura,” tutup Ery. (sa/ms/han)

Rate this item
(1 Vote)
Read 58 times



 

 

                          

      FACEBOOK       TWITTER         GPLUS